Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Biar Ada Cinta

Biar ada cinta slamanya
walau tak ada tatap mata
walau tak berhadap jiwa raga


Biar ini didalam hati saja
walau kata-kata sering kali mengungkapkannya
walau tak sama cinta mereka


Biar hasrat menyayangi tumbuh dikalbu
walau rindu terbalas rasa cemburu

Selasa, 07 Juni 2011

Suara Hati

Tiada angin malam berhembus

tiada lirihnya menyapa
tiada ku rasa semilir kehadiranmu
ku tanya rindu
kemana tujuan cinta

sekeping jiwa ragaku
tiada berpijak dibumi
rindu ini merangkul kalbu
menghiasi dan membelenggu


pujian hatiku memanggilmu
lewat angkasa terdengar syahdu
engkau dengarkah suara hatiku

Minggu, 05 Juni 2011

Darimu Ku Tuliskan

Apa arti tameng sementara aku pasti kalah perang

kutelah pijakan kaki dibumi mimpi
hingga tak tau mentari telah beranjak senja
dan ku hanya berselimut pekat


Biarlah dalam sepimu
bersama gerimis dan sisa surya
aku berdendang tentang pelangi
bila saatnya memudar
kau telah tersenyum
memeluk cinta
dan melangkah bersama angin


Bersandarlah pada bahuku
rabahkan penatmu
kan ku bercerita tentang rindu
yang tak pernah putus
diantara senyum dan rapuh kisahku


Menjagamu dengan hatiku
membelaimu dengan tulusku
karena aku bukan malaikat
yang tak kuasa menahan kasih yang di anugerahkan


Ku tak berani berucap cinta
karena aku tak ingin sakit
meski kini telah sakit
berdusta pada hati
hanya ketulusan kasih
itu saja, terimalah...


Kepadaa mereka aku ingin berteriak
muntahkan rasa yang ada dari mu
namun bibirku terkunci takdir


Kamu seperti kertas
yang aku bisa menulis apa ssaja dihati mu
seperti bayi
yang tak kenal dusta


Tak ada bantahan yang berarti dalam ucapmu
meng-iya-kan apa yang ku pinta
egomu kau bunuh
dewasanya kamu...


Biarlah aku menimangmu cinta
biar aku memanjakanmu sayang
selalu terselip dihatiku
kamu...


Bukian kata indah ku suguhkan
tak sekedar manis ucapan
baik atau buruk yang kau tangkap
sejujurnya itu aku...
I Love You kasih
With all of my heart...

Sabtu, 04 Juni 2011

Jangan Lupakan Aku

Apa yang ia fikirkan,

samakah dengan yang ku fikirkan?
Apa yang ia impikan,
samakah dengan impianku?


Semua tak sama
tak akan pernah sama
apa yang ku sentuh
belum pernah ku rasa utuh


Ada rasa
tak bersuara
mata ku tak buta
tak melihat walau ku paksa


Apakah ia lupa,
saat aku tak pernah bisa melupakan namanya?


Sampai datang gelap
tiada suara ku dapat


Bacalah puisi ku
dariku yang tak bisa memeluk mu

...
Yang tak terlupakan
jangan pernah melupakan


Lepaslah semua
jangan ada tersisa
ungkapan hati
setitik rasa saling memberi


Jangan lupakan aku...

Jumat, 03 Juni 2011

Dengar Dan Rasakan

Terdengar melalui desahan panjang

lewat kata-kata yang terucap di antaranya.
Nyanyian hati mengalun merdu
yang terucap dari bahasa rohani.
Melodinya hembusan angin
yang membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.


Apakah bisa memahami burung-burung
yang berkicau saat mereka memanggil bunga-bunga?
Apakah bisa mendengar bisikan sungai
saat ia mericik mengalir?
Apakah bisa mengetahui apa yang dikatakan hujan
saat ia jatuh diatas daun-daun?


Tapi hati dapat merasakan
dan menangkap suara-suara
yang bermain didalam perasaan...

Rabu, 01 Juni 2011

Tanpa Judul 3

Dimana semua terasa hilang
betapa lemah hati ku rasakan
mengambang ditengah kebimbangan

Dimana jarak terlalu jauh
ku rasa raga mengeluh
kasih sayang seraya jatuh kebawah


Sampai kuat ku berdiri
sampai terdengar kata-kata
sampai suara mulut bisa berbahasa

biar hati kan bicara
biar hati kan rasakan


Dimana ku tak akan lupa
hadirkan penantian panjang
bukan satu alasan hinadari kenyataan


Dimana haru didalam hati mengingat
bayang-bayang jelas melekat


Sampai kini masih hilang
sampai kini lemah ku rasakan
sampai kini ku merasa bimbang
sampai kini ku masih mengeluh
sampai kini ku rasa haru


Dari yang terdalam
hati yang hampa
sekujur jiwa penuh luka
sampai tamat kisah ku

Selasa, 31 Mei 2011

Tanpa Judul 2

Sebiru langit diangkasa

yang memantul kebumi
mengingatkan masa lalu
menorehkan rindu dan duka


Seolah dermaga tepian pantai
tempat kapal berlabuh
menepi layar pautan hati
jatuh menghantam batu karang
goyah dihempas badai gelombang


Ada risau dibalik cerita
masa yang lalu bayang kaca
benci rindu merasuk kalbu
tak ada kata mengungkapkannya


Biar kata saling berpeluk
telaga berkumpul kalbu
tak senyawa
hancur dilautan kelam
biar membelai indah dalam puisi


Ada hasrat untuk memiliki
tetapi cinta dirundung sepi
catatan sekedar tulisan
dari rasa yang nyata

Senin, 30 Mei 2011

"Air mata melukiskan kepedihannya."



bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri

"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."

Tanpa Judul

Ilhami jiwanya

pergilah ia
tak sia-sia


Atap rumah hilang
dari do'a-do'a
harga yang terbeli
pantaslah dirinya


Yang samar yang gelap
turun dari pangkuan
menembus hayalan


Pergilah ia
sebelah lengan
prosa jalanan


Semusim berbunga
buyar seketika
mimpi lepas lagi


Memisahlah ia
dari dada bumi


Ruh tenggelam
serupa gumpal awan
ditelan kegelapan
dijerat keindahan mimpi


Biar hujan turun
membasahi note cerita
pergilah sepeninggalnnya
hingga senja dihati
Ingatkanlah ia
roda nasib berputar


Pergilah ia
jalannya sendiri
tajam waktu berlalu


Jangan lupa mengingat dirinya
dirinya tak mati
dikepalan tangannya
dirinya hidup

Minggu, 29 Mei 2011

Aku & Kamu, Kita?

Malam menelantarkan ku

tak ku temukan ada mu
lelah ku merebah


tirai malam kaburkan mataku
rasa ku lemah


malam mengoyak hasrat ku
tersemat pembaringan sunyi
tak pernah menyentuh
tak pernah mengusapmu


nafas ini, kosong...


tiada terbuka pintu mu
tiada senyum siang malam ku
tiada merangkul hati mu
tiada cinta dibenak mu


dua kutub terpisah jauh
buyar dalam tatapan hati


cerita hanya keakraban
keakraban kini bersemai rindu

Sabtu, 28 Mei 2011

Berlalu Nantinya

Lewat puisi ini kita bicara

dengan hati terbuka
membuka belunggu
melepaslah segala
walau kan datang gelap
mencari yang hilang
sesuatu kini kita temukan
ada derita dan bahagia
walau ternyata mimpi
suara hati apa adanya


langkahku kan kembali
walau berat untukmu mengerti
mengalirlah air mata jadi telaga
tempat rindu tersimpan


langkah ku pergi sendiri
mengendapkan rasa
menepi darimu
meredupkan hatiku
badai belum berlalu
tak mungkin ku berlabuh
terasa lelah...
tak lepas jerat mimpi indah
lemah tak berarti

Jumat, 27 Mei 2011

Entah

Entah apa yg dikatakan ayam dipagi hari

ketika aku masih terjaga
ketika fajar mulai berjubah
ketika ku merasa lelah berharap


Entah kata apa yg kau bisikan
membuatku terkulai disudut hatimu
ketika ku pasrah dengan keadaan

ketika ku rasakan samar kasih sayang
Entah mengapa aku tak pernah merasa jemu
jika ku mendengar suaramu
ketika ku dengar ungkapan hati
ketika ku rasa kasih saling memberi


Rembulan hilang entah kemana
tapi cinta hadir dari sudut pandang berbeda
Entah ada apa dengan hati ini
sulit untuk mengungkap semua
ketika bibir tetutup untuk berbicara
ketika ku rasakan cinta membelai indah


Naifkah aku didalam kata-kataku
tapi kasih sayang mengungkap puisi cintanya


Entah mengapa aku menyayangimu
helai udara diam disekitar ku
ketika hariku menelusup dengan harapan
ketika pilunya rindu menusuk jiwaku
ketika aku tak sepenuhnya bisa memilikimu
Aku terhanyut dalam mimpiku
tapi setulusnya aku mecintaimu....


Entah mengapa aku sayang padamu...

Kamis, 26 Mei 2011

Kabar Desa

Tanah subur dibawah langit biru

begitu indah setiap musimnya
angin berhembus
menembus ladang padi
burung sawah bersiul
burung ladang bernyanyi
mengundang hujan turun

Malam indah bagai pagi
tersebar gelak senyum tawa
begitu indah dan nikmat karunia
burung dara memadu asmara
burung merpati mengikat cinta

Rabu, 25 Mei 2011

Penggalan Peristiwa

Lewat puisi ia tuliskan peristiwa

yang tak mulus jalanya
sejauh mata memandang
seluas samudra membentang
arak-arakan halulalang melintang
matahari menghangati kasihnya
hati yang tak tersentuh cinta
Kalimat yang bermuara
dari ia ketulusan kedua mata
mengeja batang pohon patah
hingga tumbuh kembali cabang rantingnya
dan juga air mengalir
sampai cerita yang tak tuntas oleh peristiwa
keindahan ia tersenyum sembunyikan duka
Ia menuliskan peristiwa
syair puisi tercipta indahannya
menyejukan para pembaca
sesampainya ia benar-benar hidupkan duka
Dari perjalanan peristiwa
tercipta harmoni karya
lembut bait-bait aksara
tepis bintik-bintik air mata
keruh hatinya terluka
Ia... hatinya tak tersentuh cinta

Selasa, 24 Mei 2011

(Jika) Sebuah Akhir

irApakah benar apa kata mereka ?
apakah mata terlalu buta untuk mencari jalan
takut untuk mengetahui
warna awan hati ini

Terlahir kedunia nyata
melihat melalui mata sendiri
mencobalah untuk mengerti
tak ingin kehilangan apa yang telah dimiliki
wajar untuk bermimpi
siapa yang dapat menyangkal
jika mimpi adalah salah satu cara terbaik untuk hidup
antara kebenaran dan kebohongan

Menembus permukaan
melihat siapa diri ini
begitu ketakutan membuat jiwa layu
pata titik yang menjadi jalan
menjadi perubahan digenggaman
bahwa ini bukan sebuah akhir

Kapan akan datang kedunia
memecah rantai
terlihat oleh mata
terdengar oleh kebisuan
sebelum hilang yang telah termiliki

Waktu membawa mimpi-mimpi
terlihat keajaiban
terlihat kengerian
semua hanya cerita
kebersamaan tak akan selamanya
sampainya tak ada air mata

Minggu, 22 Mei 2011

Yang hitam bukan persoalan
kenapa yang putih dipersoalkan...
wajah murung ungkapan nanti
hati lesuh janji tak pasti
nasib hitam tak jadi soal
nasib putih dijejal persoalan
sebab putih nampak dipandang mata
sedang hitam hilang diketiak penjagalnya
putih yang bertanya
dikekang setan mengangkan
jawablah untuk satu rasa
hitam tak membagi tempat
tiada lagi pijakan kaki
hitam bersua mengisi kantong pribadi
bukan gurau teman dikedai kopi
diterima untuk putihmu sisa bencana erosi

Sabtu, 21 Mei 2011

Malam, Kunang

...
Seekor kunang terbang melayang-layang
kerlap-kerlip bercahaya
malam disebuah desa
...
Mata nampak terpesona
saksikan keadaan yang ada
malam pinggiran kota


...
Gardu perempatan tempat sandaran
sang perkasa sinari batinnya
malam ujung jalan


...
Lambat laju pelayaran
musim penghujan
butiran embun jadi teman
malam tempat mencari pegangan


...
Kunang terbang menari-nari
membuat bunga-bunga terpatri
malam pencarian arti

Jumat, 20 Mei 2011

(Bukan) Bunga Namanya

" Aku mengenal baik pribadinya. "

bunga sepatu malu-maludaunnya hijau

warna merah menyala

saat senja meminang kepadanya



" Aura yang mempesona, aku tak luput sekejap memandangnya. "

bukan melati putih

sederhana

merekah anggun senyumnya

hanya ketulusan

 
" Ternyata, si Empunya memilihnya, dari pilihan yang sementara. Syarat tua si Empunya meminangkannya. "

maka mawar disandangnya

melingkupi harga diri

 
yang dikenal

yang terlupakan


" Seandainya dulu ku tak pernah mencintainya. Mungkin semua berbeda dan tak akan pernah ku rasakan luka. Ku sadar, cintanya bukan untukku... "

tak sama janjinya...

keangkuhan emosi, bayang-bayang keinginan memiliki

Rabu, 18 Mei 2011

Menunggu Akhir


Dimana awal
dimana akhir

hanya gerak tanpa suara
daun-daun yang bergoyang
tapi ku mendengar nada dan irama
meskipun terdengar samar
sesuatu yang tak bisa ku rasakan

Dengan angin yang menghembus diudara
seperti memegang sesuatu yang tak ada 
karena hidupku merasa belas kasihan
dari rasa sakitdan rasa takut
sampainya mati baru terlupakan
dan menghilang 

Kapan akhir datang
berharap ku punya daya untuk berdiri
bukan yang terekayasa
bukan yang tersandiwara

Lingkar cayahaya
berputar-putar dipikiran ku
banyak hal tak terkatakan

Bagaimana ku melanjutkan
jika berbohong aku tak tau merasakannya

Ku lakukan untuk sesuatu yang baru
berpegang pada apa yang tak ku punya 

Duduk di sebuah ruangan kosong
bukan untuk masa lalu
ku pikir itu merasa benar tetapi yang benar salah 
semua terperangkap dalam mata badai 
dan mencoba untuk mencari tahu bagaimana rasanya keindahan

Melati Putih

Melati putih dihalaman
enggan berbunga
nampak layu daun-daunnya

Kamboja disampingnya
teman hidup melihat purnama

Melati putih tanahnya kering
berselimut debu
angin bertiup oleh jalanan 

Melati putih ntah kan bersemi
nampak tua
ranting mengring