Biar ada cinta slamanya
walau tak ada tatap mata
walau tak berhadap jiwa raga
Biar ini didalam hati saja
walau kata-kata sering kali mengungkapkannya
walau tak sama cinta mereka
Biar hasrat menyayangi tumbuh dikalbu
walau rindu terbalas rasa cemburu
Tampilkan postingan dengan label Dari facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari facebook. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Juni 2011
Selasa, 07 Juni 2011
Suara Hati
Tiada angin malam berhembus
tiada lirihnya menyapa
tiada ku rasa semilir kehadiranmu
ku tanya rindu
kemana tujuan cinta
sekeping jiwa ragaku
tiada berpijak dibumi
rindu ini merangkul kalbu
menghiasi dan membelenggu
pujian hatiku memanggilmu
lewat angkasa terdengar syahdu
engkau dengarkah suara hatiku
tiada lirihnya menyapa
tiada ku rasa semilir kehadiranmu
ku tanya rindu
kemana tujuan cinta
sekeping jiwa ragaku
tiada berpijak dibumi
rindu ini merangkul kalbu
menghiasi dan membelenggu
pujian hatiku memanggilmu
lewat angkasa terdengar syahdu
engkau dengarkah suara hatiku
Senin, 30 Mei 2011
"Air mata melukiskan kepedihannya."
bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri
"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."
bodohnya cinta
melihat mata buta
mendengar tuli telinga
meraba mati rasa
"Resah jiwanya memaksa rindu."
lambat waktu berganti
luka mengendap dihati
redup menepi
getir takdir sendiri
"Mengapa benar ia sadar cinta yang salah."
Kamis, 26 Mei 2011
Kabar Desa
Tanah subur dibawah langit biru
begitu indah setiap musimnya
angin berhembus
menembus ladang padi
burung sawah bersiul
burung ladang bernyanyi
mengundang hujan turun
Malam indah bagai pagi
tersebar gelak senyum tawa
begitu indah dan nikmat karunia
burung dara memadu asmara
burung merpati mengikat cinta
begitu indah setiap musimnya
angin berhembus
menembus ladang padi
burung sawah bersiul
burung ladang bernyanyi
mengundang hujan turun
Malam indah bagai pagi
tersebar gelak senyum tawa
begitu indah dan nikmat karunia
burung dara memadu asmara
burung merpati mengikat cinta
Rabu, 18 Mei 2011
Melati Putih
Melati putih dihalaman
enggan berbunga
nampak layu daun-daunnya
Kamboja disampingnya
teman hidup melihat purnama
Melati putih tanahnya kering
berselimut debu
angin bertiup oleh jalanan
Melati putih ntah kan bersemi
nampak tua
ranting mengring
Minggu, 08 Mei 2011
Diluar cinta cinta cita kita harapkan
bukan kedustaan
kepastian yg hanya jadi obrolan
ketika rasa dilempar
keseimbangan jadi tak seimbang
gambaran tingkat pundak menjadi tangisan
menanti dan menanti
sabar sabar dan sabar
menunggulah dijalanan
panasnya mentari panaskan hati
perilaku yg setiap hari kita lakukan
kapan akan datang
jawaban cinta cinta cita
bukan obrolan yg dimuat dikoran harian
Jawablah dengan rasa cinta
keadilan yang menjadi tontonan
permalukan hukummu dimeja pengadilan
lihat cinta cinta cita anak manusia
menangisi tinggi jabatanmu
dimana kau bersembunyi
kami punya malaikat yang selalu mengikuti
keadilan yang menjadi tontonan
permalukan hukummu dimeja pengadilan
lihat cinta cinta cita anak manusia
menangisi tinggi jabatanmu
dimana kau bersembunyi
kami punya malaikat yang selalu mengikuti
KIta Satu
Seiya
sekata
sehati
seirama
senada
seperti harmoni lantunan Iqra'
selangit biru
setiang penyangga
sepijakan tanah
selaut samudra
selingkungan hidup kita bertanah air satu
jangan dipisah-pisah
jangan dibelah-belah
Sabtu, 07 Mei 2011
Terasa Pahit
Berapa banyak kan kau habiskan
makanan lalat didalam tong sampah pinggir jalan
satu persatu kau buka berharap ada sesuap rejeki
Menetes keringat kakimu berjalan
hati gelisah dihempas debu jalanan
terlihat lesu raut wajahmu
kalah oleh tikus selokan
terlihat murung agaknya
kalah oleh kucing berbulu hitam
Nampak sia-sia...
Nampak kelam sisimu
terpojok disudut kenyataan
nampak rapuh kesendirianmu
samar tergambar
nampak surut harapanmu
menuntun diri sendiri
nampak matamu buta
tentang semua keindahan
Terasa menyakitkan...
terpojok disudut kenyataan
nampak rapuh kesendirianmu
samar tergambar
nampak surut harapanmu
menuntun diri sendiri
nampak matamu buta
tentang semua keindahan
Terasa menyakitkan...
tak pernah terbit matahari dihati
terlihat buram bayanganmu
karena matahari ditutup awan
terlihat iri pikiranmu
memaksa untuk bersyukur
Pahit kau rasakan...
Kamis, 05 Mei 2011
sepeninggal senja
Gelap mata awan sepeninggal senja
karena hati mu yang munafik...
Kaki terbelenggu besidipaku tajamnya lidah belati
airnya mengalir kehati
perih rasanya, akan lebih baik jika mati
apakah selamanya kehidupan itu kejam
apakah selamanya kebahagiaan dihantam karang
apakah selamanya akar rumput menjadi bahan ejekan
situasi yang sama gila bibir berteriak
didalam jiwa yang congkak
memelas wajah hari
dengan kepala tanpa pelindung besi baja
dengan tangan tanpa memegang senjata
terlalu munafik jika itu adalah mimpi...
Selasa, 03 Mei 2011
Tulisanmu Meresahkan
Tulisan mu membuat resah
resah hati si pembaca tulisanmu
kata-katanya bagai mata pengawas yang menyala
warnanya tajam mengancam
Tulisan mu di beranda
berunjuk kalimat-kalimat menggertak
menggertak si pembaca tulisanmu
maknanya adalah musuh
musuhnya sipembaca yang resah
tujuannya adalah membidik si pembaca
yang membuat si pembaca resah
Senin, 02 Mei 2011
Kosong Dan Isi
Tak ada ruang kosong yang terisi kekosongan
karena yang kosong tak mengisi kekosongan...
Sedang suatu isi terisi tak kosong
adanya isi membuat kekosongan tak kosong...
Tapi isi terasa kosong terisi kekosongan
karena isi kosong tak mengisi kekosongan...
karena yang kosong tak mengisi kekosongan...
Sedang suatu isi terisi tak kosong
adanya isi membuat kekosongan tak kosong...
Tapi isi terasa kosong terisi kekosongan
karena isi kosong tak mengisi kekosongan...
Hujan Di Semenjelang Sore
Hujan di semenjelang sore
untukmu yang duduk dibangku kayu
mencari kabar pada suara alam
lewat gesekan daun-daun
lewat gambaran dari sebutiran hujan
atau pada awan hitam yang diam menyembunyikan cahaya
Hujan disemenjelang sore
mulai deras berjatuhan
berlari-lari mereka berteduh
semilirnya angin mendekap pada tubuh
menunggu-nunggu reda
lusuh bibir membiru
menatap awan tak berubah warna
Hujan disemenjelang sore
mereka yang bergelut waktu dijalanan
lesu wajah terjenuh
tiada kabar terngiang ia dapatkan
Semenanjung hari yang menikam
menahan hasrat hati yang dipenuhi rasa ragu
tiada cerita
tiada ungkapan
hanya hujan disemenjelang sore
untukmu yang duduk dibangku kayu
mencari kabar pada suara alam
lewat gesekan daun-daun
lewat gambaran dari sebutiran hujan
atau pada awan hitam yang diam menyembunyikan cahaya
Hujan disemenjelang sore
mulai deras berjatuhan
berlari-lari mereka berteduh
semilirnya angin mendekap pada tubuh
menunggu-nunggu reda
lusuh bibir membiru
menatap awan tak berubah warna
Hujan disemenjelang sore
mereka yang bergelut waktu dijalanan
lesu wajah terjenuh
tiada kabar terngiang ia dapatkan
Semenanjung hari yang menikam
menahan hasrat hati yang dipenuhi rasa ragu
tiada cerita
tiada ungkapan
hanya hujan disemenjelang sore
Minggu, 01 Mei 2011
Kunang - Kunang Di Musim Penghujan
Kunang-kunang dimusim penghujan
mendung sebagai teman
baginya keindahan
butir air di atas daun baginya permata
Kunang-kunang terbang
cahaya berkilauan
membuatku iri menyaksikan
Kunang-kunang terbang di hadapanku
menari-nari
mengisyaratkan kepada hati
terasa terpatri
menekan untuk bersyukur
tentang pahitnya kenyataan
mendung sebagai teman
baginya keindahan
butir air di atas daun baginya permata
Kunang-kunang terbang
cahaya berkilauan
membuatku iri menyaksikan
Kunang-kunang terbang di hadapanku
menari-nari
mengisyaratkan kepada hati
terasa terpatri
menekan untuk bersyukur
tentang pahitnya kenyataan
Mata Hati dalam Melodi
Ketukan nada jiwa
melodi mega - mega
mata hati tajam merobek halusinasi
mata hati menjerit diasah batu
mata hati membiru hitam
mata hati pasang oleh tangisan
Kalimat puisi tumabang dihilir keringat
melodinya patah dihantam angin sunyi
mata hati buta sebab pangkal akar mengering
mata hati mengecil sebab tersudut kenyataan
mata hati kalah tak sanggup melawan sendirinya
Suara nyayian rapuh
melodi ungkapan kasin sayang
bertumpukan harapan
mata hati menatap alam tentang keindahan
mata hati ditemui hari yang sama
mata hati dibujuk rindu tak bernyawa
mata hati sendiri
mata hati disini
mata hati melepas cinta tak di cintai
melodi mega - mega
mata hati tajam merobek halusinasi
mata hati menjerit diasah batu
mata hati membiru hitam
mata hati pasang oleh tangisan
Kalimat puisi tumabang dihilir keringat
melodinya patah dihantam angin sunyi
mata hati buta sebab pangkal akar mengering
mata hati mengecil sebab tersudut kenyataan
mata hati kalah tak sanggup melawan sendirinya
Suara nyayian rapuh
melodi ungkapan kasin sayang
bertumpukan harapan
mata hati menatap alam tentang keindahan
mata hati ditemui hari yang sama
mata hati dibujuk rindu tak bernyawa
mata hati sendiri
mata hati disini
mata hati melepas cinta tak di cintai
Selasa, 26 April 2011
Dia
Dia, yg di tinggal kekasihnya
melarat rindu disekeping hatinya
terpasung batu diselangkah jalannya
tertutup awan disecahaya kasihnya
...Dia, yg di tipu muslihat cinta
gila melonglong kosong mata hatinya
sekarat diseruang raganya
mati pun dibawa setaburan luka
Senin, 25 April 2011
Selamat Jalan
Deru mesin mobil membawamu
membelah kesunyian malam
dari jalan berbatu hingga yang beraspal
mulai rintik hujan yang tak jua terang
Desa kecil kau tinggalkan
esok terbang menembus langit diatas lautan
untuk kota perantauan
dan keluarga menjadi ketetapan
Singgahlah kelak untuk kami kerinduan
menengok kami yang kini meminang air mata perpisahan
Selamat jalan...
membelah kesunyian malam
dari jalan berbatu hingga yang beraspal
mulai rintik hujan yang tak jua terang
Desa kecil kau tinggalkan
esok terbang menembus langit diatas lautan
untuk kota perantauan
dan keluarga menjadi ketetapan
Singgahlah kelak untuk kami kerinduan
menengok kami yang kini meminang air mata perpisahan
Selamat jalan...
Sabtu, 23 April 2011
Yang berapi dengan kayu disekitarnya
duduk disekelilingnya untuk medatangkan kehangatan
dari api yang menjilat-jilat ke atas langit
seolah memanggil-manggil nama Ilahi
...Dari lembaran yg terbuka
tulisan tentang gunung lautan dan alam yg marah
dari mereka yg memainkan panasnya api
Demi langit yg ditinggikan
untuk keringat yg dikeluarkan
dengan sandaran dipan-dipan
dan bidadari yg amat indah
...dengan mutiara yg disimpan
tercukupilah apa yang menjadi hak-hak
Temuilah hari itu
tanpa ada tipu daya untuk menghindari
Rabu, 20 April 2011
Awal Pagi
Pagi yang indah
pagi yang cerah
nasi sambel teri sarapan pagi
secangkir kopi pelengkap porsi
Pagi yang indah
...pagi yang cerah
melangkah kaki mencari rizki
untuk hidup lebih mandiri
pagi yang indah pagi yang cerah
diawali do'a diakhiri do'a
mengharap ridlo Yang Maha Kuasa
Rabu, 13 April 2011
Bengi sepi
Menggah mriki wengi kang sepi
nangis moyo saking jro ning ati
bebarengan lintang melaku wonten peteng langit
keiling-iling dawoh kakung saking pikiran
mboten katon ananing paguyuban urip
...
enggal sae sanget dadose
lan elok becik sawangane
dadi ayem tentreme ati
nangis moyo saking jro ning ati
bebarengan lintang melaku wonten peteng langit
keiling-iling dawoh kakung saking pikiran
mboten katon ananing paguyuban urip
...
enggal sae sanget dadose
lan elok becik sawangane
dadi ayem tentreme ati
Senja Buatku...
Senja buatku lumpuh
berpayung hujan tak beralas kaki
pandangan gelap sempoyongan
tak ada sandaran tubuhku terkapar
Senja buatku buta
dihadapkan dinding hujan angin tebal
bagai benteng kejam beranak panah dan perisai baja
tertunduk ku menatapnya
Senja buatku sekarat
menghujam keras tombak kedadaku
berlumuran sesal jiwaku
berkucur padih ujung mataku
rasa yg tak akan hilang oleh waktu
berpayung hujan tak beralas kaki
pandangan gelap sempoyongan
tak ada sandaran tubuhku terkapar
Senja buatku buta
dihadapkan dinding hujan angin tebal
bagai benteng kejam beranak panah dan perisai baja
tertunduk ku menatapnya
Senja buatku sekarat
menghujam keras tombak kedadaku
berlumuran sesal jiwaku
berkucur padih ujung mataku
rasa yg tak akan hilang oleh waktu
Langganan:
Postingan (Atom)