November segera berlalu
awal yang ditunggu
angan tergantung-gantung dilangit tinggi
seperti sayap cendrawasih
terbangkan rindu citanya
bukan hanya ingin dalam dimimpi
sampai buru-buru hujan menderu
dalam November nyanyian jiwanya
ada harapan dan do'anya
sahabat dan duka cintanya
sedikit keinginan di angka delapan belas
tak banyak yang di ungkapkan
tak lama waktu cepat sekali berjalan
tak banyak yang tahu hari minggu
bahagianya menangisi malamnya
bergegas cepatkan langkahnya
hari November masih tersisa
ini saja adanya
musim hujan jatuhkan gelora berulang-ulang
iramanya membawa cerita lama
riak alirannya mengusik kisah rindu
sejuk aromanya mengindahkan dukanya
genangannya terpecah dari sisa-sisa
berulang-ulang menutupi wajahnya
sebab hati nurani tak mau di ingkari
pelan-pelan sayang