ku ingin seperti angin
kan ku buat sajak terindah untukmu
yang kan membelaimu ketika rinduh merengkuh
dan sang malam menanggalkan pekatnya
dengarlah...
sajak rindu yang ku teriakanpadamu
...yang tertafsir oleh alam
hanya tersimpan di koak hitam
meski tangan tergores luka mengukirnya
lihatlah...
senja sore hari
rasakan hadirnya
...inginku abadikanya untukmu...
...
Senin, 25 Januari 2010
Inginku dekap cinta pada sebuah malam
saat rembulan memburat
di pekat langit gelap
ku pahat indah bait-bait rindu
yangkan terurai di semua musim
malam ini,
dan malam-malam sebelumnya
di pinggir kata yang ku rangkai
terbingkai di semua figura
dan tyergantung di dinding-dinding hati...
Rabu, 20 Januari 2010
Selasa, 19 Januari 2010
Suara Dulu...
terngiang kembalisaat kau ucap kata cinta dengan tangismusaat ku ingin pergi dari tanah dulu ku memijakan kakisaat fajar menggantikan pekatnya malam
terdiam ku terpakumenatap sayup bayu raut wajahmumenatap setiap tetes air mata yang jatuh terurai
tak ingin...raga ini tinggalkanmuberimu sepihilangkan kehangatan yang membalut lekuk tubuh mungilmumeredupkan cahaya itu
engkau yang dulu bersandar di pundak ku...dengan tangismu ucapkan kata cinta
sendiriku...mengingatmu kembali disinidengan isak tangis yang sama, yang dulu kau alami
"untuknya yg kini ku tak tau dimana...
Selasa, 12 Januari 2010
setetes air tumbuhkan ilalang yang telah lama mati
cahaya yang jadikanya penerang dan harapan
langkahkan kaki...
hilangkan lara yang tlah lama mendera
menjadikan senyum lebih berarti
menjadikan tawa lebih bermakna
menggores kenangan pahit yang lampau
mengukir syair lagu
sebagai pengobat hati yang lama rapuh...
Sabtu, 09 Januari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
Sempat kini ku rangkai kata.
Memaknai arti kehidupan dan cinta.
Kucoba tegarkan langkah.
Menemui asaku yang terbaring cukup lama.
Ku kepakkan sejuta asaku.
Kubuka hatiku tuk meraih cinta yang tertutup senja.
Ku ubah jalan hidupku.
Walau arah ini ku langkahkan dengan tak pasti.
Selamat tinggal keterpurukan.
Ku tak mungkin selamanya terbenam sendu.
Malam takkan selamanya malam
Dan mendung takkan selamanya mendung
& SELAMAT DATANG HARAPAN
prosa kehidupan yang tak pernah membuatku
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
Kamis, 07 Januari 2010
Tentang Hidup
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini...
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
apakah arti kehidupan ini...
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
Selasa, 05 Januari 2010
Syair ini
mencari bunga
Di belantara tertutup rimba
Wanginya tak jauh berkelana
Rimbanya tak bernama
Kata - kataku mengembara
Di antara bait rimbanya
Kalau kelu tersandung jua
Hingga bibir sembunyi makna
Bait - baitku butuh seabad
Untuk sampai pada tekad
Mencari sebuah wujud
Pada mekar bunga sejagad
Kularik banyak pena
Penuh tinta kayu cendana
Tuk mematri setiap kata
Pada jejak - jejak bunga
Dimanakah dirimu tirani
Yang membawaku jauh kesini
Aku tak tahu jalan kembali
Seribu petang kulalui
"Wahai bunga penuh seri
mengapa engkau harus sembunyi?
Lelah langkah menutup mati
seribu petang kumencari".
Minggu, 03 Januari 2010

Sabtu, 02 Januari 2010
Aku

ini aku masih duduk tertegun
pada wajah senja
saksikan mentari di timur berpulang
dan rembulan yang malu-malu menunggu malam
awan mulai kelabu
para awan bintang gemintang
ranting meminang ras sunyi
kuncup-kuncup mulai terlelap lagi
rintik - rintik itu menggerimis
sambutan malam pada bumi
pawana tersenyum semu
penghuni alam senandung buluh perindu
Sabtu, 12 Desember 2009
" ku harap nanti waktu yg kan menemukan mu
apakah nanti senyum mu masihkah milik ku "
Apa yg kau lihat
apa yg kau cari
apa yg kau tunggu
dia tak lagi disini
dia tak lagi kembali
pulanglah ke ruang kosong mu
kembalilah ke dalam kesendirian mu
karna tak ada yg peduli
ada aku disini
menghabiskan arak sampai mati
apakah nanti senyum mu masihkah milik ku "
Apa yg kau lihat
apa yg kau cari
apa yg kau tunggu
dia tak lagi disini
dia tak lagi kembali
pulanglah ke ruang kosong mu
kembalilah ke dalam kesendirian mu
karna tak ada yg peduli
ada aku disini
menghabiskan arak sampai mati
Senin, 09 Februari 2009
Semoga malam ini indah, seumpama syair-syair pujangga sedang jatuh cinta
atau cahaya rembulan memadu asmaranya dgn bintang-bintang
Mungkin tak seperti mereka yg bercinta dimalam pertama
biar tercoret dengan sendirinya mata hati kepada kekasih
Ku berharap malam ini indah
seindah karya para seniman menorehkan imajinasi
seindah senja atau pelangi, walau sesaat
atau cahaya rembulan memadu asmaranya dgn bintang-bintang
Mungkin tak seperti mereka yg bercinta dimalam pertama
biar tercoret dengan sendirinya mata hati kepada kekasih
Ku berharap malam ini indah
seindah karya para seniman menorehkan imajinasi
seindah senja atau pelangi, walau sesaat
Rabu, 09 April 2008
Pantai mati cermin yg sepi
celoteh anak-anak berlarian tanpa alas kaki
cari gerimis, cari tawa disore hari
ku lihat keasyikannya, tak jua hapus rasa sunyi
...
Langit luas, ntah dmna ujungnya
laut lepas, gelombang menggelora spanjang asa
burung camar dan nelayan berdendang mrajut jala
ku leburkan, tak jua ku dapat nuansa asmara
...
kini rindu terus mengikuti detik-detik berjalan sebagaimana kau rasakan juga...
berlanjut dalam biduk melaju, merengkuh segala asa dan rasa...
langkah telah kita tetapkan dan berharap tiada prahara yang mampu membuat goyah...
meski kadang bisikan nurani mencuatkan kebimbangan dan keraguan yang tak perlu...
...
Asmara pada dasarnya permainan rasa ke-aku-an...
Asmara tidak pernah surut untuk tidak melawan...
Sesungguhnya asmara hanyalah lantunan kerinduan...
Dan asmara akan punah melebur bersama cinta dan ketulusan...
celoteh anak-anak berlarian tanpa alas kaki
cari gerimis, cari tawa disore hari
ku lihat keasyikannya, tak jua hapus rasa sunyi
...
Langit luas, ntah dmna ujungnya
laut lepas, gelombang menggelora spanjang asa
burung camar dan nelayan berdendang mrajut jala
ku leburkan, tak jua ku dapat nuansa asmara
...
kini rindu terus mengikuti detik-detik berjalan sebagaimana kau rasakan juga...
berlanjut dalam biduk melaju, merengkuh segala asa dan rasa...
langkah telah kita tetapkan dan berharap tiada prahara yang mampu membuat goyah...
meski kadang bisikan nurani mencuatkan kebimbangan dan keraguan yang tak perlu...
...
Asmara pada dasarnya permainan rasa ke-aku-an...
Asmara tidak pernah surut untuk tidak melawan...
Sesungguhnya asmara hanyalah lantunan kerinduan...
Dan asmara akan punah melebur bersama cinta dan ketulusan...
Jumat, 08 Februari 2008
Wahai air mengalir dengan segala sesuatu yg terkandung, ketahui lah tentang suatu pernyataan.
Wahai langit beserta apa-apa didalamnya, jadi saksilah tentang pengakuan sebuah hati.
Wahai bumi seisinya, catatan atau ukir kenyataan seonggok jiwa.
Wahai langit beserta apa-apa didalamnya, jadi saksilah tentang pengakuan sebuah hati.
Wahai bumi seisinya, catatan atau ukir kenyataan seonggok jiwa.
Rabu, 12 Desember 2007
Ku anggap dirinya selembar kain yang ku pakai saat ini
tipis membalut memutar di dada.
Ku anggap dirinya mawar cantik berduri
yang apabila ku tak hati-hati menyentuhnya maka terlukalah aku.
Ku anggap dirinya buku yang dimana senantiasa ku torehkan cerita keluh kesah dalam hidup ku kepadanya.
Ku anggap dirinya kekasih yang kadang ku nikmati kehangatan cintanya, tanpa harus melukai perasaannya.
Ku anggap dirinya bagian dari hidup ku walau dia pergi seperti kupu menyisakan jejak keindahan di dalam kenangan.
...
tipis membalut memutar di dada.
Ku anggap dirinya mawar cantik berduri
yang apabila ku tak hati-hati menyentuhnya maka terlukalah aku.
Ku anggap dirinya buku yang dimana senantiasa ku torehkan cerita keluh kesah dalam hidup ku kepadanya.
Ku anggap dirinya kekasih yang kadang ku nikmati kehangatan cintanya, tanpa harus melukai perasaannya.
Ku anggap dirinya bagian dari hidup ku walau dia pergi seperti kupu menyisakan jejak keindahan di dalam kenangan.
...
Tapi dia tidak tahu, kini aku seperti tanah yang tandus menunggu hujan turun di bawah batu hitam.
Tapi dia tak pernah tau, bagai mana ku menjaga perasaannya yang ku anggap bagian dari diri ku sendiri
Selasa, 20 Februari 2007
Sisi langit tak berbintang
pada intuisi mengungkap lewat pancaran mata
hanya saja bulan tergenang
pucat, putih hancur
...
Mata ingin terpejam mengantarkan ku diatas pembaringan
bersama rindu, yang menguap bersama asap ku
...
Kabut putih,
Semoga esok mentari bersinar garang
atau hujan sederasnya mengguyurku
Kamis, 09 Februari 2006
Jika seorang istri melaksanakan sholat lima waktu sehari,
Menjaga keseimbangan dan tetap percaya kepada suaminya,
Maka dia akan bebas masuk surga dari pintu mana saja yg ia kehendaki.
(Targhib Wa Attarhib)
Pada hari ini, ada kabar gembira untuk mu, yaitu surga. Yang mengalir sungai-sungai yg kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yg banyak.
(Q.S Al-Hadid: 12)
Menjaga keseimbangan dan tetap percaya kepada suaminya,
Maka dia akan bebas masuk surga dari pintu mana saja yg ia kehendaki.
(Targhib Wa Attarhib)
Pada hari ini, ada kabar gembira untuk mu, yaitu surga. Yang mengalir sungai-sungai yg kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yg banyak.
(Q.S Al-Hadid: 12)
Langganan:
Postingan (Atom)