Powered By Blogger

Kamis, 24 Februari 2011

ketika perpisahan menjadi pilihan

 
Diri sendiri menepuk pundak diri sendiri
diri sendiri menertawakan diri sendiri
diri sendiri berpuisi untuk diri sendiri
...

...Karena tak perlu menyalahkan diri sendiri
Karena tak perlu larut dalam kesedihan di sepanjang hari
Karena tak perlu menjadi orang lain untuk jadi diri sendiri
...
Masih ada teh manis yg tersedu di tiap pagi
Masih ada berbatang rokok untuk dihisap setiap waktu berganti
Masih ada kawan disekitar yg mau menjadi buku dalam tema puisi
Masih ada sejuta, bahkan mungkin lebih kata-kata penyelaras hati
...
Ketika perpisahan menjadi pilihan...
 
Dua dua engkau terlepas
melangkah engkau tinggalkan sisa tangisan
kepadaku... ikhlas pupus harapan di akhir malam dua dua

Dua tiga usai mimpi di fajar bertepi
...dua tiga Basmallah... awal baru