Apa arti tameng sementara aku pasti kalah perang
kutelah pijakan kaki dibumi mimpi
hingga tak tau mentari telah beranjak senja
dan ku hanya berselimut pekat
Biarlah dalam sepimu
bersama gerimis dan sisa surya
aku berdendang tentang pelangi
bila saatnya memudar
kau telah tersenyum
memeluk cinta
dan melangkah bersama angin
Bersandarlah pada bahuku
rabahkan penatmu
kan ku bercerita tentang rindu
yang tak pernah putus
diantara senyum dan rapuh kisahku
Menjagamu dengan hatiku
membelaimu dengan tulusku
karena aku bukan malaikat
yang tak kuasa menahan kasih yang di anugerahkan
Ku tak berani berucap cinta
karena aku tak ingin sakit
meski kini telah sakit
berdusta pada hati
hanya ketulusan kasih
itu saja, terimalah...
Kepadaa mereka aku ingin berteriak
muntahkan rasa yang ada dari mu
namun bibirku terkunci takdir
Kamu seperti kertas
yang aku bisa menulis apa ssaja dihati mu
seperti bayi
yang tak kenal dusta
Tak ada bantahan yang berarti dalam ucapmu
meng-iya-kan apa yang ku pinta
egomu kau bunuh
dewasanya kamu...
Biarlah aku menimangmu cinta
biar aku memanjakanmu sayang
selalu terselip dihatiku
kamu...
Bukian kata indah ku suguhkan
tak sekedar manis ucapan
baik atau buruk yang kau tangkap
sejujurnya itu aku...
I Love You kasih
With all of my heart...
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Juni 2011
Jumat, 03 Juni 2011
Dengar Dan Rasakan
Terdengar melalui desahan panjang
lewat kata-kata yang terucap di antaranya.
Nyanyian hati mengalun merdu
yang terucap dari bahasa rohani.
Melodinya hembusan angin
yang membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.
Apakah bisa memahami burung-burung
yang berkicau saat mereka memanggil bunga-bunga?
Apakah bisa mendengar bisikan sungai
saat ia mericik mengalir?
Apakah bisa mengetahui apa yang dikatakan hujan
saat ia jatuh diatas daun-daun?
Tapi hati dapat merasakan
dan menangkap suara-suara
yang bermain didalam perasaan...
lewat kata-kata yang terucap di antaranya.
Nyanyian hati mengalun merdu
yang terucap dari bahasa rohani.
Melodinya hembusan angin
yang membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.
Apakah bisa memahami burung-burung
yang berkicau saat mereka memanggil bunga-bunga?
Apakah bisa mendengar bisikan sungai
saat ia mericik mengalir?
Apakah bisa mengetahui apa yang dikatakan hujan
saat ia jatuh diatas daun-daun?
Tapi hati dapat merasakan
dan menangkap suara-suara
yang bermain didalam perasaan...
Selasa, 24 Mei 2011
(Jika) Sebuah Akhir
irApakah benar apa kata mereka ?
apakah mata terlalu buta untuk mencari jalan
takut untuk mengetahui
warna awan hati ini
Terlahir kedunia nyata
melihat melalui mata sendiri
mencobalah untuk mengerti
tak ingin kehilangan apa yang telah dimiliki
wajar untuk bermimpi
siapa yang dapat menyangkal
jika mimpi adalah salah satu cara terbaik untuk hidup
antara kebenaran dan kebohongan
Menembus permukaan
melihat siapa diri ini
begitu ketakutan membuat jiwa layu
pata titik yang menjadi jalan
menjadi perubahan digenggaman
bahwa ini bukan sebuah akhir
Kapan akan datang kedunia
memecah rantai
terlihat oleh mata
terdengar oleh kebisuan
sebelum hilang yang telah termiliki
Waktu membawa mimpi-mimpi
terlihat keajaiban
terlihat kengerian
semua hanya cerita
kebersamaan tak akan selamanya
sampainya tak ada air mata
apakah mata terlalu buta untuk mencari jalan
takut untuk mengetahui
warna awan hati ini
Terlahir kedunia nyata
melihat melalui mata sendiri
mencobalah untuk mengerti
tak ingin kehilangan apa yang telah dimiliki
wajar untuk bermimpi
siapa yang dapat menyangkal
jika mimpi adalah salah satu cara terbaik untuk hidup
antara kebenaran dan kebohongan
Menembus permukaan
melihat siapa diri ini
begitu ketakutan membuat jiwa layu
pata titik yang menjadi jalan
menjadi perubahan digenggaman
bahwa ini bukan sebuah akhir
Kapan akan datang kedunia
memecah rantai
terlihat oleh mata
terdengar oleh kebisuan
sebelum hilang yang telah termiliki
Waktu membawa mimpi-mimpi
terlihat keajaiban
terlihat kengerian
semua hanya cerita
kebersamaan tak akan selamanya
sampainya tak ada air mata
Rabu, 13 April 2011
jawabku, Darimu
I
Saat hari membawaku ke perjalanan membosankan
kau datang dengan sapa senyuman
berbaris waktu di senja yg kian padam
Pada senja pula tersampaikan kerinduan
meski penuh kepahitan
sesuatu yg sama kita rasakan dinamakan Kenangan
II
Ketika sepi meradang hati
kau datang bermahkota kasih
iringi langkah dengan nada ceria
bertunggang kencana nan anggun mempesona
Wahai hati
kau manjakan aku dengan warna pelangi
biarkan aku terus terbuai mencandu dalam nurani
hingga rasa hilang tak sadar diri
Wahai hati
ku mengenang saat tatap batin pertama
dalam ruang kosong kehampaan
III
Seberapa banyak terucap kata dari hati
hingga tak ada kalimat untukku termaknai
andainya tak salah hati
usah sangka untukmu memberi
Kata keluar apa adanya
hingga kalimat menjadikannya suatu makna
darimu, untuk.... (?)
Saat hari membawaku ke perjalanan membosankan
kau datang dengan sapa senyuman
berbaris waktu di senja yg kian padam
Pada senja pula tersampaikan kerinduan
meski penuh kepahitan
sesuatu yg sama kita rasakan dinamakan Kenangan
II
Ketika sepi meradang hati
kau datang bermahkota kasih
iringi langkah dengan nada ceria
bertunggang kencana nan anggun mempesona
Wahai hati
kau manjakan aku dengan warna pelangi
biarkan aku terus terbuai mencandu dalam nurani
hingga rasa hilang tak sadar diri
Wahai hati
ku mengenang saat tatap batin pertama
dalam ruang kosong kehampaan
III
Seberapa banyak terucap kata dari hati
hingga tak ada kalimat untukku termaknai
andainya tak salah hati
usah sangka untukmu memberi
Kata keluar apa adanya
hingga kalimat menjadikannya suatu makna
darimu, untuk.... (?)
Rabu, 13 Oktober 2010
Bulan Tak Tau
Apa bila aku duduk sendiri aku memandangnya dari kejauhan sinarnya
Jika belum kulihat muncul cahayanya aku menunggu di bawah pohon pepaya
Jika dia hilang tenggelam bersama awan aku merindukannya...
Jika belum kulihat muncul cahayanya aku menunggu di bawah pohon pepaya
Jika dia hilang tenggelam bersama awan aku merindukannya...
Bulan tak tahu
cahayanya perlahan-lahan muncul dan perlahan-lahan pula hilang...
Sabtu, 29 Mei 2010
lurus condong sinar yg kini terlihat,
detak yang tinggal sejengkal mengintip di balik bukit menunggu gelap,
ada rindu di jantung hati,
duduk diam..
ada mimpi dalam asa,
memetik alunan lagu,
sekedar petikan akustik di senja hari,
ringan.. untuk di dengar..
walau, cintaku sekedar lagu,
dari hati, tapi hanya untukmu,
cintaku bukan bayang semu,
yg ku jajakan seperti tukang jamu..
detak yang tinggal sejengkal mengintip di balik bukit menunggu gelap,
ada rindu di jantung hati,
duduk diam..
ada mimpi dalam asa,
memetik alunan lagu,
sekedar petikan akustik di senja hari,
ringan.. untuk di dengar..
walau, cintaku sekedar lagu,
dari hati, tapi hanya untukmu,
cintaku bukan bayang semu,
yg ku jajakan seperti tukang jamu..
batu nisan menunggu
di ujung hari ia mengelus
desah ringan terbang
kecil-kecil biar hilang.....
terang-terang pijar biar lambat memudar...
di ujung hari ia mengelus
desah ringan terbang
kecil-kecil biar hilang.....
terang-terang pijar biar lambat memudar...
ulat pun enggan jadi kupu-kupu
buah yg slama ini di jaga tergerogoti
membusuk......
lampunya redup
kabel yg dulu tersambung putus di tengah jalan..
...
yang pergi tak kembalai
pergilah... ku relakan mu
Rabu, 26 Mei 2010
puisiku puisimu
jiwaku jiwamu
cintaku untukmu..
secangkir tangis ku tenggak setiap hari,
...sepiring sepi makanan pagi,
kau pergi tinggalkan sekantong luka,
kau pergi tanpa sisa kabar..
dimana kau tanam hati ini?
di mana kau taruh cinta ini?
jejak kakimu
bagai potret buram yg menghantarkan perih
hingga tak kuasa
jiwa ini mengingatnya
pergilah...
sejauh yg kamu mampu
agar raga ini
tiada berhasrat untuk menemukannya
kau bakar angan yg ku tak mau
kau hadir lara yg ku tak ku pinta
sejuta kata tak bisa menghapusnya
sejuta mimpi tak mampu datangkanmu...
masih ada rasa di dalam dada
merajut lukaku menjadi satu cinta untukmu...
kasih.. dimana kau...
kau hadir lara yg ku tak ku pinta
sejuta kata tak bisa menghapusnya
sejuta mimpi tak mampu datangkanmu...
masih ada rasa di dalam dada
merajut lukaku menjadi satu cinta untukmu...
kasih.. dimana kau...
yg pernah ada
yg pernah bersama
yg pernah mencinta
jauh...
pergi
menghilang
bebaskan hatimu
merdekakan ragamu
damaikan jiwamu
untuk satu asa
untuk satu tempat
untuk satu kata
surga.....
yg pernah bersama
yg pernah mencinta
jauh...
pergi
menghilang
bebaskan hatimu
merdekakan ragamu
damaikan jiwamu
untuk satu asa
untuk satu tempat
untuk satu kata
surga.....
berlarian kumbang menggapainya
satu per satu tumbang oleh prilaku angin
kain putih di tebar di sudut ruang
tak sanggup mungkin untukku menatapnya
terlalu indah...
yg pergi biar kembali
menetes hitam di atas putih
menggores kayu rapuh di ujung hari
Jumat, 16 April 2010
daun jatuh membawa keresahan
rumput menunduk berdo’a memohon
angin berhenti menarik nafas
luruh warna mentari berpijak di ujung daun
menari gemulai gambarkan kegalauan
angin berhenti menarik nafas
luruh warna mentari berpijak di ujung daun
menari gemulai gambarkan kegalauan
awan merah bertaruh dengan warnanya
menyusuri samar lentera malam
menyusuri samar lentera malam
lelah jiwa berpijak bumi, embun tertidur dalam buaian... bermimpi indah mengambang,berkeping, jatuh terkapar... _mentari mengintip, tenggelam tanpa bisa melawan,menghilang lenyap di balik hangat kabut membungkus....
Sabtu, 30 Januari 2010
Engkau Adalah Perempuan
engkau...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu
engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung
engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak
tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...
jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu
engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung
engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak
tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...
jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...
Selasa, 12 Januari 2010
setetes air tumbuhkan ilalang yang telah lama mati
cahaya yang jadikanya penerang dan harapan
langkahkan kaki...
hilangkan lara yang tlah lama mendera
menjadikan senyum lebih berarti
menjadikan tawa lebih bermakna
menggores kenangan pahit yang lampau
mengukir syair lagu
sebagai pengobat hati yang lama rapuh...
Sabtu, 09 Januari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
prosa kehidupan yang tak pernah membuatku
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
Langganan:
Postingan (Atom)
burung-burung berduka dalam sangkarnya
bunga-bunga layu kan mati..
hujan berhenti...
tenang air mengalir di anak-anak sungai
mungkin asap mulai habis sedetik nanti
..atau, entah meleleh di tengah-tengah hati