Powered By Blogger

Minggu, 13 Maret 2011

Untukmu Pendusta

Harus ku percayai walau detak jantung menyangkal


harus ku akui meskipun hembus nafas menghela

Perut yg lapar diserambi malam

atau ingus yg meleleh didinginnya hujan

Tak ada tempat berkaca

...hanya keruh jejak si malang

Kardus tua pengayoman

koran bekas alas si pencari makan

Logam recehan lagu lama

iringan tepuk tangan si bocah

Hanya mimpi dibalik layar

bukan kebohongan disela cerita

Hai, pendusta...
 
Samakan wajahmu dengan mereka


pantas tongkat kayu jadi musuh

adili penyuruh sandal bersebelahan

jangan lukai si bocah digoda tangisan

tundukan wajahmu dalap cipta

pantas sama dahimu dibawah lutut mereka

Hai, pendusta...
 
Surati petinggi mati ditengah


kepalan tanganmu tak pantas kau ajukan

tak seharusnya cacian jadi air mata

hingga keras balok kayu menyisakan luka

Hai, pendusta...