Powered By Blogger

Selasa, 20 April 2010

Sendiri Itu Indah



sendiri itu indah..

mungkin itu yang bisa ku ungkau untuk sekarang ini, lewati keseharian dengan kesendirian,


seorang teman berkata padaku...
"begitu banyak yg kita dapati didalam kesendirian!
bahkan kecurangan yg kita lakukan akan begitu nampak dipelupuk mata.."

yang ku dapati, " SENDIRI ITU MEMANG INDAH"
Sendiri pun, bukan berarti Mati


.
meski kelak kan ku dapati tangis dan keterjatuhan...
walau dengan tangis ku ungkap keresahan
walu dengan air mata ku ungakap rasam, rindu..
ku cari akarmu
biar ku berpegang padanya....

_ada 

                           detik 

menggelang                                  

di lenganmu, 

menggandeng 

                                        jejaki 

                                                                                   lingkup 

      yang 

                                                             tak 

tertulis 

di 

kertas 

bangku 

                              sekolah... 

 

 

 _ah... 

bajing 

                                                                                               lari 

                                        memegang 

                                                                                                          bara 

                   di 

                                                                  tangannya, 

                                      daun 

hijau 

                                                                                                 di 

                                                                                                             sirami 

                                  debu 

                                                                di 

            tiap 

                                                                               harinya, 

                           guntur 

                                                                                                                mengalun 

  di 

                             indah 

                                                                      mimpi... 

 

 

_ntah lah...

Jumat, 16 April 2010

daun jatuh membawa keresahan


rumput menunduk berdo’a memohon
angin berhenti menarik nafas
luruh warna mentari berpijak di ujung daun
menari gemulai gambarkan kegalauan



awan merah bertaruh dengan warnanya

menyusuri samar lentera malam



lelah jiwa berpijak bumi, embun tertidur dalam buaian... bermimpi indah mengambang,berkeping, jatuh terkapar... _mentari mengintip, tenggelam tanpa bisa melawan,menghilang lenyap di balik hangat kabut membungkus....

Rabu, 14 April 2010

_bukan jawaban yang membuat kita merasakan keberhasilan,tapi perjalanan pencarian itulah yang akan dikenang...

Tentang Sesuatu

merem-melek mataku, 

tengok kanan-tengok kiri lirikku.. 

tarik nafas buang nafas desahku.. 

hmmm...

 

 terbentuk bulatan-bulatan kecil.
lalu hilang entah kemana di di bawa angin..

dari api kecil yang lama kemudian membkarnya habis tinggalkan arang dan abu di tungkunya..

 

 yang seharusnya tak di lakukan sejak dulu, sesuatu yang ku tau tiada guna untukku sendiri..

yang mungkin akhirnya memakan hitungan detik hari-hari..

 

.

Kamis, 25 Maret 2010

sekilas terlihat bayangmu
saat terdengar lirih suaramu memanggilku

"Nak, apa kabarmu disana?"

serasa terkena sengatan listrik
hatiku luluh lantah karna rindu
membuat tangisan mengalir bagai anak sungai

"Nak, kapan kau pulang?"

oh...
entah berapa lama kan ku pijaklan kaki di tanah rantau
kembali pada mereka
kembali ke gubuk asal ku di besarkan

"Nak, hati-hati disana, do'aku slalu menyertaimu."

terima kasihku, Ibu...

tertunduk ku lemas
telapak tangan menutup sebagian rautku
rinduku...
sedihku...

..

Minggu, 14 Maret 2010

kau bergoyang ke kanan dan ke kiri,
saat angin menggoyangkanmu
saat badai datang pun kau tetap tegak berdiri..

hai ilalang,
ajari aku tegar sepertimu
...
sebagianmu terbang terbawa angin
tapi akarmu masih tetap kokoh
...
ku ingin belajat menapakan diri di bumi ini
...
ilalang,
lihatlah aku yang slalu goyoh
ajari aku menjadi sepertimu
dan badai yang melanda hidup ini
...
katkanlah wahai ilalang...


Dari sudut kota yang hingar ini kucoba temukan mimpiku tadi pagi. Dini hari
ketika ayam jantan berkokok nyaring. Aku tau, cinta itu mistis. Tapi manusia terkadang
salah mengartikannya. Cinta selamanya akan menjadi cinta, cinta bukan hanya cinta
pertama. Kedua, ketiga bahkan keseratuspun namanya juga akan tetap cinta. Aku, engkau
maupun malaikat malam setidaknya akan menyadari bahwasanya semua adalah benar.
Bahwa cinta sejati, bahwa cinta suci bukanlah yang pertama kali kita rasakan, tapi yang
terakhirlah yang akan kita kenang.

Selasa, 23 Februari 2010

Untukmu Kasih

Kasih lihat mentari yang bersinar garang di siang hari 
lihat rembulan yang slalu menampakan cahayanya di malam hari 
tersenyumlah karna Ia ada untukmu 
kasih rasakan angin sepoi mengelus wajah ayu mu 
dengarkan kicau burung yang bertengger di pepohonan  
rasakanlah kabar tentang cinta, asa dan cita dariku untukmu 

kasih...
lihat pula lambaian dedaunan aliran air dan terang cahaya di kegelapa 
pahamilah akan kehadiranku untuk mu ...


(...ku tak tau adanya dirimu...)

Jumat, 05 Februari 2010

Nafas Terakhir Sebuah Syair






Penyair, masih duduk tenang dalam bening tetes air matanya
…Sederhana
Tenang dengan mata sayup
menggenggam sebuah sajak


Tenangkan hati
Senyap
Di antara lorong hati yang beku

Sendirinya…
Menanti pelangi di senja hari
Di antara jejak hujan yang membasahi pijakan kaki
Hingga petang tlah menggantikanya


tenggelam dalam kata
kata yang bermakna tanpa batas
terhanyut dalam tulisan maut…
tertawan….pesona tak berupa

Malam…
Dingin menghujam jiwa
Sendiri dalam kepiluan
Menunggu pagi
Tak henti harapan pada  pelangi

Kesunyian pagi mendera
Nyanyian… burung kecil tak lagi merdu terdengar…
Kabut putih
Menghalangi pandangan penyair
dibalik kabut ada yang di cari…..



Embun bergayut di daun
Enggan menetes…
Berkilau diintip mentari di balik daun




Diam,
Penyair di balik kaca
Masih tersimpan sajak di hati
Mendengar nyanyian sang sunyi

Mentari mengintip di balik awan galap
Cahayanya menembus dalam jiwa
Ada sedikit kehangatan membalut tubuh



Tertunduk langkah kaki
Sebelum nafas terakhir terhembus

Kembali,
Menunggu
Menunggu pelangi datang
Dan syair
Masih tergenggam erat



“Pelangi…
Akankah kau datang padaku
Di sini ku menunggumu
Membawa syair terakhir untukmu
Sebelum ajal menjemputku

Tahukah engkau
Dalam munajat malam
Ku pinta pada-Nya
Agar kau bisa menyapaku walau sekilas mata


Wahai pelangiku…
Aku rindu lagumu….
Aku rindu bisik lembutmu….
Aku ingin membangun mimpi bersamamu ….


Setengah hari dalam kesendiriian
Langit menangis
Deras air mengalir
Membasahi rumput hijau yang bersemi


Lemas
Menutup mata
Akankah kan tertelan kembali Hari yang kemarin
Dan hari-hari sbelumnya

Bulir serpihan hidupku luluh
menemani denting hujan ini




Sebebentar senja
Indah…
Terlukis olehnya
Untuk pelengkap syair

Batin menangis darah
Tersungkur dalm jiwa yang mati

Berlinang air mata dalam kebahagian
Saat pelangi muncul di matanya
Tersenyum menyapa…





“”…Wahai pelangiku
Ku setia menantimu
Kini nafas lelah menungu
Bila kau tak datang hari ini, biar kan ku menuggu di kehidupan berikutnya
kan ku tulis sajak terindah untukmu
terindh dari sajak pra penyair di bumi ini
yang kan membunuh para pujangga
meski luka tangan ini mengukirnya untukmu

Bila ku kembali
Kan ku lukis indah pelangimu…
Bukan,
Bukan wajahmu yang akan kulukis
Tapi semua rasa… yang pernah kita miliki
Bukan, bukan pernah…
Tapi selamanya kita miliki …
Kemarin, hari ini dan esok hari …
Semua rasa yang kita miliki …
Menjadi lukisan berbingkai diri…
Dalam naungan cinta-Nya…






Palu, 02 February 2010
00:38 WITA




Sabtu, 30 Januari 2010

Engkau Adalah Perempuan

engkau...
yang selalu ku kagumi
karna elok parasmu

engkau..
esok adalah ibu dari anak - anakmu
yang kau kandung

engkau...
seorang perempuan
yang menjadi istri dari pada suamimu kelak

tuturkatamu adalah semilir angin yang membelai ilalang
tingkah lakumu adalah pedang yang engkau bawa kemana kaki melangkahu
ahklak yang mulia jadikan pedoman hidup
dari ajaran agama yang kau anut
auratmu adalah bagian dri tubuhmu yang engkau tutup dengan kesucian hati
dan janganla engkau umbar layaknya di pasar...

jangan engkau seperti mawar
saat hinggap kumbang
di tinggalkannya mawar setelah manisnay madu ia rasakan karna tingkahmu sendiri
jadikan telapak kakimu surga bagi anak-anakmu
dan jagalah dermagamu
untuk mereka para lelaki shaleh
yanag akan menjadikanmu wanita sholekhah pula...

Rabu, 27 Januari 2010

Untuk mu

ku ingin seperti angin
kan ku buat sajak terindah untukmu
yang kan membelaimu ketika rinduh merengkuh
dan sang malam menanggalkan pekatnya

dengarlah...
sajak rindu yang ku teriakanpadamu

...yang tertafsir oleh alam
hanya tersimpan di koak hitam
meski tangan tergores luka mengukirnya

lihatlah...
senja sore hari
rasakan hadirnya
...inginku abadikanya untukmu...

...

Senin, 25 Januari 2010

Inginku dekap cinta pada sebuah malam
saat rembulan memburat
di pekat langit gelap

ku pahat indah bait-bait rindu
yangkan terurai di semua musim

malam ini,
dan malam-malam sebelumnya
di pinggir kata yang ku rangkai
terbingkai di semua figura
dan tyergantung di dinding-dinding hati...

Selasa, 19 Januari 2010

Suara Dulu...


terngiang kembali
saat kau ucap kata cinta dengan  tangismu
saat ku ingin pergi dari tanah dulu ku memijakan kaki
saat fajar menggantikan pekatnya malam

terdiam ku terpaku
menatap sayup bayu raut wajahmu
menatap setiap tetes air mata yang jatuh terurai

tak ingin...
raga ini tinggalkanmu
berimu sepi
hilangkan kehangatan yang membalut lekuk tubuh mungilmu
meredupkan cahaya itu

engkau yang dulu bersandar di pundak ku...
dengan tangismu ucapkan kata cinta

sendiriku...
mengingatmu kembali disini
dengan isak tangis yang sama, yang dulu kau alami

"untuknya yg kini ku tak tau dimana...

Selasa, 12 Januari 2010

setetes air tumbuhkan ilalang yang telah lama mati
cahaya yang jadikanya penerang dan harapan

langkahkan kaki...
hilangkan lara yang tlah lama mendera
menjadikan senyum lebih berarti
menjadikan tawa lebih bermakna

menggores kenangan pahit yang lampau
mengukir syair lagu
sebagai pengobat hati yang lama rapuh...

Sabtu, 09 Januari 2010

Penantian

Lama sudah aku mencari
Ketenangan di dalam diri
Atau tempat pautan hati
Salahku sendiri

Dikaulah mutiara
Yang lama kucari
Sekarang berjumpa
Mutiara yang hilang
Hanyalah kiasan
Tapi dikaulah orangnya

Kini aku telah bertemu
Dia yang telah lama kucari
Mutiara yang hilang dulu
Jumpa lagi