Tak kusesali menyendiri
menyepi dari belantara suara yang berulang menggema
tiada derap langkah kaki-kaki yang berdansa
tanpa obrolan kosong dimeja makan
Ku nikmati sepi
melintas burung hitam kulitnya
saat ku makan, saat ku minum
tak ku hiraukan jeritan hati
aku mendengarnya
aku menyadarinya
seperti yang mereka tau
Menatang sendiri seolah kayu tua melapuk
samar ku gambarkan sebagaimana rupanya
kenyataan memaksaku menyudut dari segala tatap keindahan
tanpa cinta, tanpa rasa