biar ku tak mengerti nyanyian surgamu,
ku takutti malaikatmu membidik anak panahnya padaku,
ku tau bola itu bundar, yang kadang ku menang dan kalah dalam memainkannya.
sama halnya mawar di tamanmu, indah... begitu indah...
tak bisa di pungkiri, dia juga berduri..
tajamnya apus yg kapan saja bisa menusukku mati, ku tak bisa lari,
sadarlah aku...
ego dan emosi yg mengurung permainanku,
bantu aku keluar dari sarangnya
biarlah syairku bicarahujan di malam hari...
mengatakan ketakutanku di kegelapan dan derasnyahujan di malam hari..
mainkan alunannya bila kematian mengajak pergi pastilah indah petikan gitar kan menyayat tipis-tipis hati
kunyah dalam lamunan, dapati arti setiap perjalanan.. kan ada hikmah di sisi-sisi yg bisa kita ambil di dalamnya...
kota palu, gelap gelap gelap... listrik slalu padam, lilin sbagai ganti penerangan, sama halnya lingkup dalam kotakku, gelap gelap gelap... lelah mencari penerang, mengeluhku di peristirahatan, kosong kata ingin mengucap kata, terdiam dalam otak beku tak berfikir.. hadir kilat menyambar pucuk cemara, tumbang sudah tian...g penyangga jiwa, waktumu tak tepat, langkah yg salah, arah yg berlawanan... maaf...
anginmu membisu, airmu begitu tenang, membatu ku tiada daya, ah. keluhku padamu malam, tiada jua kau jawab tanyaku, tiada pula isyarat kau beri padaku.. lihat! lilin tinggal setengah nyawa, mau kau kemanakan sisa asap dan api yg lama membakarnya? lihatlah hatinya. terombang ambing di lautan, tak tau mana tempat dermaga... ia b'sandar. bisumu memaki, diammu berlari, ah. teruskanlah bila itu memang kehendak
bangsat kau setan..
enyah kau dariku..
datangkan bintangku bila kau mampu,... .. knapa diam?
bakar saja sepiku, usah kau bawakan anggur yg kan mabukan hatiku....
ingat saat bungamu kau tawarkan.. kau buatku hanyut dalamnya.. kini, tusuk saja beku jiwaku biar kau puas dan biar ku tangisi sendiri nasibku..
bajingan kau
..... pecahkanlah kaca di kamarku, biar tak dapat ku lihat byang kelam di diririku..
setiap tanggal itu
umurnu bertambah, ada pula yg menganggapnya berkurang
satu demi satu...
tanggal dua puluh delapan
di bulan april
bisa saat itu menjadi hari yang menyenangkan
atau pun bisa juga menjadi hari yang menydihkan...
yang ku tau,
seribu sembilan ratus delapan puluh empat
awalmu menjejak kaki bumi di pangkuan sang ibu
selama itu...
kau jejaki semak belukar kehidupan
di jalan penuh liku
kurang lebihnya
selama dua puluh enam tahun
...
Sabtu, 24 April 2010
ia tlah kering dan kini tlah jatuh ke tanah,
masih ada putik yang kan menjadi bunga putih sebagai gantinya...
bilakah berkenan petik, simpanlah...
tak kan ia lari terbawa mimpi-mimpi yg melambai kepada wanginya..
_malam ini dia sendiri, menunggu kucing meraung pada bintang, nyatanya tak ada kadal merayap di pohon jambu depan rumah, hanya rapinya semut-semut berjalan saling merantai malam.. biar kakak tua mengicau pada bulan, mengabut malam menutup mata untuk selamanya..
mungkin itu yang bisa ku ungkau untuk sekarang ini, lewati keseharian dengan kesendirian,
seorang teman berkata padaku...
"begitu banyak yg kita dapati didalam kesendirian!
bahkan kecurangan yg kita lakukan akan begitu nampak dipelupuk mata.."
yang ku dapati, " SENDIRI ITU MEMANG INDAH"
Sendiri pun, bukan berarti Mati
.
meski kelak kan ku dapati tangis dan keterjatuhan...
walau dengan tangis ku ungkap keresahan
walu dengan air mata ku ungakap rasam, rindu..
ku cari akarmu biar ku berpegang padanya....
_ada
detik
menggelang
di lenganmu,
menggandeng
jejaki
lingkup
yang
tak
tertulis
di
kertas
bangku
sekolah...
_ah...
bajing
lari
memegang
bara
di
tangannya,
daun
hijau
di
sirami
debu
di
tiap
harinya,
guntur
mengalun
di
indah
mimpi...
_ntah lah...
Jumat, 16 April 2010
daun jatuh membawa keresahan
rumput menunduk berdo’a memohon
angin berhenti menarik nafas
luruh warna mentari berpijak di ujung daun
menari gemulai gambarkan kegalauan
awan merah bertaruh dengan warnanya
menyusuri samar lentera malam
lelah jiwa berpijak bumi, embun tertidur dalam buaian... bermimpi indah mengambang,berkeping, jatuh terkapar... _mentari mengintip, tenggelam tanpa bisa melawan,menghilang lenyap di balik hangat kabut membungkus....
Rabu, 14 April 2010
_bukan jawaban yang membuat kita merasakan keberhasilan,tapi perjalanan pencarian itulah yang akan dikenang...
tertunduk ku lemas telapak tangan menutup sebagian rautku rinduku... sedihku...
..
Minggu, 14 Maret 2010
kau bergoyang ke kanan dan ke kiri,
saat angin menggoyangkanmu
saat badai datang pun kau tetap tegak berdiri..
hai ilalang,
ajari aku tegar sepertimu
...
sebagianmu terbang terbawa angin
tapi akarmu masih tetap kokoh
...
ku ingin belajat menapakan diri di bumi ini
...
ilalang,
lihatlah aku yang slalu goyoh
ajari aku menjadi sepertimu
dan badai yang melanda hidup ini
...
katkanlah wahai ilalang...
Dari sudut kota yang hingar ini kucoba temukan mimpiku tadi pagi. Dini hari
ketika ayam jantan berkokok nyaring. Aku tau, cinta itu mistis. Tapi manusia terkadang
salah mengartikannya. Cinta selamanya akan menjadi cinta, cinta bukan hanya cinta
pertama. Kedua, ketiga bahkan keseratuspun namanya juga akan tetap cinta. Aku, engkau
maupun malaikat malam setidaknya akan menyadari bahwasanya semua adalah benar.
Bahwa cinta sejati, bahwa cinta suci bukanlah yang pertama kali kita rasakan, tapi yang
Kasih lihat mentari yang bersinar garang di siang hari lihat rembulan yang slalu menampakan cahayanya di malam hari tersenyumlah karna Ia ada untukmu kasih rasakan angin sepoi mengelus wajah ayu mu dengarkan kicau burung yang bertengger di pepohonan rasakanlah kabar tentang cinta, asa dan cita dariku untukmu
kasih... lihat pula lambaian dedaunan aliran air dan terang cahaya di kegelapa pahamilah akan kehadiranku untuk mu ...
engkau... yang selalu ku kagumi karna elok parasmu
engkau.. esok adalah ibu dari anak - anakmu yang kau kandung
engkau... seorang perempuan yang menjadi istri dari pada suamimu kelak
tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup dari ajaran agama yang kau anut auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...
jangan engkau seperti mawar saat hinggap kumbang di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu dan jagalah dermagamu untuk mereka para lelaki shaleh yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...
bantu aku keluar dari sarangnya
biarlah syairku bicarahujan di malam hari...
mengatakan ketakutanku di kegelapan dan derasnyahujan di malam hari..