Powered By Blogger

Rabu, 20 Oktober 2010

Pertamanya dari Maaf

"Maafkan..."

"AKu juga minta maaf, kata-kataku mati hari ini, aku tak bisa mewarnai maka resah hati menjelang mimpi, kepadamu

"Untuk jiwamu, untuk hidupmu, untuk cintamu, jika kamu lihat lebih dalam maka kamu akan tahu"

‎"Tenangkanlah, kembalikan pada awalannya"

"Jangan ciptakan kesunyian, sungguh sunyi.."

"menjelang tidur, mengais harapan, mengumpulkan kenangan"

‎"maafkan"

"biarlah kamu lelap kini, langit malam sudah tak ada bintang lagi"

"datanglah nanti, jemput aku lewat mimpi, ukir cinta ini"
...
"semoga.. kamu dengar nyanyianku, permohonan maafku, karna kilaf dan salahku"
 
‎"jangan kamu paksa hujan yang malu-malu, biar gemuruh ku terima darimu"

"tapi kilat sudah menyambar hati, akan retak jika kau pergi"

"coba kamu jilat ujung lidahku"

"aku merasakan kepedihan karena cintaku padamu"

"itu...

‎"jangan kamu tenggelamkan aku malam ini"

"dalam kesunyian, bawalah kasihmu padaku"

"harapanku tak kamu sadari, kenangan lama coba kamu tenggok kembali"