Powered By Blogger

Minggu, 08 Mei 2011

Diluar cinta cinta cita kita harapkan
bukan kedustaan
kepastian yg hanya jadi obrolan

ketika rasa dilempar
keseimbangan jadi tak seimbang
gambaran tingkat pundak menjadi tangisan

menanti dan menanti
sabar sabar dan sabar
menunggulah dijalanan
panasnya mentari panaskan hati
perilaku yg setiap hari kita lakukan

kapan akan datang
jawaban cinta cinta cita
bukan obrolan yg dimuat dikoran harian
Jawablah dengan rasa cinta
keadilan yang menjadi tontonan
permalukan hukummu dimeja pengadilan

lihat cinta cinta cita anak manusia
menangisi tinggi jabatanmu
dimana kau bersembunyi
kami punya malaikat yang selalu mengikuti

KIta Satu

Seiya
sekata
sehati
seirama

senada
seperti harmoni lantunan Iqra'

selangit biru
setiang penyangga
sepijakan tanah
selaut samudra
selingkungan hidup kita bertanah air satu
jangan dipisah-pisah
jangan dibelah-belah

Kini, Waktu Berlalu

Masihkah engkau menunggui hati
hati yang pernah meraskan keberadaanmu


waktu berlalu...
rindu berada dipuncak himalaya
karenamulah pendaki terperosot keduka terdalam
sebab putihmu menipu

ku hisap dalam rokokku
tak rupa syair tentangmu
dari hati yang gelisah
dari otak yang berfikir
faktanya, kemunafikan isi jawaban tanyaku
segumpal dusta sepeninggalan jejak darimu
didalam luka bermuara air garam diranah kenanganku

tangisan anak bayi berlalalu
kini...
kasih sayang dan rindu
kan beku keberadaanmu

"Takkan lagi ada cinta, jika keberadaannya ciptakan luka...

"Jangan tanyakan cinta, karna cinta sendiri tak tau jawabannya...

"Katakan ku jatuh cinta, semata kepada cinta-Nya...

Sabtu, 07 Mei 2011

Terasa Pahit

Berapa banyak kan kau habiskan
makanan lalat didalam tong sampah pinggir jalan
satu persatu kau buka berharap ada sesuap rejeki

Menetes keringat kakimu berjalan
hati gelisah dihempas debu jalanan
terlihat lesu raut wajahmu
kalah oleh tikus selokan
terlihat murung agaknya
kalah oleh kucing berbulu hitam

Nampak sia-sia...
Nampak kelam sisimu
terpojok disudut kenyataan
nampak rapuh kesendirianmu
samar tergambar
nampak surut harapanmu
menuntun diri sendiri
nampak matamu buta
tentang semua keindahan

Terasa menyakitkan...
 
Terasa kian kelam nasibmu
tak pernah terbit matahari dihati
terlihat buram bayanganmu
karena matahari ditutup awan
terlihat iri pikiranmu
memaksa untuk bersyukur

Pahit kau rasakan...

Kamis, 05 Mei 2011

sepeninggal senja

Gelap mata awan sepeninggal senja
karena hati mu yang munafik...
Kaki terbelenggu besi
dipaku tajamnya lidah belati
airnya mengalir kehati
perih rasanya, akan lebih baik jika mati

apakah selamanya kehidupan itu kejam
apakah selamanya kebahagiaan dihantam karang
apakah selamanya akar rumput menjadi bahan ejekan

situasi yang sama gila bibir berteriak
didalam jiwa yang congkak
memelas wajah hari
dengan kepala tanpa pelindung besi baja
dengan tangan tanpa memegang senjata

terlalu munafik jika itu adalah mimpi...

Selasa, 03 Mei 2011

Tulisanmu Meresahkan

Tulisan mu membuat resah
resah hati si pembaca tulisanmu
kata-katanya bagai mata pengawas yang menyala
warnanya tajam mengancam
Tulisan mu di beranda
berunjuk kalimat-kalimat menggertak
menggertak si pembaca tulisanmu
maknanya adalah musuh
musuhnya sipembaca yang resah
tujuannya adalah membidik si pembaca
yang membuat si pembaca resah

Senin, 02 Mei 2011

Kosong Dan Isi

Tak ada ruang kosong yang terisi kekosongan



karena yang kosong tak mengisi kekosongan...


Sedang suatu isi terisi tak kosong


adanya isi membuat kekosongan tak kosong...


Tapi isi terasa kosong terisi kekosongan


karena isi kosong tak mengisi kekosongan...

Hujan Di Semenjelang Sore

Hujan di semenjelang sore
untukmu yang duduk dibangku kayu
mencari kabar pada suara alam
lewat gesekan daun-daun
lewat gambaran dari sebutiran hujan
atau pada awan hitam yang diam menyembunyikan cahaya


Hujan disemenjelang sore
mulai deras berjatuhan
berlari-lari mereka berteduh
semilirnya angin mendekap pada tubuh
menunggu-nunggu reda
lusuh bibir membiru
menatap awan tak berubah warna


Hujan disemenjelang sore
mereka yang bergelut waktu dijalanan
lesu wajah terjenuh
tiada kabar terngiang ia dapatkan


Semenanjung hari yang menikam
menahan hasrat hati yang dipenuhi rasa ragu
tiada cerita
tiada ungkapan
hanya hujan disemenjelang sore

Suara Hati

Terhimpit gelak hujan digelap malam
jutaan tetes bernyanyi
diatas genting menari
bersaut glegar halilintar menyambar

tak terdengar kabar suara hati
suara hati orang-orang yang menangis
suara hati orang-orang yang tertindas
suara hati orang-orang yang kesakitan
sepi terasa hari-hari
kemana, dimana suara hati

tanah berlumut tempat tinggal tumpukan benalu
suara-suara sumbang didalamnya
belajar tentang moral dan akhlak
untuk hidup yang terus dipacu

suara hati bukan dewa
bukan Tuhan tempat meminta
oh... dengarlah suara hati

Minggu, 01 Mei 2011

Kunang - Kunang Di Musim Penghujan

Kunang-kunang dimusim penghujan

 
mendung sebagai teman


baginya keindahan


butir air di atas daun baginya permata






Kunang-kunang terbang


cahaya berkilauan


membuatku iri menyaksikan






Kunang-kunang terbang di hadapanku


menari-nari


mengisyaratkan kepada hati


terasa terpatri


menekan untuk bersyukur


tentang pahitnya kenyataan

Mata Hati dalam Melodi

Ketukan nada jiwa



melodi mega - mega


mata hati tajam merobek halusinasi


mata hati menjerit diasah batu


mata hati membiru hitam


mata hati pasang oleh tangisan






Kalimat puisi tumabang dihilir keringat


melodinya patah dihantam angin sunyi


mata hati buta sebab pangkal akar mengering


mata hati mengecil sebab tersudut kenyataan


mata hati kalah tak sanggup melawan sendirinya






Suara nyayian rapuh


melodi ungkapan kasin sayang


bertumpukan harapan


mata hati menatap alam tentang keindahan


mata hati ditemui hari yang sama


mata hati dibujuk rindu tak bernyawa


mata hati sendiri


mata hati disini


mata hati melepas cinta tak di cintai
 

Rabu, 27 April 2011

Berdo'alah - Puisi Arab

Berdoalah kepada Yang Maha Pencipta
moga kebahagiaan menjelma
biar jiwa kita terubat dengan harapan
maka janganlah sekali-kali menyerah
kerana jika kita mengalah
sesungguhnya kita telah membunuh harapan
seseorang yang paling dekat dengan kebahagiaan
adalah orang yang percaya harapan sentiasa ada


~ Puisi Arab

Aku Memilikimu

Aku memilikimu dalam hayalan malamku
malam sunyi sepi dihujat petaka
Aku memilikimu dalam hayalan malamku
malam dingin mengeras jari menggenggam tanganmu
Aku memilikimu dalam hayalan malamku
malam gelap sehampa asap dari mulutku

Aku memilikimu dalam syair puisiku
puisi asal kata ujung air mata yang mengering
Aku memilkimu dalam nada nyanyianku
nyanyian kelam rintihan diantas hamparan tak berarti
Aku memilikimu dalam hembus nafasku
nafas sesak dipuncak-puncak rindu
Aku memilikimu dalam perjalanan nasipku
nasip miskin cinta yang tak dicintai

Aku memilikimu
sejak kini hingga nanti
Aku memilikimu
menyebut namamu
memanggil-manggil namamu

Dan aku kan selalu memilikimu

Selasa, 26 April 2011

Dia

Dia, yg di tinggal kekasihnya
melarat rindu disekeping hatinya
terpasung batu diselangkah jalannya
tertutup awan disecahaya kasihnya

...Dia, yg di tipu muslihat cinta
gila melonglong kosong mata hatinya
sekarat diseruang raganya
mati pun dibawa setaburan luka
 

Senin, 25 April 2011

Selamat Jalan

Deru mesin mobil membawamu
membelah kesunyian malam
dari jalan berbatu hingga yang beraspal
mulai rintik hujan yang tak jua terang

Desa kecil kau tinggalkan
esok terbang menembus langit diatas lautan
untuk kota perantauan
dan keluarga menjadi ketetapan

Singgahlah kelak untuk kami kerinduan
menengok kami yang kini meminang air mata perpisahan

Selamat jalan...

Sabtu, 23 April 2011

Yang berapi dengan kayu disekitarnya
duduk disekelilingnya untuk medatangkan kehangatan
dari api yang menjilat-jilat ke atas langit
seolah memanggil-manggil nama Ilahi

...Dari lembaran yg terbuka
tulisan tentang gunung lautan dan alam yg marah
dari mereka yg memainkan panasnya api
 Demi langit yg ditinggikan
untuk keringat yg dikeluarkan
dengan sandaran dipan-dipan
dan bidadari yg amat indah
...dengan mutiara yg disimpan
tercukupilah apa yang menjadi hak-hak
 Temuilah hari itu
tanpa ada tipu daya untuk menghindari

Rabu, 20 April 2011

Awal Pagi

Pagi yang indah
pagi yang cerah
nasi sambel teri sarapan pagi
secangkir kopi pelengkap porsi
Pagi yang indah
...pagi yang cerah
melangkah kaki mencari rizki
untuk hidup lebih mandiri
pagi yang indah pagi yang cerah
diawali do'a diakhiri do'a
mengharap ridlo Yang Maha Kuasa

Rabu, 13 April 2011

jawabku, Darimu

I

Saat hari membawaku ke perjalanan membosankan
kau datang dengan sapa senyuman
berbaris waktu di senja yg kian padam
Pada senja pula tersampaikan kerinduan
meski penuh kepahitan
sesuatu yg sama kita rasakan dinamakan Kenangan

II

Ketika sepi meradang hati
kau datang bermahkota kasih
iringi langkah dengan nada ceria
bertunggang kencana nan anggun mempesona

Wahai hati
kau manjakan aku dengan warna pelangi
biarkan aku terus terbuai mencandu dalam nurani
hingga rasa hilang tak sadar diri

Wahai hati
ku mengenang saat tatap batin pertama
dalam ruang kosong kehampaan
 
III
 
Seberapa banyak terucap kata dari hati
hingga tak ada kalimat untukku termaknai
andainya tak salah hati
usah sangka untukmu memberi

Kata keluar apa adanya
hingga kalimat menjadikannya suatu makna
darimu, untuk.... (?)

Bengi sepi

Menggah mriki wengi kang sepi


nangis moyo saking jro ning ati

bebarengan lintang melaku wonten peteng langit

keiling-iling dawoh kakung saking pikiran

mboten katon ananing paguyuban urip

...

enggal sae sanget dadose

lan elok becik sawangane

dadi ayem tentreme ati

Senja Buatku...

Senja buatku lumpuh


berpayung hujan tak beralas kaki

pandangan gelap sempoyongan

tak ada sandaran tubuhku terkapar

Senja buatku buta

dihadapkan dinding hujan angin tebal

bagai benteng kejam beranak panah dan perisai baja

tertunduk ku menatapnya

Senja buatku sekarat

menghujam keras tombak kedadaku

berlumuran sesal jiwaku

berkucur padih ujung mataku

rasa yg tak akan hilang oleh waktu