Powered By Blogger

Minggu, 20 Februari 2011

Selintas angin menyapa lewat jalan belakang
seraut wajah ku baca tanpa buku yg kamu pegang
tanpa tulisan tinta yg kertasnya kamu lipat
...
Hitam putih meja catur
...sejalan kita tempuh tak pernah terukur
Raja melangkah gerak selangkah
biar berliku tak pernah pantang arah
Kini bayang tak hanya diam
berhenti membayangi pikiran
tak tau harus ku apakan
diam ku coba mengeja kata
...
...Rumah kayu dinding bambu
bayang itu terus menggoda ku
Batu bata tersusun merata
andai ia nyata biar ku miliki slamanya
Apa hendak dikata
malam gelap seolah tak bernyawa
tapi dinginnya menusuk dada
...
katakanlah sesuatu untuk hati yg rindu cinta
...Hapus lara beri bahagia
Walau senyum sekejap mata
Kan ku rangkaikan kata untuk ungkapkannya
Bola mata tergenang, terapung diatas air mata
diserambi hati, jiwa tulus mengucap do'a
diantara gesekan daun-daun, warna hijau tua
...
Kalimat bentuk sajak mewakili
...rasa bersemayam didalam hati
walau arti susah ku mengerti