Matahari mengintai dibalik jendela bus kota
yang sesekali hilang dibalik pohon-pohon
sorotnya tajam dibaris-baris warna kelam
Roda jalanan ngebut diperjalanan
mengggilas waktu yang mulai sombong
nyiur angin membuat uapanku ngantuk
dengan bimbang dihati berjalan sendiri
Tabir mulai gelap ketika ku temui yang tak pasti
disimpang jalan diakhir pemberhentian
Sampah dan debu menjadi lagu
bangkai tercium busuk
tentu saja menjadi surganya surga
bagi mereka yang tak tahu