Ilhami jiwanya
pergilah ia
tak sia-sia
Atap rumah hilang
dari do'a-do'a
harga yang terbeli
pantaslah dirinya
Yang samar yang gelap
turun dari pangkuan
menembus hayalan
Pergilah ia
sebelah lengan
prosa jalanan
Semusim berbunga
buyar seketika
mimpi lepas lagi
Memisahlah ia
dari dada bumi
Ruh tenggelam
serupa gumpal awan
ditelan kegelapan
dijerat keindahan mimpi
Biar hujan turun
membasahi note cerita
pergilah sepeninggalnnya
hingga senja dihati
Ingatkanlah ia
roda nasib berputar
Pergilah ia
jalannya sendiri
tajam waktu berlalu
Jangan lupa mengingat dirinya
dirinya tak mati
dikepalan tangannya
dirinya hidup