tertunduk ku lemas telapak tangan menutup sebagian rautku rinduku... sedihku...
..
Minggu, 14 Maret 2010
kau bergoyang ke kanan dan ke kiri,
saat angin menggoyangkanmu
saat badai datang pun kau tetap tegak berdiri..
hai ilalang,
ajari aku tegar sepertimu
...
sebagianmu terbang terbawa angin
tapi akarmu masih tetap kokoh
...
ku ingin belajat menapakan diri di bumi ini
...
ilalang,
lihatlah aku yang slalu goyoh
ajari aku menjadi sepertimu
dan badai yang melanda hidup ini
...
katkanlah wahai ilalang...
Dari sudut kota yang hingar ini kucoba temukan mimpiku tadi pagi. Dini hari
ketika ayam jantan berkokok nyaring. Aku tau, cinta itu mistis. Tapi manusia terkadang
salah mengartikannya. Cinta selamanya akan menjadi cinta, cinta bukan hanya cinta
pertama. Kedua, ketiga bahkan keseratuspun namanya juga akan tetap cinta. Aku, engkau
maupun malaikat malam setidaknya akan menyadari bahwasanya semua adalah benar.
Bahwa cinta sejati, bahwa cinta suci bukanlah yang pertama kali kita rasakan, tapi yang
Kasih lihat mentari yang bersinar garang di siang hari lihat rembulan yang slalu menampakan cahayanya di malam hari tersenyumlah karna Ia ada untukmu kasih rasakan angin sepoi mengelus wajah ayu mu dengarkan kicau burung yang bertengger di pepohonan rasakanlah kabar tentang cinta, asa dan cita dariku untukmu
kasih... lihat pula lambaian dedaunan aliran air dan terang cahaya di kegelapa pahamilah akan kehadiranku untuk mu ...
engkau... yang selalu ku kagumi karna elok parasmu
engkau.. esok adalah ibu dari anak - anakmu yang kau kandung
engkau... seorang perempuan yang menjadi istri dari pada suamimu kelak
tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup dari ajaran agama yang kau anut auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...
jangan engkau seperti mawar saat hinggap kumbang di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu dan jagalah dermagamu untuk mereka para lelaki shaleh yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...
dengan wanita yang akan datang padaku saat senja di kota ini..
Jumat, 08 Januari 2010
Sempat kini ku rangkai kata.
Memaknai arti kehidupan dan cinta.
Kucoba tegarkan langkah.
Menemui asaku yang terbaring cukup lama.
Ku kepakkan sejuta asaku.
Kubuka hatiku tuk meraih cinta yang tertutup senja.
Ku ubah jalan hidupku.
Walau arah ini ku langkahkan dengan tak pasti.
Selamat tinggal keterpurukan.
Ku tak mungkin selamanya terbenam sendu.
Malam takkan selamanya malam
Dan mendung takkan selamanya mendung
& SELAMAT DATANG HARAPAN
prosa kehidupan yang tak pernah membuatku
tersenyum lega...
aku hanya mengeluh pada tulisanku..
aku hanya berontak pada jiwaku..
aku tak ingin mengeluh pada siapapun,
ini misteriku...
aku menjadi legenda untuk duniaku sendiri..
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini...
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
Selasa, 05 Januari 2010
Syair ini
mencari bunga
Di belantara tertutup rimba
Wanginya tak jauh berkelana
Rimbanya tak bernama
Kata - kataku mengembara
Di antara bait rimbanya
Kalau kelu tersandung jua
Hingga bibir sembunyi makna
Bait - baitku butuh seabad
Untuk sampai pada tekad
Mencari sebuah wujud
Pada mekar bunga sejagad
Kularik banyak pena
Penuh tinta kayu cendana
Tuk mematri setiap kata
Pada jejak - jejak bunga
Dimanakah dirimu tirani
Yang membawaku jauh kesini
Aku tak tahu jalan kembali
Seribu petang kulalui
"Wahai bunga penuh seri
mengapa engkau harus sembunyi?
Lelah langkah menutup mati
seribu petang kumencari".