Ditanah hitam itu kakinya dipijakan.
Dikeheningan malam itu lukanya disembunyikan.
Samar bayangannya mengisaratkan.
Dengan lirih air matanya tercurahkan.
Dengan kiasan hatinya mengartikan.
"Oh, kabar hitam... Sesekali mengusik jiwa sesampainya ku terhempas jauh mengingat kenangan. Tajam disudut mata, jiwa keras membentur batuan karang...
Oh, kabar hitam... Sesekali usap wajahku sesampainya hati menentukan pilihan. Patutlah aku tinggal dalam kekosongan, manisnya mimpi jauh-jauh ku lupakan."