Powered By Blogger

Senin, 25 Oktober 2010

Ku Tunggu

Mentari pulang sayang, menguning ketuaan awan di atas bukit
Burung camar pulang sayang, melintas di atap rumah saat waktu melilit
Dimana dikau sayang, ku tunggu kau pulang di depan pintu tak ku rasa hati ku terjepit
Hari sudah mulai gelap sayang, jika kau pulang jangan memberi senyuman serupa pil pahit
Masih ku tunggu dikau sayang,sampai esok biar tak mengapa aku sakit

sayap-sayap malam mulai mencekam
dalam hembusan angin yang menusuk raga
ketika tangan-tangan ini menyapa ruang kosong
dan jemari-jemari ini meliuk-liuk menerpa pusaran angin malam
diantara gemuruh hati dalam genangan jiwa yang rapuh, nadi-nadipun berdenyut seirama roman darah keabadian...

mungkinkah ada waktuku untuk menempuh kebersamaan
meniti buaian kasih dalam kehidupan cinta nan suci
ataukah waktuku kan terus dibalut kesendirian semesta
ku hanya ingin menyapa waktuku
diantara ragu yang mengoyak nalar mencabik nurani
semua diam seiring simphony malam yang beranjak sunyi...

lelah hati menunggu kabar kebahagiaan........