Powered By Blogger

Kamis, 06 September 2012

Masih ku ingat senyummu menjabat padaku awal kita jumpa. Tatap mata itu, seperti itukah tatap bidadari kepada lawan jenisnya? Raut wajah itu, sama halnya seperti wajah bayi gemuk dengan gizi yang cukup.
Masih ku ingat itu, kau lipat mukena dan meninggalkan masjid dengan tertunduk. Yang jadi pertanyaan, ada apakah dengan jiwa dan hatimu? Ku tak jadikan soal, pastinya aku bahagia denganmu.
Masih ku ...
ingat itu, lajumotormu tak sungkan membelah malam. Takut akumenawarkan sesuatu kepadamu, tolakmu tak perlu.
Masih ku ingat itu, ku takuti bayanganku sendiri di dekatmu berdiri. Burung hantu mengintip di separuh jalan kita bertemu, di tengah lapang kota di waktu pengamen menghampiri.
Masih ku ingat itu, yang ku takuti terjadi. Setelah kau lempar cayaha kelangit, cepatnya waktu bertemu kau pamit pulang ke pangkuan ibumu. Sedih menjabat tanganmu, bahagia melihat senyummu. Tak pernah ku lupa itu...