Bayanganmu nampak tak bisa ku sentuh
ntah kata apa yg mengikat jiwamu
sempat goyahkan hasrat rindu yg lalu
palingkan harapan hati yg bertanya-tanya
ku milikikah sesuatu yg ku genggam?
Ku hisap dalam rokokku
kepala yg mendongak menusuk langit
tak padamkan ujung mata api yg menyala
sejenak berkedip...
Harmonika menyumpal mulutmu
bernada tak berkata
seolah berteriak memanggil Tuhan
sadarkan hati...
Tiada senja dihati
nampak embun pagi didaun talas
mengerang ditepi helaian karang
menua mengerut kulit dahimu
Ada paduan suara menanti bersama melati
yang membelah tangisan diakhir parade
mengiringimu...