Powered By Blogger

Jumat, 13 Mei 2011

Cerita Seorang Kawan

Cerita seorang kawan ditengah malam.
Mengungkap tanya dikepala yang belum bisa dipahami.
"Aku bertanya kepada diri sendiri, mengungkap isi dibenakku, benarkah ia tulus memilihku?
Aku memang coretan disudut tempat sampah, yang pantasnya dipandang sebelah mata."

Cerita seorang kawan di ujung tikungan jalan. 

Yang sudah terbiasa dicibir kupu menelan madu.
"Aku memilih sendiri, jika berkawan hanya membuatku tersakiti. Sombong bertingkang didalam istana, tak segaris tubuh dekil didalam papan merayap menjerit kelaparan. Tak pantas disandingkan."

Cerita seorang kawan membagi sebatang rokok. 

Yang terakhir.
"Ku memilih ditinggalkan, jika bersamanya adalah lelucon pelengkap deritaku.
Bukan satu alasan persoalan tanpa kasihan, menginjak-injak hak orang sesukanya. Diluar mawar memikat, tak sadar congkak hatinya."

Cerita dari seorang kawan.

Tersisa harapan didepan pintu.
"Semoga suaraku didengarkannya, walau kebodohan menjadi hiburan dan tingkah unggah-ungguh hanya permainan. Ku titip salam untukmu, bukan kata mutiara berupa sajak puisi, teriakan membosankan yang menggema dari goa kemunafikan..."

Dari seorang kawan, untuk kawan tak berkawan.