Harus ku percayai walau detak jantung menyangkal
harus ku akui meskipun hembus nafas menghela
Perut yg lapar diserambi malam
atau ingus yg meleleh didinginnya hujan
Tak ada tempat berkaca
...hanya keruh jejak si malang
Kardus tua pengayoman
koran bekas alas si pencari makan
Logam recehan lagu lama
iringan tepuk tangan si bocah
Hanya mimpi dibalik layar
bukan kebohongan disela cerita
Hai, pendusta...
Samakan wajahmu dengan mereka
pantas tongkat kayu jadi musuh
adili penyuruh sandal bersebelahan
jangan lukai si bocah digoda tangisan
tundukan wajahmu dalap cipta
pantas sama dahimu dibawah lutut mereka
Hai, pendusta...
Surati petinggi mati ditengah
kepalan tanganmu tak pantas kau ajukan
tak seharusnya cacian jadi air mata
hingga keras balok kayu menyisakan luka
Hai, pendusta...