Titik jenuh ku rasakan
pada lingkar semu guratkan kesedihan
bersembunyi dalam kesendirian
sepi selimut awan kelam
rasa yang tak pernah ku inginkan
kebosanan yang menyesakan
tatapan mata kosong
berkeluh perasaan
rindu terbenam dilembah kenistaan
Tampilkan postingan dengan label Tanpa Judul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanpa Judul. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Juni 2011
Selasa, 31 Mei 2011
"Kemana kau tau isi hatiku,
ketika kau lihat isi bola mataku?"
Jangan dekatkan matahari
dingin biar ku sendiri
jiwa yang sepi
...mulai terabaikan...
Seperti mudar langit ku
biru kelabu...
Indah begitu tenang
terasa terbuai alunannya...
ketika kau lihat isi bola mataku?"
Jangan dekatkan matahari
dingin biar ku sendiri
jiwa yang sepi
...mulai terabaikan...
Seperti mudar langit ku
biru kelabu...
Indah begitu tenang
terasa terbuai alunannya...
Senin, 30 Mei 2011
"Air mata melukiskan kepedihannya."
bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri
"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."
bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri
"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."
Minggu, 08 Mei 2011
Diluar cinta cinta cita kita harapkan
bukan kedustaan
kepastian yg hanya jadi obrolan
ketika rasa dilempar
keseimbangan jadi tak seimbang
gambaran tingkat pundak menjadi tangisan
menanti dan menanti
sabar sabar dan sabar
menunggulah dijalanan
panasnya mentari panaskan hati
perilaku yg setiap hari kita lakukan
kapan akan datang
jawaban cinta cinta cita
bukan obrolan yg dimuat dikoran harian
Jawablah dengan rasa cinta
keadilan yang menjadi tontonan
permalukan hukummu dimeja pengadilan
lihat cinta cinta cita anak manusia
menangisi tinggi jabatanmu
dimana kau bersembunyi
kami punya malaikat yang selalu mengikuti
keadilan yang menjadi tontonan
permalukan hukummu dimeja pengadilan
lihat cinta cinta cita anak manusia
menangisi tinggi jabatanmu
dimana kau bersembunyi
kami punya malaikat yang selalu mengikuti
Sabtu, 23 April 2011
Yang berapi dengan kayu disekitarnya
duduk disekelilingnya untuk medatangkan kehangatan
dari api yang menjilat-jilat ke atas langit
seolah memanggil-manggil nama Ilahi
...Dari lembaran yg terbuka
tulisan tentang gunung lautan dan alam yg marah
dari mereka yg memainkan panasnya api
Demi langit yg ditinggikan
untuk keringat yg dikeluarkan
dengan sandaran dipan-dipan
dan bidadari yg amat indah
...dengan mutiara yg disimpan
tercukupilah apa yang menjadi hak-hak
Temuilah hari itu
tanpa ada tipu daya untuk menghindari
Selasa, 22 Maret 2011
Bayanganmu nampak tak bisa ku sentuh
ntah kata apa yg mengikat jiwamu
sempat goyahkan hasrat rindu yg lalu
palingkan harapan hati yg bertanya-tanya
ku milikikah sesuatu yg ku genggam?
Ku hisap dalam rokokku
kepala yg mendongak menusuk langit
tak padamkan ujung mata api yg menyala
sejenak berkedip...
Harmonika menyumpal mulutmu
bernada tak berkata
seolah berteriak memanggil Tuhan
sadarkan hati...
Tiada senja dihati
nampak embun pagi didaun talas
mengerang ditepi helaian karang
menua mengerut kulit dahimu
Ada paduan suara menanti bersama melati
yang membelah tangisan diakhir parade
mengiringimu...
ntah kata apa yg mengikat jiwamu
sempat goyahkan hasrat rindu yg lalu
palingkan harapan hati yg bertanya-tanya
ku milikikah sesuatu yg ku genggam?
Ku hisap dalam rokokku
kepala yg mendongak menusuk langit
tak padamkan ujung mata api yg menyala
sejenak berkedip...
Harmonika menyumpal mulutmu
bernada tak berkata
seolah berteriak memanggil Tuhan
sadarkan hati...
Tiada senja dihati
nampak embun pagi didaun talas
mengerang ditepi helaian karang
menua mengerut kulit dahimu
Ada paduan suara menanti bersama melati
yang membelah tangisan diakhir parade
mengiringimu...
Minggu, 20 Maret 2011
Beban gelap ku pikul malam ini.
Sampai subuh menjelang belum terlepas dari genggaman tanganku.
Iringan suara hewan malam mengiringi.
Di intip setan jahanam dibalik pepohonan.
Mengendus nafas yang kelelahan.
Tak ringan resiko menanti di pertikungan jalan.
Hanya disela asap rokok otakku berfikir tentang hasil.
Menutup hutang dan kebutuhan.
Maaf... mataku yang buta!
Kamis, 13 Januari 2011
Wanita Dalam Impian
Ku cipta kekasih hayalan, muncul dari kesendirian, terdengar dari alam impian.
Seseorang yg akan berbagi kebahagiaan dan derita kehidupan dengan diriku.
Ketika pagi membangunkanku, aku melihatnya membenahi ranjangku , mata yg menatap kpd ku dgn tatapan mata keibuan yg penuh kasih.
Ia datang kpd ku saat aku susah dan gelisah, kemudian seluruh kcemasan dan kesusahan berubah menjadi kesenangan dan ketenangan.
Ku melihatnya diantara wajah2 yg ingin ku hindari, badai dlm jiwaku sketika dan digantikan alunan desah merdu.
Tatkala ku sendiri, pahit kehidupan ku rasa bagai ank panah menikam jantung, ku melihatnya, kekasihku menatapku dgn mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan kehidupan terasa seperti di taman surga.
Seseorang yg akan berbagi kebahagiaan dan derita kehidupan dengan diriku.
Ketika pagi membangunkanku, aku melihatnya membenahi ranjangku , mata yg menatap kpd ku dgn tatapan mata keibuan yg penuh kasih.
Ia datang kpd ku saat aku susah dan gelisah, kemudian seluruh kcemasan dan kesusahan berubah menjadi kesenangan dan ketenangan.
Ku melihatnya diantara wajah2 yg ingin ku hindari, badai dlm jiwaku sketika dan digantikan alunan desah merdu.
Tatkala ku sendiri, pahit kehidupan ku rasa bagai ank panah menikam jantung, ku melihatnya, kekasihku menatapku dgn mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan kehidupan terasa seperti di taman surga.
Malam menebar jubah hitam,hingga gelap menyelimuti perbukitan. Langkah menuju kabut, berdiri diantara jurang, tersembunyi dr segala pandangan, berseru kpd alam;
...
Hai kabut saudara ku, hembusan nafas murni yg blum jadi, aku akn pulang kpd mu, desahan tanpa suara, bagai kata-kata yg blum terucap.
Hasrat bergetar tanpa tujuan, pikiran yg mlayang blum bertemu.
Kedirian ku lenyap hilang, segala tepi pembat...as tumbang, rantai belenggu tak lagi menghadang, bersama mu ku arungi samudra zaman.
Ketika pagi menabur embun ditaman, aku akan menjelma menjadi seorang bayi dalam dekapan seorang perempuan.
Kata yang tak bisa terucap oleh bibir; tapi hati berbicara kutipan jari, membukukan kata. Sampaikan suara hati, dari kekasih yang tak ingin sendiri, dari gadis dalam hening menyimak sukma, darinya angan yg melayang terbang bagaikan kapas yg melayang ringan dipadang kesunyian.
Hanyakah mimpi? Hanya langit mega berarak lalu mekar dilangit hati?
Salju angan2 dan mimpi akan meleleh lenyap dalam tiada, musim semi tiba
Kata yg terucap oleh empat bibir mengikrarkan bahwa hati adlh singgasana, cinta sbgai raja, dan kesetiaan mnjadi mahkotanya.
Belaian jemari angin yg lembut smilir diatas bibir kelopak mawar, teriringi desah panjang pembebasan dan sbuah rintihan yg manis
Getaran membawa para pecinta dr dunia yg penuh beban dan ukuran menuju dunia mimpi, menjadikan penyatuan dr 2 bunga yg harum smerbak, campuran keharuman menciptakan jiwa ketiga
Bila lirikan pertama adalah benih yg di sebarkan oleh sang dewi di ladang hati, maka ciuman adalah bunga di ujung dahan pohon kehidupan...
Lampu kota bersinar terang. Lampu2 kendaraan terlihat berjajar & seraya berjalan beruntun. Bulan di atas langit bersinar tak penuh, lumayan terang. Bintang2 di sekitarnya pun berkelap-kelip tak terhitung. Kadang, bulan dan bintang tertutupi awan kecil yg samar2 terlihat.
...terpikir pengharapan
akankah terwujud
mustahilkah pengharapan
cinta tak mustahil
...kasih sayang tak mustahil
adanya tak mustahil
cintaku, mustahilkah
mustahil cintaku meraih cintanya
mustahil cintaku dapat menggenggam kasih sayangnya
mustahil cintaku dapat menemani sampai akhir hayat
cintaku akan kandas
ku ketahui cintaku mencintainya...
Kelam malamlangit tertutup awan
bulan bintang tak dapat menampakkan keindahannya
gelisah
hati tak tenang
...
"Astagfirullah...
...
Biar ku tunggu cinta, adakah yang lebih pantas darinya
Tetesannya menggenangi jiwa seluas samudra
Meniti perlahan kan ku pungut dari yang tercecer
Langit demi langit
Berjalan dalam belantara luas
Langkah lunglai tenggelam dengan cintaku
Kini aku tak berdaya
Tak ada batas untuk menepi
Berdiri rumah cinta di atas lembah hati
Ku bangun untukmu
Beratap kasih sayang lantai pasir air mata
?...
Biar ku tunggu cinta, adakah yang lebih pantas darinya
Tetesannya menggenangi jiwa seluas samudra
Meniti perlahan kan ku pungut dari yang tercecer
Langit demi langit
Berjalan dalam belantara luas
Langkah lunglai tenggelam dengan cintaku
Kini aku tak berdaya
Tak ada batas untuk menepi
Berdiri rumah cinta di atas lembah hati
Ku bangun untukmu
Beratap kasih sayang lantai pasir air mata
?...
Yang kmarin mungkin kenangan, atau sebuah pembelajaran.
Yang sekarang sedang berjalan, atau mungkin tertunda.
Esok masih menunggu, dlm do'a dan harapan lebih baik dari hari ini dan kemarin yg telah berlalu.
Siang malam
...cerah kadang hujan
lurus tak heran berliku
dicari karna dicintai
berbuah manis
...
Musnah pikir tentangmu
akhir senja tak bermega
hitam kelabu menghias namamu
sakit saat kau gigit hidungku
memanen luka yg tak kau sadari
...
asap membias wajah
jauh-jauh ku lempar
dalam-dalam ku telan
mual hati karnamu
sadarlah akan tingkahmu
rubahlah jadi kupu
dari ulat yg menggerogoti
buatlah jiwaku tenang memandang
membias wangi dari aroma yg kau sebar
Si Buta berlalu
dengan rempah dalam saku
bersiul senandung rindu
pada mereka kenangan lalu
...
ku takut tau
apa dlam pikir mu
tentang aku
mungkin bayangan kelabu
tiga dua satu
jari - jari melagu
bukan lagu rindu
lagu usang ku cipta untukmu
dengan rempah dalam saku
bersiul senandung rindu
pada mereka kenangan lalu
...
ku takut tau
apa dlam pikir mu
tentang aku
mungkin bayangan kelabu
tiga dua satu
jari - jari melagu
bukan lagu rindu
lagu usang ku cipta untukmu
Dalam sidang
timbangan buta
antara satu dua tiga dengan kamu
antara dia mereka dengan kamu
jangan tanya kemiringannya
...ketahui isi
pahami dg hati
Kapas melayang-layang
batu amblas tenggelam
mana engkau pilih?
Bunga tanpa warna
patah tangkainya
atau bibit hijau?
tanpa hujan
dan cahya terang
jawaban mengubur diri
Bulan terang
tersenyum melukai aku
bintang - bintang
menyorot mencabik aku
...tentang dia yang hitam
tak ku lihat
tentang dia yang putih
tak ku dengar
malam - malam
menangisi rindu yg kelam
senja tadi
hingga kini
sendiri aku terjaga
teman setia
racun nikotin jadi candu
luapan asap
terbang menulis imajinasi
ku tunggu esok
gugah hati aku
dengan cintamu
Sabtu, 01 Januari 2011
Luapan asap rokok
fajar berpengantin
tanpa bintang
tanpa bulan
...
rintik hujan mungil
senang mencandai
bukan merayu
gemuruh ditabuh
merangkul kilat
senang menggoda
bukan menakuti
...mungkin
cara alam mengekspresikan diri
tapi pasti
kehendak-Nya
siapa yg bisa memungkiri
terlukis indah
bagai kaligrafi
atau yg lain mungkin...
fajar berpengantin
tanpa bintang
tanpa bulan
...
rintik hujan mungil
senang mencandai
bukan merayu
gemuruh ditabuh
merangkul kilat
senang menggoda
bukan menakuti
...mungkin
cara alam mengekspresikan diri
tapi pasti
kehendak-Nya
siapa yg bisa memungkiri
terlukis indah
bagai kaligrafi
atau yg lain mungkin...
Berat
t' bisa melangkah
kemana
t' menentu
...duduk diam
ku disakiti
berdiri
lagi khianati
terpaku tersenyum
menunggu hujan reda
peristirahatan sementara
tempat milik orang lain
naluri tak menjawab
bunga sepatu tak bersuara
lampu lalu lintas tak mengisyaratkan
lampu jalanan
tega mengeroyok
...
Makin larut
malam
tanpa kamu
kamu lihatlah aku
kamu dengarlah jeritku
...
Langganan:
Postingan (Atom)