Powered By Blogger

Sabtu, 20 Oktober 2012

Terbayang matamu
terbayang jelas senyummu
senyum salam jumpa bergandengan
matahari coba menyusup dari balik awan
sedang bumi yang basah sisa hujan fajar
tapi mendung terlalu tebal dihati
bayangan hari paksakan bersandar
walau burung-burung berkicau
tetap saja dalam sangkar
walau monyet-monyet berteriak
...
tetap saja dalam kandang
walau besar tubuh gajah berapa kali berputar
tetaplah dilingkar pagar
lalu harus bagaimanakah aku untuk membuka hatimu
yang terlanjur masuk dalam lingkaran

terbayang candamu
terbayang jelas tawamu
daun yang berguguran dihembus angin
pohon-pohon coba berbunga dimusim berganti
apa yang tersembunyi
matamu seperti menahan air mata
walau kau simpan di usap sapu tangan
hati berkeliaran tak tentu arah
walau raga tergenggam rapat
ku tahan ku sabar ikuti langit yang kelabu
tenangkanlah batin nurani
damaikan hati seperti putihnya melati

terbayang wajahmu
kerudung merah jambu
sampai salam senyum akhir berlalu
rindu masih mengalir dijiwa yang hening