Biar ada cinta slamanya
walau tak ada tatap mata
walau tak berhadap jiwa raga
Biar ini didalam hati saja
walau kata-kata sering kali mengungkapkannya
walau tak sama cinta mereka
Biar hasrat menyayangi tumbuh dikalbu
walau rindu terbalas rasa cemburu
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Juni 2011
Selasa, 07 Juni 2011
Suara Hati
Tiada angin malam berhembus
tiada lirihnya menyapa
tiada ku rasa semilir kehadiranmu
ku tanya rindu
kemana tujuan cinta
sekeping jiwa ragaku
tiada berpijak dibumi
rindu ini merangkul kalbu
menghiasi dan membelenggu
pujian hatiku memanggilmu
lewat angkasa terdengar syahdu
engkau dengarkah suara hatiku
tiada lirihnya menyapa
tiada ku rasa semilir kehadiranmu
ku tanya rindu
kemana tujuan cinta
sekeping jiwa ragaku
tiada berpijak dibumi
rindu ini merangkul kalbu
menghiasi dan membelenggu
pujian hatiku memanggilmu
lewat angkasa terdengar syahdu
engkau dengarkah suara hatiku
Minggu, 05 Juni 2011
Darimu Ku Tuliskan
Apa arti tameng sementara aku pasti kalah perang
kutelah pijakan kaki dibumi mimpi
hingga tak tau mentari telah beranjak senja
dan ku hanya berselimut pekat
Biarlah dalam sepimu
bersama gerimis dan sisa surya
aku berdendang tentang pelangi
bila saatnya memudar
kau telah tersenyum
memeluk cinta
dan melangkah bersama angin
Bersandarlah pada bahuku
rabahkan penatmu
kan ku bercerita tentang rindu
yang tak pernah putus
diantara senyum dan rapuh kisahku
Menjagamu dengan hatiku
membelaimu dengan tulusku
karena aku bukan malaikat
yang tak kuasa menahan kasih yang di anugerahkan
Ku tak berani berucap cinta
karena aku tak ingin sakit
meski kini telah sakit
berdusta pada hati
hanya ketulusan kasih
itu saja, terimalah...
Kepadaa mereka aku ingin berteriak
muntahkan rasa yang ada dari mu
namun bibirku terkunci takdir
Kamu seperti kertas
yang aku bisa menulis apa ssaja dihati mu
seperti bayi
yang tak kenal dusta
Tak ada bantahan yang berarti dalam ucapmu
meng-iya-kan apa yang ku pinta
egomu kau bunuh
dewasanya kamu...
Biarlah aku menimangmu cinta
biar aku memanjakanmu sayang
selalu terselip dihatiku
kamu...
Bukian kata indah ku suguhkan
tak sekedar manis ucapan
baik atau buruk yang kau tangkap
sejujurnya itu aku...
I Love You kasih
With all of my heart...
kutelah pijakan kaki dibumi mimpi
hingga tak tau mentari telah beranjak senja
dan ku hanya berselimut pekat
Biarlah dalam sepimu
bersama gerimis dan sisa surya
aku berdendang tentang pelangi
bila saatnya memudar
kau telah tersenyum
memeluk cinta
dan melangkah bersama angin
Bersandarlah pada bahuku
rabahkan penatmu
kan ku bercerita tentang rindu
yang tak pernah putus
diantara senyum dan rapuh kisahku
Menjagamu dengan hatiku
membelaimu dengan tulusku
karena aku bukan malaikat
yang tak kuasa menahan kasih yang di anugerahkan
Ku tak berani berucap cinta
karena aku tak ingin sakit
meski kini telah sakit
berdusta pada hati
hanya ketulusan kasih
itu saja, terimalah...
Kepadaa mereka aku ingin berteriak
muntahkan rasa yang ada dari mu
namun bibirku terkunci takdir
Kamu seperti kertas
yang aku bisa menulis apa ssaja dihati mu
seperti bayi
yang tak kenal dusta
Tak ada bantahan yang berarti dalam ucapmu
meng-iya-kan apa yang ku pinta
egomu kau bunuh
dewasanya kamu...
Biarlah aku menimangmu cinta
biar aku memanjakanmu sayang
selalu terselip dihatiku
kamu...
Bukian kata indah ku suguhkan
tak sekedar manis ucapan
baik atau buruk yang kau tangkap
sejujurnya itu aku...
I Love You kasih
With all of my heart...
Sabtu, 04 Juni 2011
Jangan Lupakan Aku
Apa yang ia fikirkan,
samakah dengan yang ku fikirkan?
Apa yang ia impikan,
samakah dengan impianku?
Semua tak sama
tak akan pernah sama
apa yang ku sentuh
belum pernah ku rasa utuh
Ada rasa
tak bersuara
mata ku tak buta
tak melihat walau ku paksa
Apakah ia lupa,
saat aku tak pernah bisa melupakan namanya?
Sampai datang gelap
tiada suara ku dapat
Bacalah puisi ku
dariku yang tak bisa memeluk mu
...
Yang tak terlupakan
jangan pernah melupakan
Lepaslah semua
jangan ada tersisa
ungkapan hati
setitik rasa saling memberi
Jangan lupakan aku...
samakah dengan yang ku fikirkan?
Apa yang ia impikan,
samakah dengan impianku?
Semua tak sama
tak akan pernah sama
apa yang ku sentuh
belum pernah ku rasa utuh
Ada rasa
tak bersuara
mata ku tak buta
tak melihat walau ku paksa
Apakah ia lupa,
saat aku tak pernah bisa melupakan namanya?
Sampai datang gelap
tiada suara ku dapat
Bacalah puisi ku
dariku yang tak bisa memeluk mu
...
Yang tak terlupakan
jangan pernah melupakan
Lepaslah semua
jangan ada tersisa
ungkapan hati
setitik rasa saling memberi
Jangan lupakan aku...
Jumat, 03 Juni 2011
Dengar Dan Rasakan
Terdengar melalui desahan panjang
lewat kata-kata yang terucap di antaranya.
Nyanyian hati mengalun merdu
yang terucap dari bahasa rohani.
Melodinya hembusan angin
yang membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.
Apakah bisa memahami burung-burung
yang berkicau saat mereka memanggil bunga-bunga?
Apakah bisa mendengar bisikan sungai
saat ia mericik mengalir?
Apakah bisa mengetahui apa yang dikatakan hujan
saat ia jatuh diatas daun-daun?
Tapi hati dapat merasakan
dan menangkap suara-suara
yang bermain didalam perasaan...
lewat kata-kata yang terucap di antaranya.
Nyanyian hati mengalun merdu
yang terucap dari bahasa rohani.
Melodinya hembusan angin
yang membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.
Apakah bisa memahami burung-burung
yang berkicau saat mereka memanggil bunga-bunga?
Apakah bisa mendengar bisikan sungai
saat ia mericik mengalir?
Apakah bisa mengetahui apa yang dikatakan hujan
saat ia jatuh diatas daun-daun?
Tapi hati dapat merasakan
dan menangkap suara-suara
yang bermain didalam perasaan...
Rabu, 01 Juni 2011
Tanpa Judul 3
Dimana semua terasa hilang
betapa lemah hati ku rasakan
mengambang ditengah kebimbangan
Dimana jarak terlalu jauh
ku rasa raga mengeluh
kasih sayang seraya jatuh kebawah
Sampai kuat ku berdiri
sampai terdengar kata-kata
sampai suara mulut bisa berbahasa
biar hati kan bicara
biar hati kan rasakan
Dimana ku tak akan lupa
hadirkan penantian panjang
bukan satu alasan hinadari kenyataan
Dimana haru didalam hati mengingat
bayang-bayang jelas melekat
Sampai kini masih hilang
sampai kini lemah ku rasakan
sampai kini ku merasa bimbang
sampai kini ku masih mengeluh
sampai kini ku rasa haru
Dari yang terdalam
hati yang hampa
sekujur jiwa penuh luka
sampai tamat kisah ku
betapa lemah hati ku rasakan
mengambang ditengah kebimbangan
Dimana jarak terlalu jauh
ku rasa raga mengeluh
kasih sayang seraya jatuh kebawah
Sampai kuat ku berdiri
sampai terdengar kata-kata
sampai suara mulut bisa berbahasa
biar hati kan bicara
biar hati kan rasakan
Dimana ku tak akan lupa
hadirkan penantian panjang
bukan satu alasan hinadari kenyataan
Dimana haru didalam hati mengingat
bayang-bayang jelas melekat
Sampai kini masih hilang
sampai kini lemah ku rasakan
sampai kini ku merasa bimbang
sampai kini ku masih mengeluh
sampai kini ku rasa haru
Dari yang terdalam
hati yang hampa
sekujur jiwa penuh luka
sampai tamat kisah ku
Selasa, 31 Mei 2011
Tanpa Judul 2
Sebiru langit diangkasa
yang memantul kebumi
mengingatkan masa lalu
menorehkan rindu dan duka
Seolah dermaga tepian pantai
tempat kapal berlabuh
menepi layar pautan hati
jatuh menghantam batu karang
goyah dihempas badai gelombang
Ada risau dibalik cerita
masa yang lalu bayang kaca
benci rindu merasuk kalbu
tak ada kata mengungkapkannya
Biar kata saling berpeluk
telaga berkumpul kalbu
tak senyawa
hancur dilautan kelam
biar membelai indah dalam puisi
Ada hasrat untuk memiliki
tetapi cinta dirundung sepi
catatan sekedar tulisan
dari rasa yang nyata
yang memantul kebumi
mengingatkan masa lalu
menorehkan rindu dan duka
Seolah dermaga tepian pantai
tempat kapal berlabuh
menepi layar pautan hati
jatuh menghantam batu karang
goyah dihempas badai gelombang
Ada risau dibalik cerita
masa yang lalu bayang kaca
benci rindu merasuk kalbu
tak ada kata mengungkapkannya
Biar kata saling berpeluk
telaga berkumpul kalbu
tak senyawa
hancur dilautan kelam
biar membelai indah dalam puisi
Ada hasrat untuk memiliki
tetapi cinta dirundung sepi
catatan sekedar tulisan
dari rasa yang nyata
Senin, 30 Mei 2011
"Air mata melukiskan kepedihannya."
bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri
"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."
bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri
"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."
Tanpa Judul
Ilhami jiwanya
pergilah ia
tak sia-sia
Atap rumah hilang
dari do'a-do'a
harga yang terbeli
pantaslah dirinya
Yang samar yang gelap
turun dari pangkuan
menembus hayalan
Pergilah ia
sebelah lengan
prosa jalanan
Semusim berbunga
buyar seketika
mimpi lepas lagi
Memisahlah ia
dari dada bumi
Ruh tenggelam
serupa gumpal awan
ditelan kegelapan
dijerat keindahan mimpi
Biar hujan turun
membasahi note cerita
pergilah sepeninggalnnya
hingga senja dihati
Ingatkanlah ia
roda nasib berputar
Pergilah ia
jalannya sendiri
tajam waktu berlalu
Jangan lupa mengingat dirinya
dirinya tak mati
dikepalan tangannya
dirinya hidup
pergilah ia
tak sia-sia
Atap rumah hilang
dari do'a-do'a
harga yang terbeli
pantaslah dirinya
Yang samar yang gelap
turun dari pangkuan
menembus hayalan
Pergilah ia
sebelah lengan
prosa jalanan
Semusim berbunga
buyar seketika
mimpi lepas lagi
Memisahlah ia
dari dada bumi
Ruh tenggelam
serupa gumpal awan
ditelan kegelapan
dijerat keindahan mimpi
Biar hujan turun
membasahi note cerita
pergilah sepeninggalnnya
hingga senja dihati
Ingatkanlah ia
roda nasib berputar
Pergilah ia
jalannya sendiri
tajam waktu berlalu
Jangan lupa mengingat dirinya
dirinya tak mati
dikepalan tangannya
dirinya hidup
Minggu, 29 Mei 2011
Aku & Kamu, Kita?
Malam menelantarkan ku
tak ku temukan ada mu
lelah ku merebah
tirai malam kaburkan mataku
rasa ku lemah
malam mengoyak hasrat ku
tersemat pembaringan sunyi
tak pernah menyentuh
tak pernah mengusapmu
nafas ini, kosong...
tiada terbuka pintu mu
tiada senyum siang malam ku
tiada merangkul hati mu
tiada cinta dibenak mu
dua kutub terpisah jauh
buyar dalam tatapan hati
cerita hanya keakraban
keakraban kini bersemai rindu
tak ku temukan ada mu
lelah ku merebah
tirai malam kaburkan mataku
rasa ku lemah
malam mengoyak hasrat ku
tersemat pembaringan sunyi
tak pernah menyentuh
tak pernah mengusapmu
nafas ini, kosong...
tiada terbuka pintu mu
tiada senyum siang malam ku
tiada merangkul hati mu
tiada cinta dibenak mu
dua kutub terpisah jauh
buyar dalam tatapan hati
cerita hanya keakraban
keakraban kini bersemai rindu
Sabtu, 28 Mei 2011
Berlalu Nantinya
Lewat puisi ini kita bicara
dengan hati terbuka
membuka belunggu
melepaslah segala
walau kan datang gelap
mencari yang hilang
sesuatu kini kita temukan
ada derita dan bahagia
walau ternyata mimpi
suara hati apa adanya
langkahku kan kembali
walau berat untukmu mengerti
mengalirlah air mata jadi telaga
tempat rindu tersimpan
langkah ku pergi sendiri
mengendapkan rasa
menepi darimu
meredupkan hatiku
badai belum berlalu
tak mungkin ku berlabuh
terasa lelah...
tak lepas jerat mimpi indah
lemah tak berarti
dengan hati terbuka
membuka belunggu
melepaslah segala
walau kan datang gelap
mencari yang hilang
sesuatu kini kita temukan
ada derita dan bahagia
walau ternyata mimpi
suara hati apa adanya
langkahku kan kembali
walau berat untukmu mengerti
mengalirlah air mata jadi telaga
tempat rindu tersimpan
langkah ku pergi sendiri
mengendapkan rasa
menepi darimu
meredupkan hatiku
badai belum berlalu
tak mungkin ku berlabuh
terasa lelah...
tak lepas jerat mimpi indah
lemah tak berarti
Jumat, 27 Mei 2011
Entah
Entah apa yg dikatakan ayam dipagi hari
ketika aku masih terjaga
ketika fajar mulai berjubah
ketika ku merasa lelah berharap
Entah kata apa yg kau bisikan
membuatku terkulai disudut hatimu
ketika ku pasrah dengan keadaan
ketika ku rasakan samar kasih sayang
Entah mengapa aku tak pernah merasa jemu
jika ku mendengar suaramu
ketika ku dengar ungkapan hati
ketika ku rasa kasih saling memberi
Rembulan hilang entah kemana
tapi cinta hadir dari sudut pandang berbeda
Entah ada apa dengan hati ini
sulit untuk mengungkap semua
ketika bibir tetutup untuk berbicara
ketika ku rasakan cinta membelai indah
Naifkah aku didalam kata-kataku
tapi kasih sayang mengungkap puisi cintanya
Entah mengapa aku menyayangimu
helai udara diam disekitar ku
ketika hariku menelusup dengan harapan
ketika pilunya rindu menusuk jiwaku
ketika aku tak sepenuhnya bisa memilikimu
Aku terhanyut dalam mimpiku
tapi setulusnya aku mecintaimu....
Entah mengapa aku sayang padamu...
ketika aku masih terjaga
ketika fajar mulai berjubah
ketika ku merasa lelah berharap
Entah kata apa yg kau bisikan
membuatku terkulai disudut hatimu
ketika ku pasrah dengan keadaan
ketika ku rasakan samar kasih sayang
Entah mengapa aku tak pernah merasa jemu
jika ku mendengar suaramu
ketika ku dengar ungkapan hati
ketika ku rasa kasih saling memberi
Rembulan hilang entah kemana
tapi cinta hadir dari sudut pandang berbeda
Entah ada apa dengan hati ini
sulit untuk mengungkap semua
ketika bibir tetutup untuk berbicara
ketika ku rasakan cinta membelai indah
Naifkah aku didalam kata-kataku
tapi kasih sayang mengungkap puisi cintanya
Entah mengapa aku menyayangimu
helai udara diam disekitar ku
ketika hariku menelusup dengan harapan
ketika pilunya rindu menusuk jiwaku
ketika aku tak sepenuhnya bisa memilikimu
Aku terhanyut dalam mimpiku
tapi setulusnya aku mecintaimu....
Entah mengapa aku sayang padamu...
Kamis, 26 Mei 2011
Kabar Desa
Tanah subur dibawah langit biru
begitu indah setiap musimnya
angin berhembus
menembus ladang padi
burung sawah bersiul
burung ladang bernyanyi
mengundang hujan turun
Malam indah bagai pagi
tersebar gelak senyum tawa
begitu indah dan nikmat karunia
burung dara memadu asmara
burung merpati mengikat cinta
begitu indah setiap musimnya
angin berhembus
menembus ladang padi
burung sawah bersiul
burung ladang bernyanyi
mengundang hujan turun
Malam indah bagai pagi
tersebar gelak senyum tawa
begitu indah dan nikmat karunia
burung dara memadu asmara
burung merpati mengikat cinta
Rabu, 25 Mei 2011
Penggalan Peristiwa
Lewat puisi ia tuliskan peristiwa
yang tak mulus jalanya
sejauh mata memandang
seluas samudra membentang
arak-arakan halulalang melintang
matahari menghangati kasihnya
hati yang tak tersentuh cinta
Kalimat yang bermuara
dari ia ketulusan kedua mata
mengeja batang pohon patah
hingga tumbuh kembali cabang rantingnya
dan juga air mengalir
sampai cerita yang tak tuntas oleh peristiwa
keindahan ia tersenyum sembunyikan duka
Ia menuliskan peristiwa
syair puisi tercipta indahannya
menyejukan para pembaca
sesampainya ia benar-benar hidupkan duka
Dari perjalanan peristiwa
tercipta harmoni karya
lembut bait-bait aksara
tepis bintik-bintik air mata
keruh hatinya terluka
Ia... hatinya tak tersentuh cinta
yang tak mulus jalanya
sejauh mata memandang
seluas samudra membentang
arak-arakan halulalang melintang
matahari menghangati kasihnya
hati yang tak tersentuh cinta
Kalimat yang bermuara
dari ia ketulusan kedua mata
mengeja batang pohon patah
hingga tumbuh kembali cabang rantingnya
dan juga air mengalir
sampai cerita yang tak tuntas oleh peristiwa
keindahan ia tersenyum sembunyikan duka
Ia menuliskan peristiwa
syair puisi tercipta indahannya
menyejukan para pembaca
sesampainya ia benar-benar hidupkan duka
Dari perjalanan peristiwa
tercipta harmoni karya
lembut bait-bait aksara
tepis bintik-bintik air mata
keruh hatinya terluka
Ia... hatinya tak tersentuh cinta
Selasa, 24 Mei 2011
(Jika) Sebuah Akhir
irApakah benar apa kata mereka ?
apakah mata terlalu buta untuk mencari jalan
takut untuk mengetahui
warna awan hati ini
Terlahir kedunia nyata
melihat melalui mata sendiri
mencobalah untuk mengerti
tak ingin kehilangan apa yang telah dimiliki
wajar untuk bermimpi
siapa yang dapat menyangkal
jika mimpi adalah salah satu cara terbaik untuk hidup
antara kebenaran dan kebohongan
Menembus permukaan
melihat siapa diri ini
begitu ketakutan membuat jiwa layu
pata titik yang menjadi jalan
menjadi perubahan digenggaman
bahwa ini bukan sebuah akhir
Kapan akan datang kedunia
memecah rantai
terlihat oleh mata
terdengar oleh kebisuan
sebelum hilang yang telah termiliki
Waktu membawa mimpi-mimpi
terlihat keajaiban
terlihat kengerian
semua hanya cerita
kebersamaan tak akan selamanya
sampainya tak ada air mata
apakah mata terlalu buta untuk mencari jalan
takut untuk mengetahui
warna awan hati ini
Terlahir kedunia nyata
melihat melalui mata sendiri
mencobalah untuk mengerti
tak ingin kehilangan apa yang telah dimiliki
wajar untuk bermimpi
siapa yang dapat menyangkal
jika mimpi adalah salah satu cara terbaik untuk hidup
antara kebenaran dan kebohongan
Menembus permukaan
melihat siapa diri ini
begitu ketakutan membuat jiwa layu
pata titik yang menjadi jalan
menjadi perubahan digenggaman
bahwa ini bukan sebuah akhir
Kapan akan datang kedunia
memecah rantai
terlihat oleh mata
terdengar oleh kebisuan
sebelum hilang yang telah termiliki
Waktu membawa mimpi-mimpi
terlihat keajaiban
terlihat kengerian
semua hanya cerita
kebersamaan tak akan selamanya
sampainya tak ada air mata
Minggu, 22 Mei 2011
Yang hitam bukan persoalan
kenapa yang putih dipersoalkan...
wajah murung ungkapan nanti
hati lesuh janji tak pasti
nasib hitam tak jadi soal
nasib putih dijejal persoalan
sebab putih nampak dipandang mata
sedang hitam hilang diketiak penjagalnya
putih yang bertanya
dikekang setan mengangkan
jawablah untuk satu rasa
hitam tak membagi tempat
tiada lagi pijakan kaki
hitam bersua mengisi kantong pribadi
bukan gurau teman dikedai kopi
diterima untuk putihmu sisa bencana erosi
kenapa yang putih dipersoalkan...
wajah murung ungkapan nanti
hati lesuh janji tak pasti
nasib hitam tak jadi soal
nasib putih dijejal persoalan
sebab putih nampak dipandang mata
sedang hitam hilang diketiak penjagalnya
putih yang bertanya
dikekang setan mengangkan
jawablah untuk satu rasa
hitam tak membagi tempat
tiada lagi pijakan kaki
hitam bersua mengisi kantong pribadi
bukan gurau teman dikedai kopi
diterima untuk putihmu sisa bencana erosi
Sabtu, 21 Mei 2011
Malam, Kunang
...
Seekor kunang terbang melayang-layang
kerlap-kerlip bercahaya
malam disebuah desa
...
Mata nampak terpesona
saksikan keadaan yang ada
malam pinggiran kota
...
Gardu perempatan tempat sandaran
sang perkasa sinari batinnya
malam ujung jalan
...
Lambat laju pelayaran
musim penghujan
butiran embun jadi teman
malam tempat mencari pegangan
...
Kunang terbang menari-nari
membuat bunga-bunga terpatri
malam pencarian arti
Seekor kunang terbang melayang-layang
kerlap-kerlip bercahaya
malam disebuah desa
...
Mata nampak terpesona
saksikan keadaan yang ada
malam pinggiran kota
...
Gardu perempatan tempat sandaran
sang perkasa sinari batinnya
malam ujung jalan
...
Lambat laju pelayaran
musim penghujan
butiran embun jadi teman
malam tempat mencari pegangan
...
Kunang terbang menari-nari
membuat bunga-bunga terpatri
malam pencarian arti
Jumat, 20 Mei 2011
(Bukan) Bunga Namanya
" Aku mengenal baik pribadinya. "
bunga sepatu malu-maludaunnya hijau
warna merah menyala
saat senja meminang kepadanya
" Aura yang mempesona, aku tak luput sekejap memandangnya. "
bukan melati putih
sederhana
merekah anggun senyumnya
hanya ketulusan
" Ternyata, si Empunya memilihnya, dari pilihan yang sementara. Syarat tua si Empunya meminangkannya. "
maka mawar disandangnya
melingkupi harga diri
yang dikenal
yang terlupakan
" Seandainya dulu ku tak pernah mencintainya. Mungkin semua berbeda dan tak akan pernah ku rasakan luka. Ku sadar, cintanya bukan untukku... "
tak sama janjinya...
keangkuhan emosi, bayang-bayang keinginan memiliki
bunga sepatu malu-maludaunnya hijau
warna merah menyala
saat senja meminang kepadanya
" Aura yang mempesona, aku tak luput sekejap memandangnya. "
bukan melati putih
sederhana
merekah anggun senyumnya
hanya ketulusan
" Ternyata, si Empunya memilihnya, dari pilihan yang sementara. Syarat tua si Empunya meminangkannya. "
maka mawar disandangnya
melingkupi harga diri
yang dikenal
yang terlupakan
" Seandainya dulu ku tak pernah mencintainya. Mungkin semua berbeda dan tak akan pernah ku rasakan luka. Ku sadar, cintanya bukan untukku... "
tak sama janjinya...
keangkuhan emosi, bayang-bayang keinginan memiliki
Rabu, 18 Mei 2011
Menunggu Akhir
Dimana awal
dimana akhir
hanya gerak tanpa suara
daun-daun yang bergoyang
tapi ku mendengar nada dan irama
meskipun terdengar samar
sesuatu yang tak bisa ku rasakan
Dengan angin yang menghembus diudara
seperti memegang sesuatu yang tak ada
karena hidupku merasa belas kasihan
dari rasa sakitdan rasa takut
sampainya mati baru terlupakan
dan menghilang
Kapan akhir datang
berharap ku punya daya untuk berdiri
bukan yang terekayasa
bukan yang tersandiwara
Lingkar cayahaya
berputar-putar dipikiran ku
banyak hal tak terkatakan
Bagaimana ku melanjutkan
jika berbohong aku tak tau merasakannya
Ku lakukan untuk sesuatu yang baru
berpegang pada apa yang tak ku punya
Duduk di sebuah ruangan kosong
bukan untuk masa lalu
ku pikir itu merasa benar tetapi yang benar salah
semua terperangkap dalam mata badai
dan mencoba untuk mencari tahu bagaimana rasanya keindahan
Melati Putih
Melati putih dihalaman
enggan berbunga
nampak layu daun-daunnya
Kamboja disampingnya
teman hidup melihat purnama
Melati putih tanahnya kering
berselimut debu
angin bertiup oleh jalanan
Melati putih ntah kan bersemi
nampak tua
ranting mengring
Langganan:
Postingan (Atom)