Powered By Blogger

Selasa, 22 Maret 2011

Menantang Sendiri

Tak kusesali menyendiri


menyepi dari belantara suara yang berulang menggema

tiada derap langkah kaki-kaki yang berdansa

tanpa obrolan kosong dimeja makan



Ku nikmati sepi

melintas burung hitam kulitnya

saat ku makan, saat ku minum

tak ku hiraukan jeritan hati

aku mendengarnya

aku menyadarinya

seperti yang mereka tau



Menatang sendiri seolah kayu tua melapuk

samar ku gambarkan sebagaimana rupanya

kenyataan memaksaku menyudut dari segala tatap keindahan

tanpa cinta, tanpa rasa