Powered By Blogger

Selasa, 22 Maret 2011

Kepada Sang Putra

Nafasmu sesak seolah terkena asma


berjalan merangkak kau percepat jantung berdetak

bibirmu kering pecah mengelupas

terjenuh lesu wajahmu murung



Hai sang putra...

kau tantang jaman dengan tangan kosongmu

kau ajak beradu waktu untukmu tuju bayang semu

kau setubuhi jalanmu digoa gelap berlumut



Hai sang putra...

persiapkanlah perisai dan pedang ditanganmu berjaga

tegakankanlah wajahmu menatap mimpi yang kau pacu dengan waktu

keluarlah kau dari mulut goamu yang gelap dan tatap cahaya

jejakmu tertinggal sebagai kenangan klasik untuk dilupakan

terhapus bagai istana pasir ditelan pasang surut air laut



Kepadamu sang putra, amanah