Dia dalam cerminannya sendiri
ia menari memutar seperti kupu-kupu
seperti seonggok daging yang busuk
kering dan hampa jiwanya
semakin rusak bangunan batinnya
jiwanya terus mengerang kesakitan
setiap ia memahami dirinya
bertanya-tanya pada diri sendiri
hatinya merintih dalam diam
seringkali jiwanya menghujat
betapa rasa sakit batinnya
setetes air matanya jatuh
mata yang menatap kosong dalam merenung
apakah ia akan terus menari menyiksa batin sendiri
apakah ia bisa bernyanyi seperti dulu bagaikan mawar dimusim semi
betapa rindu yang membuncah pada masa lalu
ia tak tahu harus berbuat apa
batinnya masih merasakan perih
01:08, Sel 18-12-2012