Powered By Blogger

Rabu, 14 November 2012

Percikan air berjauhan
tak pernah bersentuhan

telaga bergelombang
ada suara gelisah

gemuruh dilangit
bersautan tak berhenti

burung kecil bermimpi
matinya sunyi

Selasa, 13 November 2012

Kau kemanakan senyummu sayang
jangan disembunyikan
kesedihan kau pancarkan dari matamu
membuatku ikut larut didalamnya
tersenyumlah kepadaku
agar ku menangisi senyummu

Senin, 12 November 2012

Tersandung dan jatuh
yang kadang tak kita duga membuat luka
kesedihan membekas
menjadi renungan dalam diam
yang mungkin membuat kita menangis
kemarin hari ini atau esok lusa

cahaya yang tertutup
angin menggesek didaun
hujan mendera dari langit

kupu-kupu menangis melihat bunganya menangis
bunga menangis melihat akarnya menangis
akar menangis melihat buminya menangis
bumi menangis melihat langitnya menangis
00:05, Sen 12-11-2012

Jumat, 09 November 2012

Malam suram
kelelawar beterbangan melintas lampu jalan
angin yang datang dari lorong kehampaan
melalui mata lembab
ke atas kepala berputar-putar
tak bersuara

hangat matahari
cahaya bulan purnama
namanya terpendam
dibawah dahan pohon yang mati

Kamis, 08 November 2012

Kapan ada waktu bersua
dibelantara kata
didalam senyap peraduan
mengurai berjuta makna
bernada riuh dalam tawa

mata hati seolah mengajak bercumbu
menikmatimu dalam dekapku
membelaimu ditiap mesra kecupku

di hatimu kosong
di jiwaku tak bercahaya

di lingkaran terurai makna
ketika kata tertuang
kita tak satu
kau bukan milikku
mungkin selamanya memang bukan surgaku

Rabu, 07 November 2012

Dimana pintu masuknya
aku didalam sini
dari mana ku temukannya

sejak kapan aku masuk
didalam mana tak kau tanyakan
olehmu tak benar tahu

untuk apa aku didalam sini
banyak puing-puing berlubang
pecahan tak terasa ada
kenapa ada tak kau tanyakan

aku ingin keluar
dimana jalannya
mana kau tahu
didalamnya ada tak kau rasa

sore lama beranjak
didalam tajam pecahannya
diluar redup senjanya
diluar tunggu fajarnya
tapi mungkin matahari tak hangat lagi
hilang tawanya berkarat mulutnya

tanyakanlah apa yang terasa
perihnya dipaksa menyetubuhi
sakitnya sampai dimata
air mata hatinya
bimbang didalam lingkaran
tak pasti

(payah) didalam mana kapan masuknya
keluar(lah) dimata api

dimalamnya yang hanya mimpi
senyumnya berbunga seperti badut
matanya membuka
cengeng bersimpuh pada Tuhannya
pada esoknya didalam ada dimana keluarnya

Sabtu, 03 November 2012

Kemari sayang datang padaku
ku genggam tanganmu tanpa ragu
malam ini milik kita
dengan cinta yang menipu air mata
malam ini kita berdua
dengan rindu yang juga menipu kesengsaraan
biar keadaan apa adanya
jangan takut aku mendekapmu
ku tak akan pergi tinggalkanmu sendiri
ku memelukmu mencium mesra bibirmu
aku sayang kamu

#..gm
Indonesiaku satu
bermacam warna rupa agama
bermacam suku adat
bermacam bahasa budaya
beribu pulau terapung dilaut samudera

Indonesiaku satu
beradu tombak dan parang
saling bakar lempar batu
saling mengorek kuping
terasa menyayat hati

Indonesiaku satu
dengan alam yang kaya
dipimpin orang-orang hebat
memimpin kaum-kaum melarat
menjadikan hidup semakin sekarat

Indonesiaku satu
dibawah bayang kibar bendera usang
dengan do'a dan harapan
bersatulah dalam damai

Indonesiaku
aku cinta padamu
Dihempas tak berbatas
mendekat tak peduli
diam terabaikan
lari menghindar tak berarti
tak pernah jadi sirna
sempat jadi gunung lalu mengurai kembali
mencari sebutir padi ditumpukan jerami

merangkak dikolong langit
terjaga dilorong-lorong sepi
mimpi terpapar tak bicara
do'a harapan bersandar
tak perlu bersedih
tidurlah jika terasa lelah
meski berkalung ombak

matamu menancap bagai mata pisau
senyummu merambat mengakar disanubari
gambarmu sekian lama terbingkai dengan nyata
bayangmu bertahan sulit ku tanpamu
perasaanku utuh untukmu

adakah rasa indah rindumu
akankah ku rasa nikmat cintamu
sampai nanti air terus mengalir menjadi muara
tak jadi beda cinta tetap setia
ketahuilah cinta yang suci
pasti tetap ku nanti
meski ku tahu kau tak pasti

kulihat dirimu tanpa kemiskinan
kupahami kamu tanpa kemunafikan
kau tenangkan aku tanpa air mata
kau damaikan aku tanpa kesengsaraan
inginnya aku melihatmu bahagia meski tanpa aku dinafas terakhirku
dengan air mata yang tersenyum mendamaikan tidur panjangku

#...gm

Kamis, 01 November 2012

Kau terlihat gerah dimalam purnama
padahal aku sudah didekatmu
duduklah di pangkuanku
hadapkan wajahmu kelangit
rasakan cahayanya turun kehatimu
menjadi lingkaran di jiwamu
menghangatkan ragamu
mendamaikan hatimu
aku mendekapmu

#..gm

Senin, 29 Oktober 2012

Aku tak bisa berhenti
segala kebijakan telah ku coba
bernyayi tak bisa berhenti
berlari tak bisa hindari
diam keadaan menyalahi
terbakar disiang hari
membeku dimalam hari
mencair ketika fajar menjelang
ironisnya ini sungguh manis
tapi tidak untuk waktu yang lama
walau kadang seperti harapan
tapi itu ilusi

Minggu, 28 Oktober 2012

Mimpi berguling dijalan
keras bergetar
tanpa jantung
membuat air mata
tanpa air mata
dibalik kaca yang palsu
angin dibelah lari mendahului
menjaring malam yang terpapar

Hari semakin garang
dijejal kabut samar
tersingkir tanpa pegangan
diatas ban panas menggelinding
seperti melayang dalam samudera
sampai kapan nafas kan bertahan
tak ada guna menerka-nerka

malam mulai buas
kegelisahan menjadi gemuruh
hujan pecahkan dinding hati
karam diduka terdalam
fajar menanti

Sabtu, 27 Oktober 2012

Bengi iki rame eseme mbulan
bebarengan sumribit angin ngelus pucuking cemara
gawe ngangen-angen kekarepan lakune urip

peteng sing gemuleng ing angenku
ngalangi lintang-lintak ing tawang impenku

Ana ta sing mirsani wengine wengi biru
apa hiya mung semene dayane layange ati
aja ta sumanding, nyawang wae ora bisa

Jumat, 26 Oktober 2012

Terbakar matahari
dihantam hujan badai
sampai benar-benar kau mengerti
sampai benar-benar kau dapat yang kau ingini
semua takkan bisa buatnya mati
segalanya mungkin tak abadi
Rindu ini masih bernafas
menuturkan kata
berujar sabar
darimu bunga permata
mengambang dilaut hampa
rasa melangit menengadah
hati jadi mabuk biar bercampur empedu
mengarak lagu sendu
puisi sendu
kasih datanglah berlabuh
...
aku rindu
Mimpi berguling dijalan
keras bergetar
tanpa jantung
membuat air mata
tanpa air mata
dibalik kaca yang palsu
angin dibelah lari mendahului
menjaring malam yang terpapar

Hari semakin garang
...
dijejal kabut samar
tersingkir tanpa pegangan
diatas ban panas menggelinding
seperti melayang dalam samudera
sampai kapan nafas kan bertahan
tak ada guna menerka-nerka

malam mulai buas
kegelisahan menjadi gemuruh
hujan pecahkan dinding hati
karam diduka terdalam
fajar menanti

Kamis, 25 Oktober 2012

Mungkin malam ini akan indah
jika kita menginjak bumi masjid
dengan senyum bahagia menyambut rayanya Idzul Adha

mungkin malam ini akan ceria
aku yang memukul bedug
engkau yang bernyanyi menyebut Asma-Nya
sampai kapan aku tak tahu
mungkin sampai lelah atau lapar perut keroncongan

...
ini mungkin hayalan orang miskin
dengan kaya airmata
tapi ini tidak mungkin kita ada satu
biarlah do'aku tetap selalu untukmu
biarpun didalam hati tapi semoga bahagia dirimu
ini yang pasti

Rabu, 24 Oktober 2012

Hujan sepanjang jalan purnama
menjadi tirai di awang-awang
membentang
siapa yang mau
yang sebenarnya tak ada yang mau
tapi ini kenyataannya

Hujan sepanjang jalan purnama
mengapa hanya terbayang
terus saja membayang di angan
...
tak pernah sedikit terelakan
apa lagi terlupakan

Hujan sepanjang jalan purnama tenggelam
langit putih bersih
rumput basah kuyup sampai ke tulang
hujan sejenak reda tak peduli

hujan disepanjang jalan jelang pagi
mengapa pergi dari sini
kembalilah lahirkan ketenangan
damaikan disini dihati ini

sisa hujan basahnya bertebaran disepanjang jalan
sepi sedihnya membahana
di kota ini
Biarlah ku hanya menatap gambarmu
yang tersenyum
yang tertawa
yang selalu bahagia
semoga selamanya
walau tanpa aku walau tak ada aku
dengan siapa saja
tetaplah untukmu bahagia
Terima kasih Tuhan
ternyata ku lihat ia tersenyum tertawa
meski tak langsung oleh indra
tapi semoga kan berlanjut
bahagiakanlah dia Tuhan
dengan apa saja yang ada
yang jangan buatnya bersedih apa lagi menangis
terima kasih Tuhan
Engkau Memang Maha Mengasihi