Rabu, 09 Februari 2011
Dimana ini?
Dimana ini?
Kita berada dalam goa di bawah tebing - tebing beban tanpa petunjuk, hanya bisa berqias dengan kata-kata. Kita hanya duduk bagai pohon yg berjatuhan daunnya di musim dingin, jiwa termartir dalam hukum manusia. Kita makan dari sisa kerak makanan kering yg dibasahi dgn keringat dan minum dgn air yg brcampur darah dan air mata.
Kehidupan dari ruh yg selalu di liputi oleh kesepian, bagai burung yg kehausan di sangkar emasnya, kemana hati mentelaah disana terlihat hati yg kesepian.
Kehidupan bagai rumah tanpa jendela, seakan jatuh didalam kegelapan, berdiri terpaku bagai di padang gersang. Entah kapan ruh hati dan jiwa bersuka ria melihat keindahan atap surga.
Siapa kalian?
Siapa kalian?
Ku anggap saja kuntum-kuntum bunga yg tumbuh di tempat teduh, semilir angin membawakan benih-benihmu ke hamparan sinar mentari, dan kalian akan hidup dalam keindahan.
Hanya pohon kering yang telanjang di saat musim menundukan, kelak musim semi tiba dengan jubah hijau di atasnya, hingga kebebasan meneteskan air mata yg menyembunyikan senyum dan tawa.
kebebasan meneteskan air mata yang menyembunyikan senyum dan tawa...
Timbulkan tanda tanya lebih dari satu...
Ku anggap saja kuntum-kuntum bunga yg tumbuh di tempat teduh, semilir angin membawakan benih-benihmu ke hamparan sinar mentari, dan kalian akan hidup dalam keindahan.
Hanya pohon kering yang telanjang di saat musim menundukan, kelak musim semi tiba dengan jubah hijau di atasnya, hingga kebebasan meneteskan air mata yg menyembunyikan senyum dan tawa.
kebebasan meneteskan air mata yang menyembunyikan senyum dan tawa...
Timbulkan tanda tanya lebih dari satu...
Ketika ku jatuh cinta
Mengapa engkau selalu membuat hatiku menangis?
Mata air tersembunyi dalam jiwa menyembul mengalir ke muara menuju arah samudra, samudra tanpa batas dan tanpa dasar. Semua tersembunyi di dalam keheningan yg diam, karna hati belum mengetahui rahasia siang dan malam. Telinga masih rindu ungkapan kata untuk pengertian yg akan ku pahami dalam rasa, biar ku meraba dgn sentuhan lewat indera wujud nyata dari dunia impian.
Mungkin jalan ku tak mengikuti jalur yang lurus dan tidak pula tumbuh liar bagai semak belukar. Tapi Cinta masuk kedalam kehidupan jiwa membuka kelopaknya, seumpama sekuntum teratai yg bermahkotakan seribu bunga didalam hatiku karenamu.
Mata air tersembunyi dalam jiwa menyembul mengalir ke muara menuju arah samudra, samudra tanpa batas dan tanpa dasar. Semua tersembunyi di dalam keheningan yg diam, karna hati belum mengetahui rahasia siang dan malam. Telinga masih rindu ungkapan kata untuk pengertian yg akan ku pahami dalam rasa, biar ku meraba dgn sentuhan lewat indera wujud nyata dari dunia impian.
Mungkin jalan ku tak mengikuti jalur yang lurus dan tidak pula tumbuh liar bagai semak belukar. Tapi Cinta masuk kedalam kehidupan jiwa membuka kelopaknya, seumpama sekuntum teratai yg bermahkotakan seribu bunga didalam hatiku karenamu.
Senin, 07 Februari 2011
perasaan?...
Untaian perasaan
impian hati dan derita
kotak penyimpan nestapa
tanpa kuncup keharuman
mengalir air mata tersembunyi
tanpa ilham penjelas rahasia
Desahan terdalam hati
dalam penggalan kata-kata
dgn bahasa misteri
Angin mengetuk jendela
memanggil alam bercakap bersama
membisik bunga
tentang misteri yg terkandung
samudra kasih
dan lautan kelembutan
Sinar nya masih terang menyilaukan melimpahkan cahaya kekuningan...
Bias warna nya masih secerah pelangi menabur keindahan pandangan mata...
Kekuatannya tak berkurang masih seperti prahara angin menerpa, amat terasa...
Akan tetapi entah mengapa getarannya mulai terasa perlahan, melemah dan cenderung datar...
Perasaan aneh kadang menggelitik, dekat namun terasa asing dan jauh....
Seperti ada sekat-sekat yang tak tampak, sulit disentuh dan diruntuh...
Kokoh membentuk benteng penghalang yang tak dapat ku lompati...
Membuat fikiran membumbung tinggi tak tentu arah dan liar...
......Tak usah di fikir tulisan ini bercerita apa dan tak tuntas....
impian hati dan derita
kotak penyimpan nestapa
tanpa kuncup keharuman
mengalir air mata tersembunyi
tanpa ilham penjelas rahasia
Desahan terdalam hati
dalam penggalan kata-kata
dgn bahasa misteri
Angin mengetuk jendela
memanggil alam bercakap bersama
membisik bunga
tentang misteri yg terkandung
samudra kasih
dan lautan kelembutan
Sinar nya masih terang menyilaukan melimpahkan cahaya kekuningan...
Bias warna nya masih secerah pelangi menabur keindahan pandangan mata...
Kekuatannya tak berkurang masih seperti prahara angin menerpa, amat terasa...
Akan tetapi entah mengapa getarannya mulai terasa perlahan, melemah dan cenderung datar...
Perasaan aneh kadang menggelitik, dekat namun terasa asing dan jauh....
Seperti ada sekat-sekat yang tak tampak, sulit disentuh dan diruntuh...
Kokoh membentuk benteng penghalang yang tak dapat ku lompati...
Membuat fikiran membumbung tinggi tak tentu arah dan liar...
......Tak usah di fikir tulisan ini bercerita apa dan tak tuntas....
Kamis, 03 Februari 2011
Masih belum lengkap harapan dlm hidup-dlm mengarungi waktu.
Takut berkecil hati, menyempit budi.
Dia bukan pelaut yg mengarungi samudra, ketika hati gelisah karna rindu.
Tak bisa lagi menangkap makna uraian kata yg terpantul membalik ke dadanya. Sperti pengemis yg kedinginan diprotokol kota.
Dia tertunduk melangkah menyingkir tanpa menoleh, hasrat meninggalkan. Ditinggalkan seorang diri didlm pribadi yg sejati.
Dia sekarat di zona waktu manusia, masih bertahan hingga hembusan nafas terakhir.
Sesat, tak sabar merendah hati.
Jiwanya terbuka, terlara terlipur menari-nari bersama dedaunan taman musim semi.
Tak ada jejak kebahagiaan baginya, meski ia bersayap, Sesuatu baginya tak nyata.
Ia temui para penyair, mengarungi tujuh sungai, kehadirannya tak menjadi damai dalam jiwanya, meski ditiup angin.
Hanya tatapan mesra sang bunga, membuatnya bangkit menjauhi keterpurukan.
Di makam orang tuanya, ada do'a orang-orang bernyawa, di sanalah ada benih masa lalu, yg di teteskan oleh madu melati.
Senyawanya menjadikannya ada, bermimpi alam semesta, berlari mengejar matahari.
Takut berkecil hati, menyempit budi.
Dia bukan pelaut yg mengarungi samudra, ketika hati gelisah karna rindu.
Tak bisa lagi menangkap makna uraian kata yg terpantul membalik ke dadanya. Sperti pengemis yg kedinginan diprotokol kota.
Dia tertunduk melangkah menyingkir tanpa menoleh, hasrat meninggalkan. Ditinggalkan seorang diri didlm pribadi yg sejati.
Dia sekarat di zona waktu manusia, masih bertahan hingga hembusan nafas terakhir.
Sesat, tak sabar merendah hati.
Jiwanya terbuka, terlara terlipur menari-nari bersama dedaunan taman musim semi.
Tak ada jejak kebahagiaan baginya, meski ia bersayap, Sesuatu baginya tak nyata.
Ia temui para penyair, mengarungi tujuh sungai, kehadirannya tak menjadi damai dalam jiwanya, meski ditiup angin.
Hanya tatapan mesra sang bunga, membuatnya bangkit menjauhi keterpurukan.
Di makam orang tuanya, ada do'a orang-orang bernyawa, di sanalah ada benih masa lalu, yg di teteskan oleh madu melati.
Senyawanya menjadikannya ada, bermimpi alam semesta, berlari mengejar matahari.
Kamis, 13 Januari 2011
Wanita Dalam Impian
Ku cipta kekasih hayalan, muncul dari kesendirian, terdengar dari alam impian.
Seseorang yg akan berbagi kebahagiaan dan derita kehidupan dengan diriku.
Ketika pagi membangunkanku, aku melihatnya membenahi ranjangku , mata yg menatap kpd ku dgn tatapan mata keibuan yg penuh kasih.
Ia datang kpd ku saat aku susah dan gelisah, kemudian seluruh kcemasan dan kesusahan berubah menjadi kesenangan dan ketenangan.
Ku melihatnya diantara wajah2 yg ingin ku hindari, badai dlm jiwaku sketika dan digantikan alunan desah merdu.
Tatkala ku sendiri, pahit kehidupan ku rasa bagai ank panah menikam jantung, ku melihatnya, kekasihku menatapku dgn mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan kehidupan terasa seperti di taman surga.
Seseorang yg akan berbagi kebahagiaan dan derita kehidupan dengan diriku.
Ketika pagi membangunkanku, aku melihatnya membenahi ranjangku , mata yg menatap kpd ku dgn tatapan mata keibuan yg penuh kasih.
Ia datang kpd ku saat aku susah dan gelisah, kemudian seluruh kcemasan dan kesusahan berubah menjadi kesenangan dan ketenangan.
Ku melihatnya diantara wajah2 yg ingin ku hindari, badai dlm jiwaku sketika dan digantikan alunan desah merdu.
Tatkala ku sendiri, pahit kehidupan ku rasa bagai ank panah menikam jantung, ku melihatnya, kekasihku menatapku dgn mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan kehidupan terasa seperti di taman surga.
Malam menebar jubah hitam,hingga gelap menyelimuti perbukitan. Langkah menuju kabut, berdiri diantara jurang, tersembunyi dr segala pandangan, berseru kpd alam;
...
Hai kabut saudara ku, hembusan nafas murni yg blum jadi, aku akn pulang kpd mu, desahan tanpa suara, bagai kata-kata yg blum terucap.
Hasrat bergetar tanpa tujuan, pikiran yg mlayang blum bertemu.
Kedirian ku lenyap hilang, segala tepi pembat...as tumbang, rantai belenggu tak lagi menghadang, bersama mu ku arungi samudra zaman.
Ketika pagi menabur embun ditaman, aku akan menjelma menjadi seorang bayi dalam dekapan seorang perempuan.
Rindu
Rindu, air yang menguap menggumpal menjadi awan. Putih hitam. Hujan turun seperti menangis didalam munajat malam. Dari semesta alam, dari matahari bulan dan bintang-bintang. Kepada Sang Pencipta jiwa-jiwa, Maha Memberi kasih sayang, kehidupan dan kematian. Pembimbing ruh-ruh menuju cahaya dan kegelapan.
Rindu,
mengeringkan darah jantungku, meninggalkan ku sperti phon layu dgn ranting2 yg tak lagi tertiup angin lembut- tempat yg tk lg di tempati burung2 untuk brsarang atau bekicau menyanyi
Bersedih Hati
Sebutir salju dalam diri mengalir menuju lautan.
Di sela semak belukar
ketika hujan menari diatas dedaunan
turun bagai lambaian pengantin
wajah langit dipantulkan oleh embun
jalan-jalan setapak diselimuti kabut
...
Ada getar jiwa
menyatu dg gemuruh samudra
bersaksi, menyeru kepada cinta
ketika hujan menari diatas dedaunan
turun bagai lambaian pengantin
wajah langit dipantulkan oleh embun
jalan-jalan setapak diselimuti kabut
...
Ada getar jiwa
menyatu dg gemuruh samudra
bersaksi, menyeru kepada cinta
Memisahkan diri
memadamkan sinar kehangatan
Rindu
meratap pilu
ingin berbicara
...Berkisah limpahan hikmah
menyejukkan hati yg berputus asa
membimbing jiwa yg tak mengenal jalan
memadamkan sinar kehangatan
Rindu
meratap pilu
ingin berbicara
...Berkisah limpahan hikmah
menyejukkan hati yg berputus asa
membimbing jiwa yg tak mengenal jalan
Kata yang tak bisa terucap oleh bibir; tapi hati berbicara kutipan jari, membukukan kata. Sampaikan suara hati, dari kekasih yang tak ingin sendiri, dari gadis dalam hening menyimak sukma, darinya angan yg melayang terbang bagaikan kapas yg melayang ringan dipadang kesunyian.
Hanyakah mimpi? Hanya langit mega berarak lalu mekar dilangit hati?
Salju angan2 dan mimpi akan meleleh lenyap dalam tiada, musim semi tiba
Kata yg terucap oleh empat bibir mengikrarkan bahwa hati adlh singgasana, cinta sbgai raja, dan kesetiaan mnjadi mahkotanya.
Belaian jemari angin yg lembut smilir diatas bibir kelopak mawar, teriringi desah panjang pembebasan dan sbuah rintihan yg manis
Getaran membawa para pecinta dr dunia yg penuh beban dan ukuran menuju dunia mimpi, menjadikan penyatuan dr 2 bunga yg harum smerbak, campuran keharuman menciptakan jiwa ketiga
Bila lirikan pertama adalah benih yg di sebarkan oleh sang dewi di ladang hati, maka ciuman adalah bunga di ujung dahan pohon kehidupan...
Keabadian akan menghimpun segala gelak tawa, menyimpan keluh kesah kita, menjaganya tetap dalam gema, dan menyambut setiap ciuman yg bermula dari kegembiraan.
Malaikat akan menghitung stiap butir air mata yg diteteskan oleh ksedihan, dan membawanya ketelinga ruh2 yg melayang di surga2 ketakterhinggaan, sebagai melodi ir...ama cinta.
Di sana, didunia yg akan datang, kita akan dapat melihat n' mrasakan seluruh lapisan getar dr perasaan dihati kita. Kita akan memahami makna kesucian dalam diri kita, yg pernah kita buang karena rasa putus asa.
Kekeliruan dan kesalahan yg kini kita namakan kelemahan, nanti akn muncul rantai abadi belenggu kemanusiaan yg abadi.
Berbagai kekejaman yg pernah dilakukan kpd sesama akan sebgai tanda kemegahan dan kemuliaan. Sedangkan kesengsaraan yg kita tahan trus menerus akan menjadi bunga yg memahkotai diatas kepala...
Manusia adlh buih ditengah lautan, yg mengambang diatas permukaan. Ketika angin bertiup, ia hilang, seolah tak pernah ada. Begitulah hidup kita di hembus oleh Kematian...
Talaqi Cinta Kalamullah
Dan kala suminar kemolekan-Nya terlihat
serta merta dunia ada
serta merta dunia dipinjami pandangan
dari kecantikan Cinta,
melihat kemolekan wajah-Nya
dan serta merta mulai mengoceh gila;
dipinjami gula dari bibir-bibir Cinta
dan dengan merasakannya
serta merta mulai bicara.
Seseorang membutuhkan suminar-Mu
Untuk melihat-Mu...
(Fakhruddin 'Iraqi, Lama'at)
Berbahagialah yang sepadan dengan firman-Nya, Dan carilah apa yang Allah datangkan kepadamu mengenai kampung akhirat, dan jangan lupa posisi mu didunia.
(Nov/BCM : 247)
dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing2) dan di datangkanlah para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
(Q.s. Az-Zumar: 69)
serta merta dunia ada
serta merta dunia dipinjami pandangan
dari kecantikan Cinta,
melihat kemolekan wajah-Nya
dan serta merta mulai mengoceh gila;
dipinjami gula dari bibir-bibir Cinta
dan dengan merasakannya
serta merta mulai bicara.
Seseorang membutuhkan suminar-Mu
Untuk melihat-Mu...
(Fakhruddin 'Iraqi, Lama'at)
Berbahagialah yang sepadan dengan firman-Nya, Dan carilah apa yang Allah datangkan kepadamu mengenai kampung akhirat, dan jangan lupa posisi mu didunia.
(Nov/BCM : 247)
dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing2) dan di datangkanlah para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
(Q.s. Az-Zumar: 69)
Jalan Cara
Bahwa seorang hamba yg tangguh selalu siap menempuh resiko. Kalaupun ia harus menderita dgn apa yg hendak diwujudkan itu, tak menjadi soal. Sebab itu sudah menjadi resiko bagi pemimpi. Apa lagi yang hendak di wujudkan adalah cinta. Cinta. Bukankah cinta berhak di pupuk untuk tumbuh subur dihati dan bisa mengenalkan makna hidup? Bukan semata-mata demi memiliki obyek cinta itu, karena obyek cinta belum tentu bisa menjamin bahagia.
(Syeikh Ra'dullah al-Farghani "BCM")
(Syeikh Ra'dullah al-Farghani "BCM")
Lampu kota bersinar terang. Lampu2 kendaraan terlihat berjajar & seraya berjalan beruntun. Bulan di atas langit bersinar tak penuh, lumayan terang. Bintang2 di sekitarnya pun berkelap-kelip tak terhitung. Kadang, bulan dan bintang tertutupi awan kecil yg samar2 terlihat.
...terpikir pengharapan
akankah terwujud
mustahilkah pengharapan
cinta tak mustahil
...kasih sayang tak mustahil
adanya tak mustahil
cintaku, mustahilkah
mustahil cintaku meraih cintanya
mustahil cintaku dapat menggenggam kasih sayangnya
mustahil cintaku dapat menemani sampai akhir hayat
cintaku akan kandas
ku ketahui cintaku mencintainya...
Kelam malamlangit tertutup awan
bulan bintang tak dapat menampakkan keindahannya
gelisah
hati tak tenang
...
"Astagfirullah...
...
Biar ku tunggu cinta, adakah yang lebih pantas darinya
Tetesannya menggenangi jiwa seluas samudra
Meniti perlahan kan ku pungut dari yang tercecer
Langit demi langit
Berjalan dalam belantara luas
Langkah lunglai tenggelam dengan cintaku
Kini aku tak berdaya
Tak ada batas untuk menepi
Berdiri rumah cinta di atas lembah hati
Ku bangun untukmu
Beratap kasih sayang lantai pasir air mata
?...
Biar ku tunggu cinta, adakah yang lebih pantas darinya
Tetesannya menggenangi jiwa seluas samudra
Meniti perlahan kan ku pungut dari yang tercecer
Langit demi langit
Berjalan dalam belantara luas
Langkah lunglai tenggelam dengan cintaku
Kini aku tak berdaya
Tak ada batas untuk menepi
Berdiri rumah cinta di atas lembah hati
Ku bangun untukmu
Beratap kasih sayang lantai pasir air mata
?...
Yang kmarin mungkin kenangan, atau sebuah pembelajaran.
Yang sekarang sedang berjalan, atau mungkin tertunda.
Esok masih menunggu, dlm do'a dan harapan lebih baik dari hari ini dan kemarin yg telah berlalu.
Siang malam
...cerah kadang hujan
lurus tak heran berliku
dicari karna dicintai
berbuah manis
...
Musnah pikir tentangmu
akhir senja tak bermega
hitam kelabu menghias namamu
sakit saat kau gigit hidungku
memanen luka yg tak kau sadari
...
asap membias wajah
jauh-jauh ku lempar
dalam-dalam ku telan
mual hati karnamu
sadarlah akan tingkahmu
rubahlah jadi kupu
dari ulat yg menggerogoti
buatlah jiwaku tenang memandang
membias wangi dari aroma yg kau sebar
Si Buta berlalu
dengan rempah dalam saku
bersiul senandung rindu
pada mereka kenangan lalu
...
ku takut tau
apa dlam pikir mu
tentang aku
mungkin bayangan kelabu
tiga dua satu
jari - jari melagu
bukan lagu rindu
lagu usang ku cipta untukmu
dengan rempah dalam saku
bersiul senandung rindu
pada mereka kenangan lalu
...
ku takut tau
apa dlam pikir mu
tentang aku
mungkin bayangan kelabu
tiga dua satu
jari - jari melagu
bukan lagu rindu
lagu usang ku cipta untukmu
Dalam sidang
timbangan buta
antara satu dua tiga dengan kamu
antara dia mereka dengan kamu
jangan tanya kemiringannya
...ketahui isi
pahami dg hati
Kapas melayang-layang
batu amblas tenggelam
mana engkau pilih?
Bunga tanpa warna
patah tangkainya
atau bibit hijau?
tanpa hujan
dan cahya terang
jawaban mengubur diri
Langganan:
Postingan (Atom)