Powered By Blogger

Minggu, 22 April 2012

Bintang tidak diketahui, seperti tamu yang tak diterima.
Untuk menguasai keheningan, maaf ada banyak sisi yang tidak ku pahami.
Setiap cangkir teh seperti madu dari bunga, sakitnya terhapuskan.

Kamis, 19 April 2012

20:33 Wib.

"Masih saja kau gosok batu, sampai kapan kan kau temui akhirnya? Sampai lemah tulang-tulang mu mengepal?"

"Rembulan tak dipangkuan, senja tadi menangis tiba-tiba."

"Hati jadi korban keangkuhan cinta, orang biasa menikmatinya dengan kopi. Cinta biar saja jadi dirinya, tak perlu kau paksa tangan tak sampai."

"Ada pesonanya. Mega selatan memerah, diseberang bukit dibali gelap ada mercusuar sentuh aku buang gelisah ku."

"Punyai serupa dengan pemikiran sering kau ucapkan, jalan yang tak sehaluan. Dengan apa sudah kau lalui?"

"Rindu slalu memaksa mencoba, letih menepi, getir redupnya hati ku."

"Jadikan saja kekasihmu, jika kau harapkan sepenuh hati. Tak perlu ada penyesalan."

"Jauh tersimpan."

Rabu, 18 April 2012

23:02 Wib.

"Kenapa diam saja? Tak perlu ditunggu, seharusnya kamu tahu untuk melepaskan pangkuan tangan mu."

"Hujan tak turun lagi. Pucuk cemara bergoyang, siapa tahu ia bisa meniru geraka hujan."

"Masih terlalu dini untuk menyimpulka. Hanya saja kamu hanya diam dibawah cemara, menjadi angin menurunkan hujan yang kamu sengaja."

"Ranting dan akarnya masih cukup kuat sebagai penopang beban. Jika pun tak mustahil, nantinya permata akan jatuh dari ujung daun menggantikan tetesan hujan yang sebenarnya ku tak ingin."

"Do'akan."

"...

Selasa, 17 April 2012

seperti biasa, gelas bekas yang menghangatkat
sungguh kisah kasihnya tak jadi cantik
pengertiannya menggurui
tak tentu manis senyum mu
dapat ku temui, mencoba untuk mengerti
redamkan ambisi
hinakan kita enggan bernyanyi
lekas campakan kaki tak bersepatu
pangku sepi yang membosankan
tak berarti rindu walau kadang peduli

sederhanakan arti
diantara kita, aku bermimpi kau permata
ku rasa kau bahagia

Senin, 16 April 2012

adakah mengerti, kemana arah dan tujuannya
nama yang terintis, syahdu
isyaratnya terlekuk dari bahasa biasa
satu kesan layang mata mempesona
tiada kasih tersurat dilidah anak manusia

dikatakannya telah dikabarkan
balasnya senyum dibalik meja kerja
terlipat dibawah kursi

itulah rasanya
risau hayati hati, arti indah bagimu
betapa ini tetap dijaga

aneh...
kabarnya usai, akhir ceritanya

Selasa, 10 April 2012

Matahari mengintai dibalik jendela bus kota
yang sesekali hilang dibalik pohon-pohon
sorotnya tajam dibaris-baris warna kelam

Roda jalanan ngebut diperjalanan
mengggilas waktu yang mulai sombong
nyiur angin membuat uapanku ngantuk
dengan bimbang dihati berjalan sendiri

Tabir mulai gelap ketika ku temui yang tak pasti
disimpang jalan diakhir pemberhentian

Sampah dan debu menjadi lagu
bangkai tercium busuk
tentu saja menjadi surganya surga
bagi mereka yang tak tahu

Senin, 09 April 2012

Senja hilang beserta hujan
tak kuat alis memangku punggung
air mata bersandar sebelah lengan
goyangkan keinginan
sekar mu wanita idaman

Jumat, 06 April 2012

Ini hidup...
penderitanya dari tunas hingga berbuah busuk
penikmatnya dari akar hingga bunga-bunga

Ini hidup...
dijalani oleh mereka yang merasakan keraguan
sebab kepastian hanya ada dipasar grosiran
di jalani oleh mereka yang merasakan cinta
ketika cinta tak lagi membawa kedamaian

Ini hidup...
terhampar luas keinginan
tentang semua keindahan
ada goresan rasa
ada hasrat ungkapan hati

Ini hidup ku sendiri
dari kenyataan yang pahit
saat senja diamkan keindahan

Rabu, 04 April 2012

hilang akal apa makna katanya
luas cinta disempitkan
satu daratan dari satu arah dibelah-belah

hiburan jadi masalah berbulu
diangkat dari kata yang berbeda
ketika daun meneteskan cahaya
mengalir sampai diujung jemari
tak ada lagi nurani embun pagi

dansa terlihat dekat
dari mata yang tercongkel
iri, menghujam dihulu hati

takut untuk mencium
yang ditinggalkan sinarnya surga
menonton yang menjadi tanda tanya
yang jawabnya pada cinta mereka

Senin, 02 April 2012

Rino tansah gawe loro
ning kene ati sumelar
tak geget nadi ku
ringkeh mentelung lelakon laras ku

Wengi soyo lingsir tondo nyekti ing ati
nyangking gambang dadi pesangone
dadi tondo moto kang ngelingake

Yen langet mendung tak uladi
ora ono merak'e ati

Sabtu, 31 Maret 2012

Samudera mu begitu luas
dari tepi pantai tak berujung
kura-kura bebas menyelami kedalaman
kepiting enggan jatuh pada lubang yang salah


Samudera mu berombak
menengok ketika air surut
tenggelam kabar ketika pasang
risau camar tanpa kabar

Kamis, 29 Maret 2012

Seharusnya ku tak tanyakan
suburnya bunga dihatimu tertanam
benih siapa, masih tanda tanya
ilalang ku tumbuh percuma
kering dimusim sehari

Pucuk-pucuk mimpi terpendam
seperti terasing
tak indah ragat hatiku

Senin, 26 Maret 2012

jika siang panasnya mentari hanguskan hati
tak ada lelah...
hingga nyaris tiada jumpa keteduhan

bahwa memang aku pengecut
kepadamu wanita idaman

wajah menggelap tergoda rindu
pada bibir bararoma bunga-bunga
memerah mega cakrawala
dari titik lingkar mata yang hitam

jika hujan timbul putus asa
angin membuat bergelombang
karang tenang...
berdo'a biar tetap bersabar — di Tugu Jogja.

Minggu, 25 Maret 2012

Sesungging menengadah kepada mu
tak perlu hiburan pembalasan
simak saja pengajuan tak dianggap

acuh impian palsu

ikuti terani untuk orang tua mu

ini rasa...

ku tahu atau kau tak tahu

Sabtu, 17 Maret 2012

Bayang bertabur gelombang rindu
semakin sulit merayapi hati
angin membisu tentang pertalian

terbayang bayang-bayang hilang
terpisah
melupakan
memeluk pagi..

Senin, 12 Maret 2012

mega hitam menutup hari ini
jelas wajah murung dari kata yang sama
kedengarannya biasa
datang dan pergi melewati jalan yang sama

awan berarak tak tenang
akar sekuatnya mencengkram bumi takut tumbang
bodoh tak mengerti
mengusap hati...
murung disamping gelunggung

cerahnya hari kosong tak terisi
wajah penuh degan lamunan
tembus pandang seperti bersayap
tertelan semua masa lalu
hitam biru ku tetap berdiri

Minggu, 11 Maret 2012

dekat tong sampah dengan nyamuk-nyamuk nakal
lidah serasa dihantam merambat kerongkongan terbakar

dekat bunga trotoar arah jalan menunjuk tak tentu
dipersimpangan terjebak kemacetan

sekaleng minuman memanjakan
serasa terbuai dibuat melayang
terhisap dalam-dalam
tertawa... lepaskan beban

selamat malam pecundang
salam sejahtera dalam kedamaian

Rabu, 07 Maret 2012

Langkah yang ku bawa hanya wajah berisi lamunan
dari deretan rumah yang tak terbuka pintunya
dengan lampu-lampu berkedip menggoda
dibalik dinding tak terlihat wajahnya

Derap hujan terurai membuntuti
mendengar rasa lapar nasib ku
terus kapan sekejap datang cintanya?

Awan menelan matahari ketika pagi
segar perawan melintas dengan pesona
punah harapan ku dalam kesakitan
semangat langkah ku dibuat bosan
impian sederhana ku pikir akan berakhir

Tak perlu diketuk
sudah tahu tak pernah terbuka
...ada badai mungkin didalamnya

Selasa, 06 Maret 2012

Malam tinggi jauh impian
Terasa tertahan didada
Lambat pucat hitam gelap
Jauhkan suara tenggelam

Menyendiri lepas dari pangkuan
Jatuh keras siapa peduli
Sakitnya sampai kedalam
Tak terdengar itu pasti

Diujung daun mengkilap butiran cinta
Barangkali rindu yang mengambang diatas mimpi
Biar datang kehati
Tak ada yang ku punya

Minggu, 04 Maret 2012

Disetiap kegelapan pasti ada titik terang
disetiap doa pasti ada jawaban
disetiap kesukaran akan ada kemudahan
dan disetiap ketidak mungkinan pasti ada keajaiban.
Bertahanlah, bersabarlah duhai jiwa ku
kelak, diwaktu yg tepat pasti kau kan dapatkan bahagiamu....