Powered By Blogger

Kamis, 22 November 2012

Angin malam
mengelus-elus pepohonan
meruntuhkan bunga-bunga
menyulut langit hitam
mengundang gemuruh
menyeret air hujan

angin malam
datang tiba-tiba
singgah diberanda
seperti mana warnanya
sebagaimana bentuknya

angin malam
tempuh jalan lewati hari
mencerahkan senyum tawa
menyedihkan luka duka

angin malam
detak dada bertabuh seperti burung nuri
sebentar hilang dibalik alang-alang
tanpa bayang-bayang menjalar dihati
sentuh telinga lalu pergi lagi