Tenanglah sayang
dekatlah disampingku
biarkan mereka berkata apa
cinta ini milik kita
rindu ini kita yang rasa
usahlah mengangis
kupeluk selalu dirimu
agar kedamaian selalu menaungi jiwa raga serta hatimu
#...gm
Selasa, 25 Desember 2012
Minggu, 23 Desember 2012
Apa yang telah kita lakukan hari in? Atau, apakah yang telah Tuhan lakukan untuk kita hari ini?
Batu yang gusar diseret luapan air hujan
kenapa angin bertiup mengoyangkan daun-daun
langit sadar akan hakikatnya
bumi merasa tak nyaman
gunung diam merenung
hari membawa sejuta cerita
malam tenangkanlah
kopi yang hangat menjalar aromanya
tertenggak menghangatkan jiwa dan pikiran
Batu yang gusar diseret luapan air hujan
kenapa angin bertiup mengoyangkan daun-daun
langit sadar akan hakikatnya
bumi merasa tak nyaman
gunung diam merenung
hari membawa sejuta cerita
malam tenangkanlah
kopi yang hangat menjalar aromanya
tertenggak menghangatkan jiwa dan pikiran
Jumat, 21 Desember 2012
Butiran-butiran kecil bening masih ramai menjatuhi bumi
seperti mengembun dipucuk daun menjalar kedahan
banyak yang memuara menggenang ruas-ruas jalan
tak lepas senyum langit yang putih memburam
melihat jajakan kopi si tua berpayung hitam
dengan selendang terikat didada memanggul beban
perlahan lenyap ditelan nyiur daun-daun yang menunduk
tetap butiran kecil-kecil bening terus bertasbih
seperti mengembun dipucuk daun menjalar kedahan
banyak yang memuara menggenang ruas-ruas jalan
tak lepas senyum langit yang putih memburam
melihat jajakan kopi si tua berpayung hitam
dengan selendang terikat didada memanggul beban
perlahan lenyap ditelan nyiur daun-daun yang menunduk
tetap butiran kecil-kecil bening terus bertasbih
Rabu, 19 Desember 2012
Tolong rasakan dalam hati
ketika sepagi ini kau bermimpi
daun-daun yang bergoyang
membuat embun berjatuhan
kabut mengambang di awang-awang
selimuti cahaya penerang jalan
lantas mimpi apa yang kau harapkan?
kembangkanlah do'a
berbuat tanpa harus menunggu hasil
dalam proses kau nikmati pelaksanaan kata
disana matahari menjatuhkan cahaya
bunga-bunga bermekaran
kupu-kupu menari-nari
ketika sepagi ini kau bermimpi
daun-daun yang bergoyang
membuat embun berjatuhan
kabut mengambang di awang-awang
selimuti cahaya penerang jalan
lantas mimpi apa yang kau harapkan?
kembangkanlah do'a
berbuat tanpa harus menunggu hasil
dalam proses kau nikmati pelaksanaan kata
disana matahari menjatuhkan cahaya
bunga-bunga bermekaran
kupu-kupu menari-nari
Selasa, 18 Desember 2012
Dia dalam cerminannya sendiri
ia menari memutar seperti kupu-kupu
seperti seonggok daging yang busuk
kering dan hampa jiwanya
semakin rusak bangunan batinnya
jiwanya terus mengerang kesakitan
setiap ia memahami dirinya
bertanya-tanya pada diri sendiri
hatinya merintih dalam diam
seringkali jiwanya menghujat
betapa rasa sakit batinnya
setetes air matanya jatuh
mata yang menatap kosong dalam merenung
apakah ia akan terus menari menyiksa batin sendiri
apakah ia bisa bernyanyi seperti dulu bagaikan mawar dimusim semi
betapa rindu yang membuncah pada masa lalu
ia tak tahu harus berbuat apa
batinnya masih merasakan perih
01:08, Sel 18-12-2012
ia menari memutar seperti kupu-kupu
seperti seonggok daging yang busuk
kering dan hampa jiwanya
semakin rusak bangunan batinnya
jiwanya terus mengerang kesakitan
setiap ia memahami dirinya
bertanya-tanya pada diri sendiri
hatinya merintih dalam diam
seringkali jiwanya menghujat
betapa rasa sakit batinnya
setetes air matanya jatuh
mata yang menatap kosong dalam merenung
apakah ia akan terus menari menyiksa batin sendiri
apakah ia bisa bernyanyi seperti dulu bagaikan mawar dimusim semi
betapa rindu yang membuncah pada masa lalu
ia tak tahu harus berbuat apa
batinnya masih merasakan perih
01:08, Sel 18-12-2012
Senin, 17 Desember 2012
Mengurai kata didalam samudra diatas cakrawala
terbaring diatas bumi menatap langit yang gamang
air mata tak lagi berduka
menatapmu aku tak bisa menipu nurani
pada lingkaran suci aku mencintaimu
aku relakan rindu yang jadi prahara
tak lagi memaki angin yang melubangi paruh hati
mata merah hati berdarah lontarkan marah
semua telah pasti cinta ini tak pernah berarti
senyum ramah dalam amanah aku pasrah
bahagia ku melihatmu bahagia
terbaring diatas bumi menatap langit yang gamang
air mata tak lagi berduka
menatapmu aku tak bisa menipu nurani
pada lingkaran suci aku mencintaimu
aku relakan rindu yang jadi prahara
tak lagi memaki angin yang melubangi paruh hati
mata merah hati berdarah lontarkan marah
semua telah pasti cinta ini tak pernah berarti
senyum ramah dalam amanah aku pasrah
bahagia ku melihatmu bahagia
Minggu, 16 Desember 2012
Ku t'lah lelah menunggu
kemarilah sayang dekat padaku
ada sedikit rindu yang tak pernah mati untukmu
dekapkanlah pelukanku
eratkan dengan kasih sayang
udara disini dingin merasuk sampai ketulang
tak ada sesuatu yang menghangatkan kecuali tubuhmu
sebab tak ada kopi disini
kecuali rokokku menjadi inspirasi tentangmu
tak usah ragu untuk kepastian cintaku
biar kata pelan berjalan kaki
namun pasti kan abadi
biar ditawar kembang seribu rupa
kau tetap satu selamanya
kemarilah sayang dekat padaku
ada sedikit rindu yang tak pernah mati untukmu
dekapkanlah pelukanku
eratkan dengan kasih sayang
udara disini dingin merasuk sampai ketulang
tak ada sesuatu yang menghangatkan kecuali tubuhmu
sebab tak ada kopi disini
kecuali rokokku menjadi inspirasi tentangmu
tak usah ragu untuk kepastian cintaku
biar kata pelan berjalan kaki
namun pasti kan abadi
biar ditawar kembang seribu rupa
kau tetap satu selamanya
Sabtu, 15 Desember 2012
Pagi yang hangat
kau hangatkan aku
terasa sampai ke tulang
kau suguhkan aku dengan keindahanmu
kau manjakan aku dengan bayang-bayangmu
sejenak ku memegangmu
ketika tumpah cahaya matahari
keringkan hati yang berduka
serupa mega habiskan subuh
pagi yang terang kau terangi bumiku
tumbuhkan tunas hijau
mekarkan bunga-bunga
kau hembuskan aroma ke jiwa
sadarkan aku pada mimpi-mimpi
kau hangatkan aku
terasa sampai ke tulang
kau suguhkan aku dengan keindahanmu
kau manjakan aku dengan bayang-bayangmu
sejenak ku memegangmu
ketika tumpah cahaya matahari
keringkan hati yang berduka
serupa mega habiskan subuh
pagi yang terang kau terangi bumiku
tumbuhkan tunas hijau
mekarkan bunga-bunga
kau hembuskan aroma ke jiwa
sadarkan aku pada mimpi-mimpi
Jumat, 14 Desember 2012
Anjing malam terbaring dibalik pagar besi
berwana hitam. Melihat ia ke depan, keluar dipucuk-pucuk pohon. Lidahnya
terjulur menjilati kemaluaannya yang terjepit disudut kenyataan.
Matanya berkedip digaruk kaki kanannya yang tertikam jarum waktu yang
milingkarinya. Punggung yang menggerus aspal hitamkan beban. Anjing
malam berkaca pada kubangan, melihat wajahnya ia tahu itulah minumannya.
Makanan di tiap jalan jadi suguhan disela lukanya. Menjajal untuk tetap
hidup pada harap yang bertumpuk.
Masih belum bisa...
Jika Kau ciptakan rasa ini kepada anak manusia, karena rindu tak pernah padu tersiksanya batin yang ku adukan kepada-Mu menjadi dilema oleh adanya cemburu. Berujung pada air mata tak pernah padam remukkan cinta yang karam.
Sampai waktu ku datang nyatakan keadaan, berharap untuk menghindar di persimpangan tentukan pilihan. Engkau tau tak pernah terbuka ku temukan kecewa, berkali ku coba masih saja tak bisa...
Jika Kau ciptakan rasa ini kepada anak manusia, karena rindu tak pernah padu tersiksanya batin yang ku adukan kepada-Mu menjadi dilema oleh adanya cemburu. Berujung pada air mata tak pernah padam remukkan cinta yang karam.
Sampai waktu ku datang nyatakan keadaan, berharap untuk menghindar di persimpangan tentukan pilihan. Engkau tau tak pernah terbuka ku temukan kecewa, berkali ku coba masih saja tak bisa...
Kamis, 13 Desember 2012
Dimana tempat berpijak
ketika merasa tak hidup lagi
katakan langit enggan menurunkan hujan
karena cahaya lebih cantik diselimuti
hanya luarnya yang terasa
entah bagaimana
ketika merasa tak hidup lagi
katakan langit enggan menurunkan hujan
karena cahaya lebih cantik diselimuti
hanya luarnya yang terasa
entah bagaimana
Rabu, 12 Desember 2012
Ada asap dimatamu
mengepul melingkari duniamu
karena bara tetap mengaga
arang menjadi busa
menetes lewat sela-sela
kau tekuni
dengan handuk kau mengusapnya
setelah bara api padam
mengepul melingkari duniamu
karena bara tetap mengaga
arang menjadi busa
menetes lewat sela-sela
kau tekuni
dengan handuk kau mengusapnya
setelah bara api padam
Selasa, 11 Desember 2012
Nampak kusam
ujung yang terkoyak
segala yang terasa
menumpuk diberanda
waktu tetap berjaga
cita-cita masih ada
masih sama tak berubah
dibalik dinding berbatu
masih merdu
merayapi mengusik langit kelabu
ujung yang terkoyak
segala yang terasa
menumpuk diberanda
waktu tetap berjaga
cita-cita masih ada
masih sama tak berubah
dibalik dinding berbatu
masih merdu
merayapi mengusik langit kelabu
Kamis, 06 Desember 2012
Angin datang keberanda
melewati celah-celah yang terbuka
lewat mata indra
merayap ke dada
ada daun yang bergoyang
melempar embun ke tanah
seperti benih yang murni
menulis puisi puisi
dengan kata sederhana
dengan bahasa sederhana
mengalir seperti air
berkobar seperti api
ada ranting jatuh
mengambang menjadi abu
pulanglah jingga-jingga
pergilah dengan pasti
matahari dan bintang
masih terasa sepi
dalam diam terkenang
melewati celah-celah yang terbuka
lewat mata indra
merayap ke dada
ada daun yang bergoyang
melempar embun ke tanah
seperti benih yang murni
menulis puisi puisi
dengan kata sederhana
dengan bahasa sederhana
mengalir seperti air
berkobar seperti api
ada ranting jatuh
mengambang menjadi abu
pulanglah jingga-jingga
pergilah dengan pasti
matahari dan bintang
masih terasa sepi
dalam diam terkenang
Rabu, 05 Desember 2012
matahari menjatuhkan cahaya ke bumi
sedang hujan tak hanya menyisakan embunnya
daun yang bergoyang menjatuhkan hujannya
dihembus angin memercik ke jiwa
sayang hujan segera berhenti
ketika matahari kembali terselimuti
teramat dingin yang ada kini
tanpa kehangatan secangkir kopi
sedang hujan tak hanya menyisakan embunnya
daun yang bergoyang menjatuhkan hujannya
dihembus angin memercik ke jiwa
sayang hujan segera berhenti
ketika matahari kembali terselimuti
teramat dingin yang ada kini
tanpa kehangatan secangkir kopi
Bibirnya menatap kepadaku
senyum yang hancur oleh air mata
tangannya menggenggam ke dadaku
suara yang tertahan dari ratapan
rambutnya menutupi mata dan separuh bibirnya
sedikit basah oleh keringat air mata
seperti membeku tanganku diatas pipinya
serasa tak bisa ku tahankan
seolah ditamatkan ku dekap duka yang menyiksanya
bibir yang menempel di keningnya menjadi pilihanku
seraya mengerat lagi dekapannya
menjadikan dadaku ikut menangis
senyum yang hancur oleh air mata
tangannya menggenggam ke dadaku
suara yang tertahan dari ratapan
rambutnya menutupi mata dan separuh bibirnya
sedikit basah oleh keringat air mata
seperti membeku tanganku diatas pipinya
serasa tak bisa ku tahankan
seolah ditamatkan ku dekap duka yang menyiksanya
bibir yang menempel di keningnya menjadi pilihanku
seraya mengerat lagi dekapannya
menjadikan dadaku ikut menangis
Selasa, 04 Desember 2012
Bunga mawar
menumpuk di atas suar
terlihat ranting panjang
tumbuh didalam keyakinan
bersemi dia bersemi
lahir didalam bahagia
menciptakan memasuki lingkar kedamaian
langit biru
memenuhi hari-harinya
jiwa yang bersuka
hati yang bahagia
telah suburkan harapan
menyanyi bunga-bunga menyanyi
suaranya memuja-muja
bunga mawar bersuara lantang
membakar ketakutannya
menggerai penjara batinnya
menumpuk di atas suar
terlihat ranting panjang
tumbuh didalam keyakinan
bersemi dia bersemi
lahir didalam bahagia
menciptakan memasuki lingkar kedamaian
langit biru
memenuhi hari-harinya
jiwa yang bersuka
hati yang bahagia
telah suburkan harapan
menyanyi bunga-bunga menyanyi
suaranya memuja-muja
bunga mawar bersuara lantang
membakar ketakutannya
menggerai penjara batinnya
Ku senang didekatmu
ada canda suka senyummu
kau batu karang yg tetap tegar
jalani hidup yang kian sukar
memang begitu adanya
banyak hal yang jadi pertanyaan
katamu adalah ketegaran jiwa
menghangatkan tubuh yang beku
cahaya penerang yang kegelapan
kini kau sakit
badanmu sakit
ini hanya sementara
lekaslah sembuh
dan kembali mancing
tetaplah begadang dan minum kopi
ada canda suka senyummu
kau batu karang yg tetap tegar
jalani hidup yang kian sukar
memang begitu adanya
banyak hal yang jadi pertanyaan
katamu adalah ketegaran jiwa
menghangatkan tubuh yang beku
cahaya penerang yang kegelapan
kini kau sakit
badanmu sakit
ini hanya sementara
lekaslah sembuh
dan kembali mancing
tetaplah begadang dan minum kopi
Senin, 03 Desember 2012
Seperti apa warnanya langit diantara
gelembung-gelembung yang bergerak liar menutupi matahari dan terpecah
tak beraturan arahnya...
Terlihat seperti tanah yang gembur ditata diantara tanggulan yang retak sebab air mengalir dan jatuh dari langit bermuara didalamnya...
Terlihat seperti tanah yang gembur ditata diantara tanggulan yang retak sebab air mengalir dan jatuh dari langit bermuara didalamnya...
Dijalan ada anak-anak
tangannya digenggam ibunya
anaknya menangis digendong bapaknya
anaknya kegirangan dipangkuan ibunya
anaknya merengek pada bapaknya
anaknya melompat kejalan
ada hujan...
anaknya berlari dengan baju pesta
menjinjing pundak tundukan kepala
meneteng harapan ditangannya
dirumah ada mimpi dibalik jendela
ketika anaknya mengunci pintu rumahnya
tangannya digenggam ibunya
anaknya menangis digendong bapaknya
anaknya kegirangan dipangkuan ibunya
anaknya merengek pada bapaknya
anaknya melompat kejalan
ada hujan...
anaknya berlari dengan baju pesta
menjinjing pundak tundukan kepala
meneteng harapan ditangannya
dirumah ada mimpi dibalik jendela
ketika anaknya mengunci pintu rumahnya
Langganan:
Postingan (Atom)