hanyalah bisa mengelus dada
seirama retaknya cerminan hati yang keruh
malam hari datanglah kembali
diam memangku angan
terasa renyah ampas kopi
terhisap dalam dalam tembakau berasap
walau hati terasa tersisih
lelahku rasa menggila
berderap rasa kecewa
...
ketika rasa sia-sia meraih langit yang biru
gelombang membuyarkan langit mendung
tak ada nada berbicara warna cintanya
malam gelap diam
tak ada makna terurai
ingin rasanya menerjang saja
berlari dan pergi
ingin rasanya melupakan semua
tinggalkan ini dengan yang anyar
menikmati semua tanpa tanya
sampai dapatkan sesuatu yang di mau
walau setetes biarlah berarti
gelombang membuyarkan langit mendung
tak ada nada berbicara warna cintanya
malam gelap diam
tak ada makna terurai
ingin rasanya menerjang saja
berlari dan pergi
ingin rasanya melupakan semua
tinggalkan ini dengan yang anyar
menikmati semua tanpa tanya
sampai dapatkan sesuatu yang di mau
walau setetes biarlah berarti