Powered By Blogger

Senin, 30 Mei 2011

Tanpa Judul

Ilhami jiwanya

pergilah ia
tak sia-sia


Atap rumah hilang
dari do'a-do'a
harga yang terbeli
pantaslah dirinya


Yang samar yang gelap
turun dari pangkuan
menembus hayalan


Pergilah ia
sebelah lengan
prosa jalanan


Semusim berbunga
buyar seketika
mimpi lepas lagi


Memisahlah ia
dari dada bumi


Ruh tenggelam
serupa gumpal awan
ditelan kegelapan
dijerat keindahan mimpi


Biar hujan turun
membasahi note cerita
pergilah sepeninggalnnya
hingga senja dihati
Ingatkanlah ia
roda nasib berputar


Pergilah ia
jalannya sendiri
tajam waktu berlalu


Jangan lupa mengingat dirinya
dirinya tak mati
dikepalan tangannya
dirinya hidup