Langkah yang ku bawa hanya wajah berisi lamunan
dari deretan rumah yang tak terbuka pintunya
dengan lampu-lampu berkedip menggoda
dibalik dinding tak terlihat wajahnya
Derap hujan terurai membuntuti
mendengar rasa lapar nasib ku
terus kapan sekejap datang cintanya?
Awan menelan matahari ketika pagi
segar perawan melintas dengan pesona
punah harapan ku dalam kesakitan
semangat langkah ku dibuat bosan
impian sederhana ku pikir akan berakhir
Tak perlu diketuk
sudah tahu tak pernah terbuka
...ada badai mungkin didalamnya