Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2011

Darimu Ku Tuliskan

Apa arti tameng sementara aku pasti kalah perang

kutelah pijakan kaki dibumi mimpi
hingga tak tau mentari telah beranjak senja
dan ku hanya berselimut pekat


Biarlah dalam sepimu
bersama gerimis dan sisa surya
aku berdendang tentang pelangi
bila saatnya memudar
kau telah tersenyum
memeluk cinta
dan melangkah bersama angin


Bersandarlah pada bahuku
rabahkan penatmu
kan ku bercerita tentang rindu
yang tak pernah putus
diantara senyum dan rapuh kisahku


Menjagamu dengan hatiku
membelaimu dengan tulusku
karena aku bukan malaikat
yang tak kuasa menahan kasih yang di anugerahkan


Ku tak berani berucap cinta
karena aku tak ingin sakit
meski kini telah sakit
berdusta pada hati
hanya ketulusan kasih
itu saja, terimalah...


Kepadaa mereka aku ingin berteriak
muntahkan rasa yang ada dari mu
namun bibirku terkunci takdir


Kamu seperti kertas
yang aku bisa menulis apa ssaja dihati mu
seperti bayi
yang tak kenal dusta


Tak ada bantahan yang berarti dalam ucapmu
meng-iya-kan apa yang ku pinta
egomu kau bunuh
dewasanya kamu...


Biarlah aku menimangmu cinta
biar aku memanjakanmu sayang
selalu terselip dihatiku
kamu...


Bukian kata indah ku suguhkan
tak sekedar manis ucapan
baik atau buruk yang kau tangkap
sejujurnya itu aku...
I Love You kasih
With all of my heart...

Jumat, 03 Juni 2011

Dengar Dan Rasakan

Terdengar melalui desahan panjang

lewat kata-kata yang terucap di antaranya.
Nyanyian hati mengalun merdu
yang terucap dari bahasa rohani.
Melodinya hembusan angin
yang membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.


Apakah bisa memahami burung-burung
yang berkicau saat mereka memanggil bunga-bunga?
Apakah bisa mendengar bisikan sungai
saat ia mericik mengalir?
Apakah bisa mengetahui apa yang dikatakan hujan
saat ia jatuh diatas daun-daun?


Tapi hati dapat merasakan
dan menangkap suara-suara
yang bermain didalam perasaan...

Selasa, 24 Mei 2011

(Jika) Sebuah Akhir

irApakah benar apa kata mereka ?
apakah mata terlalu buta untuk mencari jalan
takut untuk mengetahui
warna awan hati ini

Terlahir kedunia nyata
melihat melalui mata sendiri
mencobalah untuk mengerti
tak ingin kehilangan apa yang telah dimiliki
wajar untuk bermimpi
siapa yang dapat menyangkal
jika mimpi adalah salah satu cara terbaik untuk hidup
antara kebenaran dan kebohongan

Menembus permukaan
melihat siapa diri ini
begitu ketakutan membuat jiwa layu
pata titik yang menjadi jalan
menjadi perubahan digenggaman
bahwa ini bukan sebuah akhir

Kapan akan datang kedunia
memecah rantai
terlihat oleh mata
terdengar oleh kebisuan
sebelum hilang yang telah termiliki

Waktu membawa mimpi-mimpi
terlihat keajaiban
terlihat kengerian
semua hanya cerita
kebersamaan tak akan selamanya
sampainya tak ada air mata

Rabu, 13 April 2011

jawabku, Darimu

I

Saat hari membawaku ke perjalanan membosankan
kau datang dengan sapa senyuman
berbaris waktu di senja yg kian padam
Pada senja pula tersampaikan kerinduan
meski penuh kepahitan
sesuatu yg sama kita rasakan dinamakan Kenangan

II

Ketika sepi meradang hati
kau datang bermahkota kasih
iringi langkah dengan nada ceria
bertunggang kencana nan anggun mempesona

Wahai hati
kau manjakan aku dengan warna pelangi
biarkan aku terus terbuai mencandu dalam nurani
hingga rasa hilang tak sadar diri

Wahai hati
ku mengenang saat tatap batin pertama
dalam ruang kosong kehampaan
 
III
 
Seberapa banyak terucap kata dari hati
hingga tak ada kalimat untukku termaknai
andainya tak salah hati
usah sangka untukmu memberi

Kata keluar apa adanya
hingga kalimat menjadikannya suatu makna
darimu, untuk.... (?)

Rabu, 13 Oktober 2010

Bulan Tak Tau

Apa bila aku duduk sendiri aku memandangnya dari kejauhan sinarnya
Jika belum kulihat muncul cahayanya aku menunggu di bawah pohon pepaya
Jika dia hilang tenggelam bersama awan aku merindukannya...

Bulan tak tahu
cahayanya perlahan-lahan muncul dan perlahan-lahan pula hilang...


Sabtu, 29 Mei 2010

lurus condong sinar yg kini terlihat,
detak yang tinggal sejengkal mengintip di balik bukit menunggu gelap,

ada rindu di jantung hati,
duduk diam..
ada mimpi dalam asa,

memetik alunan lagu,
sekedar petikan akustik di senja hari,
ringan.. untuk di dengar..

walau, cintaku sekedar lagu,
dari hati, tapi hanya untukmu,
cintaku bukan bayang semu,
yg ku jajakan seperti tukang jamu..


batu nisan menunggu
di ujung hari ia mengelus
desah ringan terbang

kecil-kecil biar hilang.....

terang-terang pijar biar lambat memudar...



pelangi menghitam pudar
burung-burung berduka dalam sangkarnya
bunga-bunga layu kan mati..

hujan berhenti...
tenang air mengalir di anak-anak sungai

mungkin asap mulai habis sedetik nanti

..atau, entah meleleh di tengah-tengah hati
ulat pun enggan jadi kupu-kupu

buah yg slama ini di jaga tergerogoti

membusuk......
lampunya redup
kabel yg dulu tersambung putus di tengah jalan..

...
yang pergi tak kembalai

pergilah... ku relakan mu

Rabu, 26 Mei 2010

puisiku puisimu
jiwaku jiwamu
cintaku untukmu..

secangkir tangis ku tenggak setiap hari,
...sepiring sepi makanan pagi,

kau pergi tinggalkan sekantong luka,
kau pergi tanpa sisa kabar..

dimana kau tanam hati ini?
di mana kau taruh cinta ini?

 

jejak kakimu
bagai potret buram yg menghantarkan perih
hingga tak kuasa
jiwa ini mengingatnya
pergilah...
sejauh yg kamu mampu
agar raga ini
tiada berhasrat untuk menemukannya

 

 

kau bakar angan yg ku tak mau
kau hadir lara yg ku tak ku pinta

sejuta kata tak bisa menghapusnya
sejuta mimpi tak mampu datangkanmu...

masih ada rasa di dalam dada
merajut lukaku menjadi satu cinta untukmu...

kasih.. dimana kau...
yg pernah ada
yg pernah bersama
yg pernah mencinta

jauh...
pergi
menghilang

bebaskan hatimu
merdekakan ragamu
damaikan jiwamu

untuk satu asa
untuk satu tempat
untuk satu kata

surga.....

satu ikat tali putus di ambang pintu
berlarian kumbang menggapainya

satu per satu tumbang oleh prilaku angin
kain putih di tebar di sudut ruang
tak sanggup mungkin untukku menatapnya
terlalu indah...
yg pergi biar kembali
menetes hitam di atas putih
menggores kayu rapuh di ujung hari




Jumat, 16 April 2010

daun jatuh membawa keresahan


rumput menunduk berdo’a memohon
angin berhenti menarik nafas
luruh warna mentari berpijak di ujung daun
menari gemulai gambarkan kegalauan



awan merah bertaruh dengan warnanya

menyusuri samar lentera malam



lelah jiwa berpijak bumi, embun tertidur dalam buaian... bermimpi indah mengambang,berkeping, jatuh terkapar... _mentari mengintip, tenggelam tanpa bisa melawan,menghilang lenyap di balik hangat kabut membungkus....

Sabtu, 30 Januari 2010

Engkau Adalah Perempuan

engkau...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu

engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung

engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak

tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...

jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...

Selasa, 12 Januari 2010

setetes air tumbuhkan ilalang yang telah lama mati
cahaya yang jadikanya penerang dan harapan

langkahkan kaki...
hilangkan lara yang tlah lama mendera
menjadikan senyum lebih berarti
menjadikan tawa lebih bermakna

menggores kenangan pahit yang lampau
mengukir syair lagu
sebagai pengobat hati yang lama rapuh...

Jumat, 08 Januari 2010

prosa kehidupan yang tak pernah membuatku
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..