Powered By Blogger

Rabu, 18 April 2012

23:02 Wib.

"Kenapa diam saja? Tak perlu ditunggu, seharusnya kamu tahu untuk melepaskan pangkuan tangan mu."

"Hujan tak turun lagi. Pucuk cemara bergoyang, siapa tahu ia bisa meniru geraka hujan."

"Masih terlalu dini untuk menyimpulka. Hanya saja kamu hanya diam dibawah cemara, menjadi angin menurunkan hujan yang kamu sengaja."

"Ranting dan akarnya masih cukup kuat sebagai penopang beban. Jika pun tak mustahil, nantinya permata akan jatuh dari ujung daun menggantikan tetesan hujan yang sebenarnya ku tak ingin."

"Do'akan."

"...