Powered By Blogger

Minggu, 27 Februari 2011

Paru-paru basah II

Paru-paru basah merupakan istilah di masyarakat yang sering digunakan dokter/petugas medis untuk menunjukkan kelainan pada rongga paru-paru yang terisi cairan paru-paru. Proses yang sebenarnya terjadi adalah proses peradangan. Kenapa disebut basah, karena memang paru-paru terisi cairan radang.

Penyebab cairan tersebut bisa macam-macam, misalnya :
1.Infeksi (TB paru, pneumonia, dll)
2.Tumor paru (baik yang asalnya dari paru-paru maupun proses penjalaran dari tumor di tempat lain)
3.Trauma (misal hantaman benda tumpul di rongga dada, dll)

Peradangan pleura di Indonesia paling sering disebabkanpenyakit TBC. Radang di dalam paru-paru ini akan menembus pleura yang lalu menimbulkan cairan. Selain TBC, cairan bias muncul bila paru-paru terkena bronkhitis, tumor, bahkan masalah di luar paru-paru, seperti demam berdarah, kekurangan albumin, dan lain-lain. Cairan muncul karena peradangan paru-paru mengganggu permeabilitas (keadaan zat yang memungkinkan lewatnya zat lain) pembuluh darah dan saluran getah bening di daerah tersebut sehingga cairan merembes masuk. “Perlu diingat, cairan tersebut bukan merupakan lendir dari saluran napas atas yang turun ke bawah, tetapi muncul karena peradangan, ”katanya. Tingkat bahaya penyakit ini tergantung pada penyakit dasarnya. Bila disebabkan tumor atau kanker, maka sangat berbahaya. Sedangkan bila karena TBC, infeksi nonspesifik, kekurangan albumin, atau kuman demam berdarah, biasanya tidakterlalu serius

Masyarakat biasanya mengaitkan hal tersebut dengan kebiasaan mandi malam hari, tidur di tempat dingin, berkendaraan motor di malam hari atau dihubungkan dengan kipas angin. Sebetulnya tidak ada kaitan secara langsung.
Kalau paru-paru basah karena posisi infeksi misalnya, penderita harus terpapar terlebih dahulu dengan bakteri/virus yang berkembang di tempat yang menyebabkan penyakit tersebut.
Mengenai menular tidaknya kelainan tersebut, tergantung penyebabnya. Sebagian besar proses infeksi pada paru-paru bisa menular melalui udara, apalagi TBC. Yang paling populer dan diketahui masyarakat biasanya paru-paru basah hanya dimaksudkan untuk penyakit TB paru.
Penyakit TBC atau tuberkulosis merupakan penyakit paru-paru yang sering menyerang anak-anak usia bawah lima tahun (balita), orang dewasa dan tergolong mudah menular. Penyebab bakteri Mikobakterium tuberkulosa, yang berbentuk batang dan tahan asam sehingga sering dikenal sebagai bakteri tahan asam (BTA). Bakteri ini merupakan bakteri yang kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya.
TBC biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, selaput otak, tulang, dan lain-lain.
Masa inkubasi (berjangkit) kuman TBC di mulai sejak ia masuk kedalam tubuh sampai memperlihatkan gejala, kira-kira 2 – 10 miggu. Penularan ini dapat melalui pernapasan, percikan ludah dan dahak penderita saat batuk, bersin atau bicara.
Adapun gejala klinis penyakit TB Paru di bagi menjadi dua, yaitu gejala salura napas (respiratorik) dan gejala tubuh secara luas (sistemik).
Gejala saluran napas (respiratorik), antara lain :
1.Batuk disertai dahak selama 3 minggu atau lebih.
2.Kadang dahak keluar bercampur darah.
3.Sesak napas dan nyeri dada.
Gejala tubuh secara luas (sistemik), antara lain :
1.Nafsu makan berkurang.
2.Berat badan menurun atau menjadi kurus.
3.Demam lebih dari 1 (satu) bulan.
4.Berkeringat di malam hari, meskipun tidak melakukan kegiatan.

Untuk mencegah agar tidak terjangkit lagi, kita juga harus mengetahui mata rantai penularannya. Jika seorang penderita TBC berbicara, meludah, batuk atau bersin, maka kuman TBC yang berada di dalam paru-paru akan menyebar ke udara. Bakteri TBC tersebut dapat dihirup oleh orang lain yang berada di sekitarnya.
Pasti banyak di antara kita yang memiliki ruang santai dengan karpet yang menghampar sehingga kita sering tertidur dengan hanya beralaskan karpet bahkan tidur di lantai. Bahkan banyak juga yang masih menggunakan kasur langsung beralaskan lantai. Sebaiknya bagi yang memiliki kebiasaan tidur seperti di atas harus mulai waspada jika merasakan gejala sering sesak napas, batuk-batuk berdahak, dan nyeri dada. Bisa jadi gejala itu adalah tanda-tanda paru-paru basah.Bagi yang belum mengalami gejala di atas, sebaiknya ganti cara istirahat tidurnya. “Sebaiknya gunakan ranjang yang agak tinggi karena ranjang yang tinggi akan menghindarkan dari menghirup uap air yang berasal dari lantai. Namun bagi yang sudah merasakan gejala di atas, berhati-hatilah dan segera periksa ke dokter. Biasanya seseorang yang dinyatakan menderita paru-paru basah akan menjalani terapi hingga 6 bulan. Bila benar dinyatakan menderita paru-paru basah, atau merasa mengalami gejala sesak napas, batuk dan sebagainya,
Cara menyembuhkan TBC adalah minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter, sampai dinyatakan sembuh dengan serangkaian pemeriksaan ulang. Memang terkadang terasa berat minum obat tersebut karena memakan waktu berbulan-bulan.
Sedang cara pencegahannya dengan menjalankan pola hidup sehat, antara lain : makan bergizi seimbang, mejaga kebugaran tubuh, istirahat cukup dan jangan tidur larut malam, jangan merokok (pasif atau aktif) dan membuka jendela rumah pagi sampai sore hari. Adapun Prof. dr Hembing menyarankan dengan cara herbal untuk pengobatan. Misalnya, daun Pegagan dan daun Sambiloto. Herbal ini terbukti mampu membantu penyembuhan paru-paru basah. Biasanya pengaruh yang dirasakan pertama adalah hilangnya rasa sesak napas dan nyeri pada dada.
Penerapan personal hygiene (kebersihan individual) juga memegang peranan penting, seperti bila batuk harus menutup mulut agar keluarga dan orang sekitar tidak tertular, jangan meludah di sembarang tempat, dan lain-lain. 

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=53384.

Paru-paru basah

Bagi kalangan medis, sebenarnya istilah ini lucu. Semua Paru-paru selalu basah karena dibasahi oleh darah. Sesuai fungsinya, paru-paru adalah tempat pertukaran O2 dengan CO2 oleh Hemoglobin yang berada dalam sel-sel darah merah. Oleh karena itu wajar kalo paru-paru selalu basah, dan tidak pernah ada paru-paru kering, kecuali tentunya orang mati.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud paru-paru basah?
Paru-paru basah sebenarnya adalah Effusi pleura, yaitu keadaan dimana rongga pleura seseorang terisi cairan berlebih. Rongga pleura adalah suatu rongga yang menyelimuti paru-paru. Normalnya terisi sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas pada waktu paru-paru mengembang dan mengempis saat bernafas sehingga tidak terjadi gesekan yang menyakitkan. Cairan ini di produksi dan diserap dalam jumlah yang sama sehingga jumlahnya akan selalu tetap.


Pada efusi pleura, terjadi penumpukan cairan di rongga pleura. Hal ini bisa terjadi karena jumlah produksi yang meningkat atau jumlah penyerapannya berkurang. Sehingga terjadi kelebihan cairan di rongga tersebut. Penyebab penimbunan cairan ini bisa bermacam-macam. Antara lain infeksi, baik infeksi spesifik yang biasanya disebabkan oleh kuman TB (Tuberculosis), maupun infeksi non spesifik yang disebabkan oleh kuman atau jasad renik selain TB.

Selain infeksi bisa juga disebabkan oleh kanker baik kanker di paru (ini yang terbanyak) maupun kanker di luar paru yang sudah menyebar (metastase) ke paru. Penyakit auto imun juga bisa menyebabkan penumpukan cairan ini. Selain itu penyakit-penyakit diluar paru juga bisa menyebabkan efusi pleura. Antara lain penyakit gagal jantung, gagal ginjal dan gagal hati / liver. Dimana pada penyakit-penyakit diluar paru tersebut biasanya selain ada efusi pleura juga disertai dengan bengkak di bagian lain tubuh seperti bengkak di tungkai, di wajah dan di perut (ascites).

Jadi, penyebab paru-paru basah bukanlah udara malam yang terserap saat bernafas karena tidur di malam hari. Tidur di luar ruangan, apalagi kondisi dingin, dilantai alias tidak memakai alas dan ditambah tidak memakai pakaian tebal, akan menurunkan fitalitas tubuh. Nah, saat fitalitas tubuh menurun inilah penyakit menyerang atau jika sudah terkena menjadi semakin parah.

source: http://wari-wagito.blogspot.com/2010/07/mengungkap-mitos-paru-paru-basah.html

Katakan

Katakan ini lautan samudra
yang airnya bergelombang suci
hingga sesuatu yang mati pun suci

Katakan bahwasanya aku bukan dari bagiannya
...yang tenggelam batu menegakkan layarnya
bukan sampan yang ku lempar dayung kayunya

Katakan sesuatu yang tertunda itu nyata
dimana sang relung-relung hidup adalah provokator utama
saat dindin muka tergambar berwarna kelam disegala sisi
Katakan Tuhan Maha Adil
yang tak mungkin Kunfayakun di kehendaki jadi mungkin

pikirku, bara api itu dingin
...sedingin hati digembala kehormatan
air mata itu panas
sepanas jiwa disorot emosi


Dingin dingin dingin...

 
Dingin dingin dingin...
Mata perih di pesisir fajar
malam berlabuh didermaga mentari
ayam jantan bernyanyi
menyuarakan isi hati
mencari makan sisa dari para pendosa
Air wudlu mengalir ke telapak tangan
gigi rakus disodok kayu siwak
melangkah sandal jepit tak sepasang
lucu saudara tertawa
tak tau mengapa harus tertawa
Apa yang dibicarakan sajadah dengan tasbih
ketika sujud menanda kepala yang rendah
sorban kurang mengerti
dibaca do'a ia setelah salam
Malam merenung
Saat tanpa bintang
Saat dingin mulai terasa
Saat hati mulai kelabu
Saat rumput terasa basah
...
Awal dulu indah
Indah saat keinginan hati terpenuhi
Tapi jalan tak seperti semestinya
Seolah misteri menjadi tanda tanya
Apa yg kutak tau
Apa yg kutak mengerti

Ia seolah bidadari
Aku...
Aku hanya manusia biasa
Manusia paling bodoh jika berfikir
Berfikir ia pernah memikirkanku walau sedetik
Gemerlap indah lampu jalanan membentuk garis lurus menembus pekat malam...
Diatas empat roda berputar kita melambungkan angan hanyut dalam diam...
Sesekali sepatah dua kalimah mengukir langit impian, menghias bayangan...
Menutup gores luka, me...mendam keinginan melepas duka...
 
Jalannya merangkak
di atas tanah basah sisa hujan
tak lagi bisa menegak
terlalu tua luka didada

...Seolah harimau tua
kisah duka menjeratnya
mata bagai saga
menatap rindu pulang kekotanya
Usai ku hisap biar kumelangkah pergi
kepada angin yang membawaku mengikuti naluri
biar tanpamu ku tapaki jalan beralas duri
ku terlanjur terbiasa dengan semua ini
...
Olehmu yang tertawa siang ini
olehmu yang membuat pergi tanpa harus kembali
olehmu yang terikat sebuah janji tanpa harus mengingkari
olehmu bibir tipis yang dulu mengecup pipi

Maaf

 
...
Maaf, bintang inginkan bumi saat di guyur hujan
tak mungkin, bintang milik sang malam
sedang bulan menegur di balik awan

......
Bumi dalam lautan samudra
merela matahari menyilau mata kelelawar
merela boneka tua dibalut janur kuning
merela ikhlas demi kebahagiaan yg dicinta

...
Telah kumaafkan mentari bersembunyi..
Telah kumaklumi rembulan tersenyum dibalik kelabu..
Duka sudah bagian perjalanan tak tentu arah...
Kebahagiaan sering terjerembab dalam kesunyian...
Lalu pantaskah aku mengeluh...
...
Biarkan kasih berbalut cinta..
Biarkan tangan mengerengkuh mimpi...
Hidup harus dijalani meski diatas titian tak pasti...
Toh esok masih akan muncul matahari membawa kebahagian baru...

Sabtu, 26 Februari 2011

Buku Hitam


Buah tangan pemerasan keringat
dari sebrang kaki menyeret tulang
untuk siapa diri ini
untuk hidup yang dijalani
untuk penyesalan yang tak harus ada

Gores dari sudut kata digaris khatulistiwa
dari cerah matahari memulai hari
hingga hujan lebat dimalam gelap
terkumpul merapat dalam satu sampul

Catat cerita muasal mimpi
dari moral, akhlak hingga budi pekerti
dari penggembala domba hingga para politik negeri
dari yang membeku hingga terbakar panasnya api
dari yang pergi untuk merajai hari hingga lubang hewan tempat ku mati
dari pencetus ilmu hingga pendo'a kepada Ilahi

Simpankan meja untuk beradu
buku hitam catatan kosong
aksara jiwa diserut do'a
jika tinggal tetaplah bersamaku
puisi dan syair menunggu ditulis didadamu


( Purwodadi, 26.02.'11 )

Jumat, 25 Februari 2011

Untukmu (Perpisahan)

Mungkin aku memang lemah
mungkin aku tak punyai rasa lelah
saat ku menangisi kepergian mu
terus ku terpaku oleh harapan semu

Mungkin...
Tlah cukup banyak ku tulis
tlah cukup dalam hati kritis
agar bisa ku coba kembali cinta dari mula
dengan Ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
disekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
walau tak bisa untukku mengartikan

Kan kubiarkan masa lalu lepas
karna untaian waktu tak mungkin kembali

Biar aku dan pilu kian padu
noda hati hadirkan duka
teringat tiada pergi sesuatu itu tanpa kenangan

Dari relung hati terbesit
untuk hidup tertinggal hanyut
Andai segala daya termiliki
semoga hidup menjadi lebih berarti

Kamis, 24 Februari 2011

ketika perpisahan menjadi pilihan

 
Diri sendiri menepuk pundak diri sendiri
diri sendiri menertawakan diri sendiri
diri sendiri berpuisi untuk diri sendiri
...

...Karena tak perlu menyalahkan diri sendiri
Karena tak perlu larut dalam kesedihan di sepanjang hari
Karena tak perlu menjadi orang lain untuk jadi diri sendiri
...
Masih ada teh manis yg tersedu di tiap pagi
Masih ada berbatang rokok untuk dihisap setiap waktu berganti
Masih ada kawan disekitar yg mau menjadi buku dalam tema puisi
Masih ada sejuta, bahkan mungkin lebih kata-kata penyelaras hati
...
Ketika perpisahan menjadi pilihan...
 
Dua dua engkau terlepas
melangkah engkau tinggalkan sisa tangisan
kepadaku... ikhlas pupus harapan di akhir malam dua dua

Dua tiga usai mimpi di fajar bertepi
...dua tiga Basmallah... awal baru

Yang ada

Yang menganggap seolah ditelan bumi
yang tak pernah menganggap ada
yang tak ingin tersengat matahari
yang tak inginkan keberadaan disisi
yang tak mau melihat kenangan dimasa lalu
...yang tak dilihat dan tak dipikirkan.

Dari hati jika tersendiri
tanpa pernah berpikir mengapa terjadi.
Dari jiwa yang tercipta
yang tak pula tersadai mengapa semua ada.
Ketidakjelasan bukan berarti tanpa keteraturan...
Sedang keteraturan adalah suatu kepastian...
Kepastian yang berkesinambungan antara simpul-simpul temali...
Mengikat dan menjerat kau dan aku dalam tali raga dan jiwa...

...Diantara siang malam dan kelopak mata terbuka tertutup...
Mengayuh menjadi amat berat diayun perubahan tak menentu...
Garis batas samar terlihat tak lagi mampu memandu kecuali tarikan nafas...
Nafas bersulam pekat malam tanpa bintang...
Aq memang lmah
walau tak pernah punyai lelah
surut ku menangis
terpaku oleh harapan semu
dalam hati terkikis, kritis
...sepanjang kata yg tertulis

Biar masa lalu berlalu lepas
untaian waktu tk lagi kembali
biar pilu asa menyatu
hati ternoda cipta duka

Hendaknya bersuka dalam kenangan menjadikan kita berani menatap hari esok...Beban yang kau rasakan dalam kesendirian pangajaran yang akan membuatmu lebih dewasa....Perjalanan mu masih panjang, kau harus siap dan bijak menatapnya...siapapun ...akan sangat bangga jika kau mampu menjadi dirimu dan lebih baik dari sebelumnya...bersandarlah selalu pada Tuhan mu karena Dia sebenar-benarnya pelindung mu...

Rabu, 23 Februari 2011

ku ingin tidur

Surai bau tubuh mu tak lagi tercium telanjang
Malam seolah kedokmu bertopeng luka
Bulan berkhianat berdiri di atas cemara
Mengutuk burung betina dalam nasibnya yang malang

Satu-persatu engkau hadapkan
Rupa hati berpancar bunga, anak panah ditangan kiri
Dengan tombak dipucuk daun

Berberita kosong tanpa salam
Awan hitam menyibak bagi burung betina
Rubuh dalam langkah ke tiga tak berbaja
Seperti kelopak bunga, terbuka luka-luka panas mendidih dikepala

Selasa, 22 Februari 2011

Maha Cahaya

Dia, cahaya lentera penyinar jiwa
bagai kekasih yang sempurna
dengan akhlak mempesona
seolah bulan purnama

Bunga-bunga bersemi bernyanyi
diatas taman tanah suci
mekar indah nan wangi
cintanya tumbuh hidup abadi

Bersenandung rindu aku menyebut namamu
kekasih berlimpah cinta yg slalu ku tunggu


mulia kata hatimu tumbuh subur diqalbu
seolah terasa mengaliri darah dagingku

Engkau jalan hidupku hingga akhir hayatku
engkau cahaya penerang jalan hidupku
jangan engkau tinggalkan aku

Berdiri tegar jiwa hati yang dipenuhi cinta
cahaya penerang sesat jalan dunia
tunjukan arah menuju jalan menuju surga-Nya


Minggu, 20 Februari 2011

Dalam Seruang (Fb)

 
Langkah di tebing senja
terbias wajah tak berupa
diambang dinding khatulistiwa
terhenyak terhenti oleh orang tuanya
...
...rindu yg membelit didetak waktu
antara kau, aku dan orang tuamu
memilah engkau dalam hati sendu
...
Tak ada guntur hujan turun meretas
bisaku menulis rindu di atas kertas
tanpa pandang mata melayang seumpama kapas
berbahagialah engkau seolah induk melihat telurnya menetas
...
kemunafikan senja terbias diufuk kata...
meraba langit jingga tak tersentuh oleh angkuh nya lidah yg berucap...
menuliskan tintah hitam pd wajah malam...
percuma... rindu yg kini kian memburam...
Malam ini hujan turun lagi
disaat ku berada dijalanan
melihat kamu pergi
ditelan lampu jalan beriringan
...
...Batu kerikil dihanyutkan arus berlari
tenggelamkanku di dada bumi
bahan bakar masih terisi
biar tak ada penyesalan ku alami


Rokok diapit dua jari
setiap hisapan terasa nyeri
tapi enggan ku berlari
diatas bantal duduk ku berdiam diri
...
...Tak ada untuk mu syair serupa puisi
saat jejakmu berjalan pergi
tinggalkan aku seorang diri
kini biar ku bernyanyi
seumpama katak dimalam hari


rupa nya mlm tlah hanyutkan langkah ku
dibuai semilir rayuan sepi
begitukah...
gelap yg slalu menjadi teman....?

...tanpa nafas ku hirup udara
tanpa melihat ku titi sehelai benang dan berjalan diatas nya
tanpa hati ku rangkai kisah yg semu...
terserak tanpa nyawa...
Air panas ingin ku sedu kopi
setidaknya penghangat malam ini
dari hati tak ingin engkau pergi
bahwasanya engkau begitu berarti
...


penat yg kini terasa menyengat
merapuhkan tulang belulang
namun terasa pahit sudah ku telan air dicawan
dan aku selalu merindukan setiap goresan mu kawan....!
Mentari garang siang ini
silaunya masuk lewat jendela
daun-daun bernada seolah biola digesek angin
tak mau kalah pula burung-burung mencari makan
dari pagi tadi hingga senja nanti
......

hadirnya mentari adalah beban ku
dibelantara kehidupan yg membuta...
dedauan menari tertiup angin sendu tempat berteduh untuk rebahkan pilu dikalbu...

sebatang rokok terapit dimulut bibir
...memandang garis langit yg tak berhujung
mengharap hari cepat berlalu
sekedar menikmati kucuran peluh yg membasahi baju ku....
Di ambang senja menertawakan hari
di pematang sawah berteman sang petani
haruskah angin membawamu pergi
...
Jika malam ku tetap disini
...di tengah bulan ku menanti
purnama penuh menyinari

senja yg menguning adalah ketamakan sang mentari
kecemburuan malam disudut ruang keangkuhan
hening....
jiwa-jiwa pun menari....

...ku genggam purnama dari kejauhan
begitu kecil...
namun menyakitkan
tak ada angin atau ombak yg membawa ku kepantai harapan......
Riuh ombak menghantam karang
dipantul terik matahari kala siang
diantara surau yg berkumandang
menggema seolah di tengah tanah lapang

......

Antara tindakan dan pemikiran
menjadi satu untukmu teman seperjalanan
oleh karenanya namamu tinggal kenangan
walau terlihat batu nisan, engkau tak kan terlupakan

...

Selamat jalan kawan
do'a ku disetiap malam untukmu keselamatan

Kasih Dalam Duka


Apa yang engkau ungkap kepada waktu
saat air mata menyungging ksedihanmu
saat air mata berjarak tak berambisi
saat air mata melebihi kata dalam menyampaikan rasa
saat air mata menggambar dijejak alunan kaki
...
Batu nisan tlah berdiri
beristirahat ia dibungkam bumi
tenang tidurnya malam ini
selamanya, sunyi...
...
Engkau, kami dan mereka sampai detik ini dalam duka
mengocek kata melantunkan do'a
mengiring jalannya menuju singgasana surga

Ingat aku

Ingatlah aku saat lelapmu,
disela-sisa do'a mlm mu,
seolah mataku slalu menatap matamu,
seperti saat pertama kata cnta ku naungkan dihatimu.

Bayangkanlah aku slalu dg mu, memegang erat tangan mu,
tersenyum pd mu dari kasih tulus memeluk dirimu,
pelukan hangat spanjang waktu.

Dengar aku bernyanyi untukmu,
syair lagu cinta bernada kasih sayangku kepadamu.
 

Disini Ku sendiri

Disini aku sendiri
memupuk imajinasi
mengerat luka hati
dalamnya menembus mimpi
Disini aku sendiri
menantang luas jati diri
terdiam aku terpana
ku ingin terbang melayang tinggi
Disini aku sendiri
tanpa kau yang tak pernah mengerti
menyeberangi pelangi
menggapai awan putih
Disini aku sendiri
tanpa kasih yang enggan menyinggahi
ku teriak menyapa
mata mu tuli tak ada kata balasan
  
Disini aku sendiri
bernaung dunia tak nyata
sekilas tempat persinggahan
ramai lalu lalang
bangkai hidup yg duduk diam
Disini aku sendiri
...
maafkan hati mulai resah
kata-kata yg tak kunjung tiba
darimu
 

Bicaralah

Katakan sesuatu,
tentang rentan waktumu
tentang jalan panjang berliku
...
Ungkaplah sesuatu,
tentang rasa sesungguhnya kepadaku
tentang nyata yang tak mengada-ada
...
Bicarakan isi hatimu,
tentang cinta tulus dari hati yang ku beri
tentang balasan rinduku saat kumengadu pada bayangmu
...
Jika tak bisa,
tunjuk jiwamu menjadi isyarat
atau kata-kata sebagai pembicara
...
Jika tak mampu,
kabarkan pada angin kan ku dengar dari bisikannya
atau buka matamu dan lihat aku menunggu mu
...
Bicaralah,
jangan hanya diam membisu
seumpama air kau tenggelamkanku kedasar keterpurukan

karna,
ku tak dengar suara cinta
ku tak merasa belaian kasih sayang
ku tak melihat jiwamu merindui aku

Kemana suara hati kau suarakan?...

Selimut malam membuatku gatal
perih dimata karena kesunyiannya
berat dijiwa sebab lekat kegelapan
...
Alas embun penutup kaki
...langkah tak tentu gontai menimbang mimpi
cerita kehidupan belum mapan sebagai sandaran
...