Nadi masih berdenyut, saat malam kian larut, pikiran makin kalut, seumpama purnama berkabut.
Betapa bahagia memilki kebebasan serta dpt menunaikan kehendak diri, Betapa manisnya hidup sebagaimana yg telah diaturkan oleh Sang Pemberi dan Pencipta kehidupan.
Kaki malam tak beranjak pulang,
keberadaan ku tak di ingini dunia mimpi,
sendiri tak berkawan,
dalam lamunan bebas berimajinasi,
Terserah apa kata ayam,
telurnya ku goreng dan ku makan,
biar marah tiada ku perduli,
biar kalimat terangkai sendiri,
dimana ku temukan kawan,
berbagi cerita kisah atau pengalaman
Apa salah ku
saat ku berkaca embun lari jatuh
rumput tunduk tak tau
apa maksud hati
merangkai makna didalam hati
tanpa arti tak jua tersesali