temanmu di kala sepi
mendekapmu
menyelimuti kau yang diam
pada waktu lenanya membiru
itulah mimpimu
mimpi melihat bintang
mengharap sinarnya di hati
sedang kau paksa hujan
...
sampainya badai mengoyak jiwamu
itu deritamu
menangis dalam batin
getarkan hatimu
justru hanya bayang kau rengkuh
bulan tak punya mulut
angin hanya merayap didaun telingamu
tak ada tautan tentang cintamu
itu sesalmu
ketika semua menghilang
tinggal keluh kesah kau sampirkan
sampai senja munculkan purnama
sampai hujan terbitkan pelangi
itu harapanmu
pada do'a malam-malamu
kau sampaikan penuh haru pada Tuhanmu
menunggu waktu menjawab asamu
sampai kau tak tahu
mengapa kau rindu
lihat mataku
aku bayangmu
itu deritamu
menangis dalam batin
getarkan hatimu
justru hanya bayang kau rengkuh
bulan tak punya mulut
angin hanya merayap didaun telingamu
tak ada tautan tentang cintamu
itu sesalmu
ketika semua menghilang
tinggal keluh kesah kau sampirkan
sampai senja munculkan purnama
sampai hujan terbitkan pelangi
itu harapanmu
pada do'a malam-malamu
kau sampaikan penuh haru pada Tuhanmu
menunggu waktu menjawab asamu
sampai kau tak tahu
mengapa kau rindu
lihat mataku
aku bayangmu