Senin, 08 Februari 2010
Jumat, 05 Februari 2010
Nafas Terakhir Sebuah Syair
Penyair, masih duduk tenang dalam bening tetes air matanya
…Sederhana
Tenang dengan mata sayup
menggenggam sebuah sajak
Tenangkan hati
Senyap
Di antara lorong hati yang beku
Sendirinya…
Menanti pelangi di senja hari
Di antara jejak hujan yang membasahi pijakan kaki
Hingga petang tlah menggantikanya
tenggelam dalam kata
kata yang bermakna tanpa batas
terhanyut dalam tulisan maut…
tertawan….pesona tak berupa
kata yang bermakna tanpa batas
terhanyut dalam tulisan maut…
tertawan….pesona tak berupa
Malam…
Dingin menghujam jiwa
Sendiri dalam kepiluan
Menunggu pagi
Tak henti harapan pada pelangi
Kesunyian pagi mendera
Nyanyian… burung kecil tak lagi merdu terdengar…
Kabut putih
Nyanyian… burung kecil tak lagi merdu terdengar…
Kabut putih
Menghalangi pandangan penyair
dibalik kabut ada yang di cari…..
Embun bergayut di daun
Enggan menetes…
Berkilau diintip mentari di balik daun
Diam,
Penyair di balik kaca
Masih tersimpan sajak di hati
Mendengar nyanyian sang sunyi
Mentari mengintip di balik awan galap
Cahayanya menembus dalam jiwa
Tertunduk langkah kaki
Sebelum nafas terakhir terhembus
Kembali,
Menunggu
Menunggu pelangi datang
Dan syair
Masih tergenggam erat
“Pelangi…
Akankah kau datang padaku
Di sini ku menunggumu
Membawa syair terakhir untukmu
Sebelum ajal menjemputku
Tahukah engkau
Dalam munajat malam
Ku pinta pada-Nya
Agar kau bisa menyapaku walau sekilas mata
Wahai pelangiku…
Aku rindu lagumu….
Aku rindu bisik lembutmu….
Aku ingin membangun mimpi bersamamu ….
Aku rindu bisik lembutmu….
Aku ingin membangun mimpi bersamamu ….
…
Setengah hari dalam kesendiriian
Langit menangis
Deras air mengalir
Membasahi rumput hijau yang bersemi
Lemas
Menutup mata
Akankah kan tertelan kembali Hari yang kemarin
Dan hari-hari sbelumnya
Bulir serpihan hidupku luluh
menemani denting hujan ini
menemani denting hujan ini
Sebebentar senja
Indah…
Terlukis olehnya
Untuk pelengkap syair
Batin menangis darah
Tersungkur dalm jiwa yang mati
Berlinang air mata dalam kebahagian
Saat pelangi muncul di matanya
Tersenyum menyapa…
“”…Wahai pelangiku
Ku setia menantimu
Kini nafas lelah menungu
Bila kau tak datang hari ini, biar kan ku menuggu di kehidupan berikutnya
terindh dari sajak pra penyair di bumi ini
yang kan membunuh para pujangga
meski luka tangan ini mengukirnya untukmu
Bila ku kembali
Bukan,
Bukan wajahmu yang akan kulukis
Tapi semua rasa… yang pernah kita miliki
Bukan, bukan pernah…
Tapi selamanya kita miliki …
Bukan wajahmu yang akan kulukis
Tapi semua rasa… yang pernah kita miliki
Bukan, bukan pernah…
Tapi selamanya kita miliki …
Kemarin, hari ini dan esok hari …
Semua rasa yang kita miliki …
Menjadi lukisan berbingkai diri…
Semua rasa yang kita miliki …
Menjadi lukisan berbingkai diri…
Dalam naungan cinta-Nya…
Palu, 02 February 2010
00:38 WITA
Rabu, 03 Februari 2010
Sabtu, 30 Januari 2010
Engkau Adalah Perempuan
engkau...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu
engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung
engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak
tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...
jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu
engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung
engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak
tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...
jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...
Rabu, 27 Januari 2010
Untuk mu
ku ingin seperti angin
kan ku buat sajak terindah untukmu
yang kan membelaimu ketika rinduh merengkuh
dan sang malam menanggalkan pekatnya
dengarlah...
sajak rindu yang ku teriakanpadamu
...yang tertafsir oleh alam
hanya tersimpan di koak hitam
meski tangan tergores luka mengukirnya
lihatlah...
senja sore hari
rasakan hadirnya
...inginku abadikanya untukmu...
...
kan ku buat sajak terindah untukmu
yang kan membelaimu ketika rinduh merengkuh
dan sang malam menanggalkan pekatnya
dengarlah...
sajak rindu yang ku teriakanpadamu
...yang tertafsir oleh alam
hanya tersimpan di koak hitam
meski tangan tergores luka mengukirnya
lihatlah...
senja sore hari
rasakan hadirnya
...inginku abadikanya untukmu...
...
Senin, 25 Januari 2010
Inginku dekap cinta pada sebuah malam
saat rembulan memburat
di pekat langit gelap
ku pahat indah bait-bait rindu
yangkan terurai di semua musim
malam ini,
dan malam-malam sebelumnya
di pinggir kata yang ku rangkai
terbingkai di semua figura
dan tyergantung di dinding-dinding hati...
Rabu, 20 Januari 2010
Selasa, 19 Januari 2010
Suara Dulu...
terngiang kembalisaat kau ucap kata cinta dengan tangismusaat ku ingin pergi dari tanah dulu ku memijakan kakisaat fajar menggantikan pekatnya malam
terdiam ku terpakumenatap sayup bayu raut wajahmumenatap setiap tetes air mata yang jatuh terurai
tak ingin...raga ini tinggalkanmuberimu sepihilangkan kehangatan yang membalut lekuk tubuh mungilmumeredupkan cahaya itu
engkau yang dulu bersandar di pundak ku...dengan tangismu ucapkan kata cinta
sendiriku...mengingatmu kembali disinidengan isak tangis yang sama, yang dulu kau alami
"untuknya yg kini ku tak tau dimana...
Selasa, 12 Januari 2010
setetes air tumbuhkan ilalang yang telah lama mati
cahaya yang jadikanya penerang dan harapan
langkahkan kaki...
hilangkan lara yang tlah lama mendera
menjadikan senyum lebih berarti
menjadikan tawa lebih bermakna
menggores kenangan pahit yang lampau
mengukir syair lagu
sebagai pengobat hati yang lama rapuh...
Sabtu, 09 Januari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
Sempat kini ku rangkai kata.
Memaknai arti kehidupan dan cinta.
Kucoba tegarkan langkah.
Menemui asaku yang terbaring cukup lama.
Ku kepakkan sejuta asaku.
Kubuka hatiku tuk meraih cinta yang tertutup senja.
Ku ubah jalan hidupku.
Walau arah ini ku langkahkan dengan tak pasti.
Selamat tinggal keterpurukan.
Ku tak mungkin selamanya terbenam sendu.
Malam takkan selamanya malam
Dan mendung takkan selamanya mendung
& SELAMAT DATANG HARAPAN
prosa kehidupan yang tak pernah membuatku
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
Kamis, 07 Januari 2010
Tentang Hidup
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini...
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
apakah arti kehidupan ini...
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
Selasa, 05 Januari 2010
Syair ini
mencari bunga
Di belantara tertutup rimba
Wanginya tak jauh berkelana
Rimbanya tak bernama
Kata - kataku mengembara
Di antara bait rimbanya
Kalau kelu tersandung jua
Hingga bibir sembunyi makna
Bait - baitku butuh seabad
Untuk sampai pada tekad
Mencari sebuah wujud
Pada mekar bunga sejagad
Kularik banyak pena
Penuh tinta kayu cendana
Tuk mematri setiap kata
Pada jejak - jejak bunga
Dimanakah dirimu tirani
Yang membawaku jauh kesini
Aku tak tahu jalan kembali
Seribu petang kulalui
"Wahai bunga penuh seri
mengapa engkau harus sembunyi?
Lelah langkah menutup mati
seribu petang kumencari".
Minggu, 03 Januari 2010

Sabtu, 02 Januari 2010
Aku

ini aku masih duduk tertegun
pada wajah senja
saksikan mentari di timur berpulang
dan rembulan yang malu-malu menunggu malam
awan mulai kelabu
para awan bintang gemintang
ranting meminang ras sunyi
kuncup-kuncup mulai terlelap lagi
rintik - rintik itu menggerimis
sambutan malam pada bumi
pawana tersenyum semu
penghuni alam senandung buluh perindu
Sabtu, 12 Desember 2009
" ku harap nanti waktu yg kan menemukan mu
apakah nanti senyum mu masihkah milik ku "
Apa yg kau lihat
apa yg kau cari
apa yg kau tunggu
dia tak lagi disini
dia tak lagi kembali
pulanglah ke ruang kosong mu
kembalilah ke dalam kesendirian mu
karna tak ada yg peduli
ada aku disini
menghabiskan arak sampai mati
apakah nanti senyum mu masihkah milik ku "
Apa yg kau lihat
apa yg kau cari
apa yg kau tunggu
dia tak lagi disini
dia tak lagi kembali
pulanglah ke ruang kosong mu
kembalilah ke dalam kesendirian mu
karna tak ada yg peduli
ada aku disini
menghabiskan arak sampai mati
Senin, 09 Februari 2009
Semoga malam ini indah, seumpama syair-syair pujangga sedang jatuh cinta
atau cahaya rembulan memadu asmaranya dgn bintang-bintang
Mungkin tak seperti mereka yg bercinta dimalam pertama
biar tercoret dengan sendirinya mata hati kepada kekasih
Ku berharap malam ini indah
seindah karya para seniman menorehkan imajinasi
seindah senja atau pelangi, walau sesaat
atau cahaya rembulan memadu asmaranya dgn bintang-bintang
Mungkin tak seperti mereka yg bercinta dimalam pertama
biar tercoret dengan sendirinya mata hati kepada kekasih
Ku berharap malam ini indah
seindah karya para seniman menorehkan imajinasi
seindah senja atau pelangi, walau sesaat
Langganan:
Postingan (Atom)