Powered By Blogger

Selasa, 10 Mei 2011

Gelapkan Mata

Ingatan berjarak
kelalaian di ambang jurang
tanpa pembatas penglihatan

Diantara riuh pantai-pantai
diantara sela-sela puncak gunung-gunung
masih banyak jalan yg harus dilalui
sebelum kembali menyatu dengan bumi

Hidup serasa
antara keterasingan masa lalu dan cahaya masa depan
menciptakan kebisuan dan senandung lagu kepedihan
melemahkan jiwa
tanpa mimpi yg terwujud atau ilham pengharapan

Isi hati membahana
didalam derita dan nestapa
betapa lemah dan rentanya hidup
seumpama teriakan bayi di susui ibunya
dalam masa mata merah menyala
hanya meratapi keindahan dari kejauhan

Hati kini merasa
tentang air mata
tentang indah cinta
tentang luka derita
tentang syair dlm kata-kata
atau sujud sembari berdo'a
memohon pengampunan dan pertolongan
dari Yang Maha Kuasa
Pencipta hidup dan pencipta kematian


Jika akhir nanti, menutup mata...