Powered By Blogger

Senin, 10 Mei 2010

biar ku tak mengerti nyanyian surgamu,
ku takutti malaikatmu membidik anak panahnya padaku,

ku tau bola itu bundar, yang kadang ku menang dan kalah dalam memainkannya.
sama halnya mawar di tamanmu, indah... begitu indah...
tak bisa di pungkiri, dia juga berduri..
tajamnya apus yg kapan saja bisa menusukku mati, ku tak bisa lari,
sadarlah aku...

 

 

 

ego dan emosi yg mengurung permainanku,
bantu aku keluar dari sarangnya

biarlah syairku bicarahujan di malam hari...

mengatakan ketakutanku di kegelapan dan derasnyahujan di malam hari..


mainkan alunannya bila kematian mengajak pergi
pastilah indah petikan gitar kan menyayat tipis-tipis hati
kunyah dalam lamunan, dapati arti setiap perjalanan..
kan ada hikmah di sisi-sisi yg bisa kita ambil di dalamnya...

Kamis, 29 April 2010

Selamat Pagi

...mentari pagi di awal hari

menyisa embun batu dan serpihan kaca bentrok antar hatiku semalam.. pohon-pohon yg tumbang masih belum tersingkir dari jalan

 

 

... ntahlah 

akan berangsur atau akan surut bara hati yg masih mengepul di dalam tungku pemanas

... hari mulai cerah

semoga ku kan di tarik bersamanya...

 

 

"slamat pagi kawan"

sapaku tak membuatmu berdiri dari kelam,

"berdirilah..."...
pintaku lari dari sudut jurang hina..

"lihatlah!"
senyum tawa menyambut setelah kau lalui krisis perihmu sendiri..

Palu

kota palu, gelap gelap gelap... listrik slalu padam, lilin sbagai ganti penerangan, sama halnya lingkup dalam kotakku, gelap gelap gelap... lelah mencari penerang, mengeluhku di peristirahatan, kosong kata ingin mengucap kata, terdiam dalam otak beku tak berfikir.. hadir kilat menyambar pucuk cemara, tumbang sudah tian...g penyangga jiwa, waktumu tak tepat, langkah yg salah, arah yg berlawanan... maaf...

 

anginmu membisu, airmu begitu tenang, membatu ku tiada daya, ah. keluhku padamu malam, tiada jua kau jawab tanyaku, tiada pula isyarat kau beri padaku.. lihat! lilin tinggal setengah nyawa, mau kau kemanakan sisa asap dan api yg lama membakarnya? lihatlah hatinya. terombang ambing di lautan, tak tau mana tempat dermaga... ia b'sandar. bisumu memaki, diammu berlari, ah. teruskanlah bila itu memang kehendak

 

 

bangsat kau setan..
enyah kau dariku..

datangkan bintangku bila kau mampu,...
..
knapa diam?
bakar saja sepiku, usah kau bawakan anggur yg kan mabukan hatiku....



ingat saat bungamu kau tawarkan..
kau buatku hanyut dalamnya..
kini, tusuk saja beku jiwaku biar kau puas dan biar ku tangisi sendiri nasibku..




bajingan kau
.....
pecahkanlah kaca di kamarku,
biar tak dapat ku lihat byang kelam di diririku..

Saat Hujan

tik..tik..tik.. 

bunyi hujan di atas genteng malam ini

sepi

gelap

mencekam kerinduan.. 

hati enggan berdamai

saat relungnya tersa hampa

lari menjauh asaku

jauh dimana tempatku berteduh

membakar jerami

sedikit rasakan panasnya otak yg mendidih di perapian.. 

 

seharusnya tak ku lakukan itu

memetik satu persatu pucuk daun muda dan menyimpannya...

 

Rabu, 28 April 2010

"Dua Puluh Enam Tahun"

setiap tanggal itu
umurnu bertambah, ada pula yg menganggapnya berkurang
satu demi satu...

tanggal dua puluh delapan
di bulan april
bisa saat itu menjadi hari yang menyenangkan
atau pun bisa juga menjadi hari yang menydihkan...

yang ku tau,
seribu sembilan ratus delapan puluh empat
awalmu menjejak kaki bumi di pangkuan sang ibu

selama itu...
kau jejaki semak belukar kehidupan
di jalan penuh liku
kurang lebihnya
selama dua puluh enam tahun
...

 

 

Sabtu, 24 April 2010

ia tlah kering dan kini tlah jatuh ke tanah,
masih ada putik yang kan menjadi bunga putih sebagai gantinya...

bilakah berkenan petik, simpanlah...

tak kan ia lari terbawa mimpi-mimpi yg melambai kepada wanginya..





_malam ini dia sendiri, menunggu kucing meraung pada bintang, nyatanya tak ada kadal merayap di pohon jambu depan rumah, hanya rapinya semut-semut berjalan saling merantai malam.. biar kakak tua mengicau pada bulan, mengabut malam menutup mata untuk selamanya..

Selasa, 20 April 2010

Sendiri Itu Indah



sendiri itu indah..

mungkin itu yang bisa ku ungkau untuk sekarang ini, lewati keseharian dengan kesendirian,


seorang teman berkata padaku...
"begitu banyak yg kita dapati didalam kesendirian!
bahkan kecurangan yg kita lakukan akan begitu nampak dipelupuk mata.."

yang ku dapati, " SENDIRI ITU MEMANG INDAH"
Sendiri pun, bukan berarti Mati


.
meski kelak kan ku dapati tangis dan keterjatuhan...
walau dengan tangis ku ungkap keresahan
walu dengan air mata ku ungakap rasam, rindu..
ku cari akarmu
biar ku berpegang padanya....

_ada 

                           detik 

menggelang                                  

di lenganmu, 

menggandeng 

                                        jejaki 

                                                                                   lingkup 

      yang 

                                                             tak 

tertulis 

di 

kertas 

bangku 

                              sekolah... 

 

 

 _ah... 

bajing 

                                                                                               lari 

                                        memegang 

                                                                                                          bara 

                   di 

                                                                  tangannya, 

                                      daun 

hijau 

                                                                                                 di 

                                                                                                             sirami 

                                  debu 

                                                                di 

            tiap 

                                                                               harinya, 

                           guntur 

                                                                                                                mengalun 

  di 

                             indah 

                                                                      mimpi... 

 

 

_ntah lah...

Jumat, 16 April 2010

daun jatuh membawa keresahan


rumput menunduk berdo’a memohon
angin berhenti menarik nafas
luruh warna mentari berpijak di ujung daun
menari gemulai gambarkan kegalauan



awan merah bertaruh dengan warnanya

menyusuri samar lentera malam



lelah jiwa berpijak bumi, embun tertidur dalam buaian... bermimpi indah mengambang,berkeping, jatuh terkapar... _mentari mengintip, tenggelam tanpa bisa melawan,menghilang lenyap di balik hangat kabut membungkus....

Rabu, 14 April 2010

_bukan jawaban yang membuat kita merasakan keberhasilan,tapi perjalanan pencarian itulah yang akan dikenang...

Tentang Sesuatu

merem-melek mataku, 

tengok kanan-tengok kiri lirikku.. 

tarik nafas buang nafas desahku.. 

hmmm...

 

 terbentuk bulatan-bulatan kecil.
lalu hilang entah kemana di di bawa angin..

dari api kecil yang lama kemudian membkarnya habis tinggalkan arang dan abu di tungkunya..

 

 yang seharusnya tak di lakukan sejak dulu, sesuatu yang ku tau tiada guna untukku sendiri..

yang mungkin akhirnya memakan hitungan detik hari-hari..

 

.

Kamis, 25 Maret 2010

sekilas terlihat bayangmu
saat terdengar lirih suaramu memanggilku

"Nak, apa kabarmu disana?"

serasa terkena sengatan listrik
hatiku luluh lantah karna rindu
membuat tangisan mengalir bagai anak sungai

"Nak, kapan kau pulang?"

oh...
entah berapa lama kan ku pijaklan kaki di tanah rantau
kembali pada mereka
kembali ke gubuk asal ku di besarkan

"Nak, hati-hati disana, do'aku slalu menyertaimu."

terima kasihku, Ibu...

tertunduk ku lemas
telapak tangan menutup sebagian rautku
rinduku...
sedihku...

..

Minggu, 14 Maret 2010

kau bergoyang ke kanan dan ke kiri,
saat angin menggoyangkanmu
saat badai datang pun kau tetap tegak berdiri..

hai ilalang,
ajari aku tegar sepertimu
...
sebagianmu terbang terbawa angin
tapi akarmu masih tetap kokoh
...
ku ingin belajat menapakan diri di bumi ini
...
ilalang,
lihatlah aku yang slalu goyoh
ajari aku menjadi sepertimu
dan badai yang melanda hidup ini
...
katkanlah wahai ilalang...


Dari sudut kota yang hingar ini kucoba temukan mimpiku tadi pagi. Dini hari
ketika ayam jantan berkokok nyaring. Aku tau, cinta itu mistis. Tapi manusia terkadang
salah mengartikannya. Cinta selamanya akan menjadi cinta, cinta bukan hanya cinta
pertama. Kedua, ketiga bahkan keseratuspun namanya juga akan tetap cinta. Aku, engkau
maupun malaikat malam setidaknya akan menyadari bahwasanya semua adalah benar.
Bahwa cinta sejati, bahwa cinta suci bukanlah yang pertama kali kita rasakan, tapi yang
terakhirlah yang akan kita kenang.

Selasa, 23 Februari 2010

Untukmu Kasih

Kasih lihat mentari yang bersinar garang di siang hari 
lihat rembulan yang slalu menampakan cahayanya di malam hari 
tersenyumlah karna Ia ada untukmu 
kasih rasakan angin sepoi mengelus wajah ayu mu 
dengarkan kicau burung yang bertengger di pepohonan  
rasakanlah kabar tentang cinta, asa dan cita dariku untukmu 

kasih...
lihat pula lambaian dedaunan aliran air dan terang cahaya di kegelapa 
pahamilah akan kehadiranku untuk mu ...


(...ku tak tau adanya dirimu...)

Jumat, 05 Februari 2010

Nafas Terakhir Sebuah Syair






Penyair, masih duduk tenang dalam bening tetes air matanya
…Sederhana
Tenang dengan mata sayup
menggenggam sebuah sajak


Tenangkan hati
Senyap
Di antara lorong hati yang beku

Sendirinya…
Menanti pelangi di senja hari
Di antara jejak hujan yang membasahi pijakan kaki
Hingga petang tlah menggantikanya


tenggelam dalam kata
kata yang bermakna tanpa batas
terhanyut dalam tulisan maut…
tertawan….pesona tak berupa

Malam…
Dingin menghujam jiwa
Sendiri dalam kepiluan
Menunggu pagi
Tak henti harapan pada  pelangi

Kesunyian pagi mendera
Nyanyian… burung kecil tak lagi merdu terdengar…
Kabut putih
Menghalangi pandangan penyair
dibalik kabut ada yang di cari…..



Embun bergayut di daun
Enggan menetes…
Berkilau diintip mentari di balik daun




Diam,
Penyair di balik kaca
Masih tersimpan sajak di hati
Mendengar nyanyian sang sunyi

Mentari mengintip di balik awan galap
Cahayanya menembus dalam jiwa
Ada sedikit kehangatan membalut tubuh



Tertunduk langkah kaki
Sebelum nafas terakhir terhembus

Kembali,
Menunggu
Menunggu pelangi datang
Dan syair
Masih tergenggam erat



“Pelangi…
Akankah kau datang padaku
Di sini ku menunggumu
Membawa syair terakhir untukmu
Sebelum ajal menjemputku

Tahukah engkau
Dalam munajat malam
Ku pinta pada-Nya
Agar kau bisa menyapaku walau sekilas mata


Wahai pelangiku…
Aku rindu lagumu….
Aku rindu bisik lembutmu….
Aku ingin membangun mimpi bersamamu ….


Setengah hari dalam kesendiriian
Langit menangis
Deras air mengalir
Membasahi rumput hijau yang bersemi


Lemas
Menutup mata
Akankah kan tertelan kembali Hari yang kemarin
Dan hari-hari sbelumnya

Bulir serpihan hidupku luluh
menemani denting hujan ini




Sebebentar senja
Indah…
Terlukis olehnya
Untuk pelengkap syair

Batin menangis darah
Tersungkur dalm jiwa yang mati

Berlinang air mata dalam kebahagian
Saat pelangi muncul di matanya
Tersenyum menyapa…





“”…Wahai pelangiku
Ku setia menantimu
Kini nafas lelah menungu
Bila kau tak datang hari ini, biar kan ku menuggu di kehidupan berikutnya
kan ku tulis sajak terindah untukmu
terindh dari sajak pra penyair di bumi ini
yang kan membunuh para pujangga
meski luka tangan ini mengukirnya untukmu

Bila ku kembali
Kan ku lukis indah pelangimu…
Bukan,
Bukan wajahmu yang akan kulukis
Tapi semua rasa… yang pernah kita miliki
Bukan, bukan pernah…
Tapi selamanya kita miliki …
Kemarin, hari ini dan esok hari …
Semua rasa yang kita miliki …
Menjadi lukisan berbingkai diri…
Dalam naungan cinta-Nya…






Palu, 02 February 2010
00:38 WITA




Sabtu, 30 Januari 2010

Engkau Adalah Perempuan

engkau...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu

engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung

engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak

tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...

jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...