Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

Lagu Ku

 "Malam Aku Bernyanyi"

Kaki menghentak
Kepala menggeleng

Mulut bernyanyi
Telinga mendengarkan

Biar di bilang sumbang
Yang penting hati senang

Reff:
Biar malam ini ku sendiri sampai pagi
Bernyanyi bersama kenangan yang tak kembali
Biar malam ini ku sendiri sampai pagi
Memetik gitar, menghisap rokok, dan menyeduh kopi

Cipt: Sonni Ard ( Tanpa Nada_)

Sabtu, 16 Oktober 2010

Wayang

Pengertian Wayang
Dilihat dari sudut pandang terminologi ada beberapa pendapat mengenai asal kata wayang. Pendapat pertama mengatakan wayang berasal dari kata wayangan­ atau bayangan yaitu sumber ilham, yang maksudnya yaitu ide dalam menggambar wujud tokoh. Sedangkan pada pendapat kedua mengatakan kata wayang berasal dari Wad dan Hyang, artinya leluhur.1
Dalam Kamus Bahasa Indonesia Wayang berarti sesuatu yang dimainkan ki Dalang berupa gambar pahatan dari kulit binatang, melambangkan watak-watak manusia.
Dalam Kamus Bahasa Sunda disebutkan bahwa wayang adalah boneka berbentuk manusia yang dibuat dari kulit atau kayu, dan lebih ditegaskan lagi pengertian wayang sama dengan sandiwara boneka.2
Dalam pengertian luas wayang bisa mengandung makna gambar, boneka tiruan manusia yang terbuat dari kulit, kardus, seng, mungkin kaca-serat (fibre-glass), atau bahan dwimatra lainnya, dan dari kayu pipih maupun bulat torak tiga dimensi.


Asal – Usul Wayang
Dari manakah asal wayang?
ritual1.jpgApakah hasil kreasi orang jawa atau pengaruh kebudayaan Hindu. Dikatakan bahwa wayang merupakan hasil kreasi atau kebudayaan Hindu. Sehingga dengan demikian timbul penggunaan istilah asing di dalamnya. Setelah diadakan penelitian secara seksama, ternyata merupakan hasil kreasi atau kebudayaan asli orang Jawa ( bangsa Indonesia ).
Lakon cerita wayang yang merupakan penggambaran tentang sifat dan karakter manusia di Dunia. Karena penggambaran ( cerita ) yang mencerminkan sifat – sifat dan karakter manusia secara khas, sehingga banyak yang tersugesti. Padahal semua itu hanya semu ( bayangan ), bukanlah kejadian yang sesungguhnya atau nyata.

Pengertian Wayang
  1. Bahasa Jawa: Perkataan wayang artinya wayanganan ( layangan ).
  2. Bahasa Indonesia: Bayang-bayang, samar samar, tidak jelas.
  3. Bahasa Aceh: Bayang artinya wayangan.
  4. Bahasa Bugis: Wayang atau bayang- bayang.
  5. Bahasa Bikol ( Jawa Kuno ):
Menurut Prof. Kern: bayangan, remang-remang. Wayang dari asal kata Wod dan Yang. Kira-kira artinya gerakan yang berulang-ulang, tidak tetap. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wayang artinya bayangan yang bergoyang, bolak-balik ( berulang-ulang) atau mondar-mandir tidak tetap tempatnya.
Jenis-jenis Wayang
Menurut Encyclopedie Van Nederlands Indie dactie van D.G. Stebbe, ada 7 jenis wayang.
  1. Wayang Purwa
  2. Wayang Gedhog
  3. Wayang Klithik / Krucil
  4. Wayang Golek
  5. Wayang Topeng
  6. Wayang Wong/Wayang Orang
  7. Wayang Beber
Nb:Artikel dikutip dari buku “Sejarah Wayang” karya Amir Mertosedono SH.

Graffiti

GRAFFITI adalah kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis,bentuk dan untuk menuliskan kalimat tertentu diatas dinding.

Alat yang digunakan yaitu:
cat semprot atau pilox

Dalam seni graffiti banyak macamnya antara lain:

1. Outline/ornamen
adalah objek tambahan digraffiti.
Biasanya bomber-bomber mendapatkan outline/ornamen diawal atau diakhir
pembuatan graffiti.

2. Gradasi
adalah suatu cara untuk menyatukan warna dari warna tua hingga warna
muda agar mendapatkan warna baru.

3. Carakter
adalah animasi atau figur pembuat graffiti (bomber).

4. Tagging
adalah jenis graffiti yang sudah banyak dipakai.

5. Found block
adalah jenis tulisan graffiti yang rapat dan dapat dibaca oleh orang lain.

6. While style
adalah jenis graffiti yang rapat dan biasanya kebanyakan orang atau bomber
memodifikasinya dan sangat susah dibaca oleh orang lain.






Jumat, 15 Oktober 2010

Puisi

               Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Puisi berasal dari bahasa yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.

Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait

Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.

Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah.

Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.

Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengekspresikan secara padat pemikiran dan perasaan penyairnya, digubah dalam wujud dan bahasa yang paling berkesan.

             Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag, dll). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.



Puisi lama : Puisi yang terikat oleh aturan-aturan. 
A. Aturan-aturan itu antara lain:
  1. Jumlah kata dalam satu baris
  2. jumlah baris dalam satu bait
  3. Persajakan (Rima)
  4. Banyak suku kata dalam baris
  5. Irama
B. Macam-macam puisi lama.
  1. Mantra.Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada muylanya bukan karya satra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.
  2. GurindaGurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
          Ciri-ciri Gurindam: a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
                                       b. Berasal dari Tamil (India)
                                       c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau
                                           menampilkan suatui sebab akibat.
  1. Syair. Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.
            Ciri-ciri Syair: a.setiap bait terdiri dari 4 baris
                                  b.setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
                                  c.bersajak a-a-a-a
                                  d.isi semua tidak ada sampiran
                                  e.berasal dari Arab
     4.  Pantun. Adalah puisi melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat
           Ciri-ciri pantun: a.setiap bait terdiri 4baris
                                   b.bait 1 dan2 sebagai sampiran
                                   c.bait 3 dan 4 merupakan isi
                                   d.bersajak a-b-a-b
                                   e.setiap baris terdiridari 8-12 suku kata
                                   f.berasal dari Melayu (Indonesia)

MACAM-MACAM PANTUN
1. DILIHAT DARI BENTUKNYA
a. PANTUN BIASA
Pantun biasa sering juga disebut pantun saja.

2. SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya

3. TALIBUN
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

4. PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :
a. Setiap bait terdiri dari 2 baris
b. Baris pertama merupakan sampiran
c. Baris kedua merupakan isi
d. Bersajak a – a
e. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

2. DILIHAT DARI ISINYA
2.1. PANTUN ANAK-ANAK
Contoh :
Elok rupanya si kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang
2.2. PANTUN ORANG MUDA
Contoh :
Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Sehidup semati kita bersama
Satu kubur kelak berdua
2.3. PANTUN ORANG TUA
Contoh :
Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
2.4. PANTUN JENAKA
Contoh :
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga
2.5. PANTUN TEKA-TEKI
Contoh :
Kalau puan, puan cemara
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki

PUISI BARU

A.MACAM-MACAM PUISI BARU
1. DISTIKON
Distikon adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama.
2. TERZINA
Terzina adalah sanjak 3 seuntai.
3. QUATRAIN
Quatrain adalah sanjak 4 seuntai
4. QUINT
Quint adalah sanjak 5 seuntai
5. SEXTET
Sextet adalah sanjak 6 seuntai.
6. SEPTIMA
Septima adalah sanjak 7 seuntai.
7. STANZA ( OCTAV )
Octav adalah sanjak 8 seuntai
8. SONETA
Soneta adalah bentuk kesusasteraan Italia yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance. CIRI – CIRI SONETA :
a. Terdiri atas 14 baris
b. Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina
c. Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.
d. Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.
e. Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam
f. Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.
g. Peralihan dari octav ke sextet disebut volta
h. Penambahan baris pada soneta disebut koda.
i. Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – 14 suku kata
j. Rima akhirnya adalah a – b – b – a, a – b – b – a, c – d – c, d – c – d


Kamis, 14 Oktober 2010

Sastra

Sastra berasal dari bahasa Sansekerta : शास्त्र, shastra, merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.

Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah:
  • Novel
  • Cerpen / cerita ( tertulis /lisan)
  • Syair
  • pantun
  • Sandiwara/Drama
  • Lukisan/Kaligrafi

Selasa, 20 April 2010

_ada 

                           detik 

menggelang                                  

di lenganmu, 

menggandeng 

                                        jejaki 

                                                                                   lingkup 

      yang 

                                                             tak 

tertulis 

di 

kertas 

bangku 

                              sekolah... 

 

 

 _ah... 

bajing 

                                                                                               lari 

                                        memegang 

                                                                                                          bara 

                   di 

                                                                  tangannya, 

                                      daun 

hijau 

                                                                                                 di 

                                                                                                             sirami 

                                  debu 

                                                                di 

            tiap 

                                                                               harinya, 

                           guntur 

                                                                                                                mengalun 

  di 

                             indah 

                                                                      mimpi... 

 

 

_ntah lah...