Kamis, 10 November 2011
Rabu, 09 November 2011
Cinta Terlarang
dari mana asal kita mengenal
sesuatu yang asing, tak seharusnya ada
menjamah ladang hati
tumbuhi rindu
padahal engkau telah habis dipangku pelamin
telah kita lebarkan layar
sandingkan gelombang yang mengancam
bercumbu bagai bulan dan bintang
kita tahu cincin buah tangan maharmu
terlepas ketika jangkar kita naikan
kita tahu bayi yang menyusu digendongmu
diam-diam kita jemput asmara dalam lelapnya
ada cinta antara kita
pada asal yang tak kita mengenalnya
pada tempat yang asing
ketika lelap mata manusia kita bercumbu
sesuatu yang asing, tak seharusnya ada
menjamah ladang hati
tumbuhi rindu
padahal engkau telah habis dipangku pelamin
telah kita lebarkan layar
sandingkan gelombang yang mengancam
bercumbu bagai bulan dan bintang
kita tahu cincin buah tangan maharmu
terlepas ketika jangkar kita naikan
kita tahu bayi yang menyusu digendongmu
diam-diam kita jemput asmara dalam lelapnya
ada cinta antara kita
pada asal yang tak kita mengenalnya
pada tempat yang asing
ketika lelap mata manusia kita bercumbu
Minggu, 06 November 2011
Sepenggal Puisi
ada rindu
merajah nama mu
tidak didada
tapi dihati
bukan dengan mimpi
melainkan do'a-do'a
merajah nama mu
tidak didada
tapi dihati
bukan dengan mimpi
melainkan do'a-do'a
Sisa Hujan
sisa air hujan timbulkan genangan
bulan jatuh pucat tak sempurna
mengeruh tak ada indahnya
malu lah malu dibalik awan
sisa hujan bergelantung didaun-daun
bening pucat pasi
bintang tak menyilau
mengerut tersudut cahaya yang surut
hening jadi primadona
menutup masuk ruang cahaya
diam-diam menghanyut
meredam rasa yang berkemelut
bulan jatuh pucat tak sempurna
mengeruh tak ada indahnya
malu lah malu dibalik awan
sisa hujan bergelantung didaun-daun
bening pucat pasi
bintang tak menyilau
mengerut tersudut cahaya yang surut
hening jadi primadona
menutup masuk ruang cahaya
diam-diam menghanyut
meredam rasa yang berkemelut
Sisa air hujan timbulkan genangan
bulan jatuh pucat tak sempurna
mengeruh tak ada indahnya
malu lah malu dibalik awan
Sisa hujan bergelantung didaun-daun
bening pucat pasi
bintang tak menyilau
mengerut tersudut cahaya yang surut
Hening jadi primadona
menutup ruang masuknya cahaya
Diam-diam menghanyut
meredam rasa yang berkemelut
Kabut pagi sesakan cahaya mentari
butir embun membias terjaga
pada warna kuncup bunga dirundung rindu
Maafkan...
semua resah terderai disetiap air mata
disela do'a malam-malam yang sunyi
Kabulkanlah...
dari luka didalam hati
telah lama mengeras membeku
dari rasa sakit merasuk tubuh
Tertutur kata hati
meluluh bergeming
nada beranjak diam sepi
yang tak pernah bisa akan terlupa
butir embun membias terjaga
pada warna kuncup bunga dirundung rindu
Maafkan...
semua resah terderai disetiap air mata
disela do'a malam-malam yang sunyi
Kabulkanlah...
dari luka didalam hati
telah lama mengeras membeku
dari rasa sakit merasuk tubuh
Tertutur kata hati
meluluh bergeming
nada beranjak diam sepi
yang tak pernah bisa akan terlupa
Sabtu, 05 November 2011
Yang Lama
kabut pagi sesakan cahaya mentari
butir embun membias terjkaga
pada warna kuncup bunga dirundung rindu
maafkan...
semua resah terderai disetiap air mata
disela do'a malam-malam sunyi
kabulkanlah...
dari luka didalam hati
telah lama mengeras membeku
dari rasa sakit merasuk tubuh
tertututr kata hati
meluluh bergeming
nada diam beranjak sunyi
yang tak pernah bisa akan terlupa
butir embun membias terjkaga
pada warna kuncup bunga dirundung rindu
maafkan...
semua resah terderai disetiap air mata
disela do'a malam-malam sunyi
kabulkanlah...
dari luka didalam hati
telah lama mengeras membeku
dari rasa sakit merasuk tubuh
tertututr kata hati
meluluh bergeming
nada diam beranjak sunyi
yang tak pernah bisa akan terlupa
Jumat, 04 November 2011
Aku Yang Masih
aku masih mendengar
teriakan ingatan yang terbuang
rintihan dari perasaan yang tersingkirkan
tawa dari kenangan yang terlupakan
aku masih merasakan
setiap langkah dari impian-impian yang maya
mengalir begitu saja pada jalur yang tak tersentuh
mengikis jalan yang mulai kering dari air mata
aku tak melihat
rasa iba dari seseorang
teriakan ingatan yang terbuang
rintihan dari perasaan yang tersingkirkan
tawa dari kenangan yang terlupakan
aku masih merasakan
setiap langkah dari impian-impian yang maya
mengalir begitu saja pada jalur yang tak tersentuh
mengikis jalan yang mulai kering dari air mata
aku tak melihat
rasa iba dari seseorang
aku masih mendengar
teriakan ingatan yang terbuang
rintihan dari perasaan yang tersingkirkan
tawa dari kenangan yang terlupakan
aku masih merasakan
setiap langkah dari impian-impian yang maya
mengalir begitu saja pada jalur yang tak tersentuh
mengikis jalan yang mulai kering dari air mata
aku tak melihat
rasa iba dari seseorang
teriakan ingatan yang terbuang
rintihan dari perasaan yang tersingkirkan
tawa dari kenangan yang terlupakan
aku masih merasakan
setiap langkah dari impian-impian yang maya
mengalir begitu saja pada jalur yang tak tersentuh
mengikis jalan yang mulai kering dari air mata
aku tak melihat
rasa iba dari seseorang
Selasa, 01 November 2011
Perahu Kertas
perahu kertas mengalir keparit
tersangkut akar rumput yang serabut
perahu kertas mengalir kekali
tak terlihat bayang pada air yang keruh
perahu kertas berlayar kelaut
dihantam gelombang hancur tenggelam
kisah perahu kertas tertulis derita
sepenggal cerita pelipur lara
dari perahu kertas yang berdiri
perjalanan panjang mencari arti
tersangkut akar rumput yang serabut
perahu kertas mengalir kekali
tak terlihat bayang pada air yang keruh
perahu kertas berlayar kelaut
dihantam gelombang hancur tenggelam
kisah perahu kertas tertulis derita
sepenggal cerita pelipur lara
dari perahu kertas yang berdiri
perjalanan panjang mencari arti
Sabtu, 29 Oktober 2011
Tanpa Judul
suratan tangan tergenggam bara api
sikap yang membuat hati bimbang
saat keyakinan bahagia tak kunjung datang
purnama perlahan sinarnya redup
mulai gelap tertutup awan biru
saat hati menyimpan duka
terbuai impian bernada cinta
menyimpan dahaga dan lapar
sampai hari larut malam
sadarkah arti sayang ini
degup jantung kian kali berbisik
yang ada untukmu
bila mentari tak bersinar lagi
sikap yang membuat hati bimbang
saat keyakinan bahagia tak kunjung datang
purnama perlahan sinarnya redup
mulai gelap tertutup awan biru
saat hati menyimpan duka
terbuai impian bernada cinta
menyimpan dahaga dan lapar
sampai hari larut malam
sadarkah arti sayang ini
degup jantung kian kali berbisik
yang ada untukmu
bila mentari tak bersinar lagi
Jumat, 28 Oktober 2011
Harap tentangmu
bahagianya dalam hati
semua tercipta sempurna
bersanding denganmu
jalani cinta hingga akhir masa
dalam gelap tiada manusia melihat
sisa dari sedalamnya cinta untukmu
saat tak bisa dengan kasih yang lain
cinta pergi...
tak terhenti bertahan hingga nanti
lihatlah kini begitu rapuh
bagai sebutir debu tak berdaya
lemah terluka ketika manusia tinggalkan sesalnya
hanya harap jauh mimpiku
tenggelam tentang mu
semua tercipta sempurna
bersanding denganmu
jalani cinta hingga akhir masa
dalam gelap tiada manusia melihat
sisa dari sedalamnya cinta untukmu
saat tak bisa dengan kasih yang lain
cinta pergi...
tak terhenti bertahan hingga nanti
lihatlah kini begitu rapuh
bagai sebutir debu tak berdaya
lemah terluka ketika manusia tinggalkan sesalnya
hanya harap jauh mimpiku
tenggelam tentang mu
Kamis, 27 Oktober 2011
berpadu dengan jerit tawa
dari hati kering kerontang
membanjiri bola mata
putihnya memerah tua
bayangannya matikan emosi...
suara yang mengiang
tentang khayalan
sebagai cerita pengantar tidur
dari hati kering kerontang
membanjiri bola mata
putihnya memerah tua
bayangannya matikan emosi...
suara yang mengiang
tentang khayalan
sebagai cerita pengantar tidur
Selasa, 25 Oktober 2011
coba lihat...
seperti kenangan suram
tanpa arah tujuan
didalam ketersia-siaan
kesadaran menyempurnakan
menjadi tujuan kebesaran pribadi
pada ketidak pastian
atau sesuatu yang t'lah hilang
seperti kenangan suram
tanpa arah tujuan
didalam ketersia-siaan
kesadaran menyempurnakan
menjadi tujuan kebesaran pribadi
pada ketidak pastian
atau sesuatu yang t'lah hilang
Minggu, 25 September 2011
Kembalianmu
Kenapa,
mengenangmu sakit hatiku. Kamu pergi sesukamu, tanpa berfikir
perasaanku yang disini. Awalnya gurauan, tahunya bara ditangan. Hingga
akhirnya memutus nadi cintamu padaku. Tak jauh beda dengan yang lain,
hanya datang ketika butuh, lalu pergi setelah dianggap tak berguna.
Rabu, 07 September 2011
Bangunan Mimpi
Rumah atap yang sunyi
menghirup udara malam sebuah kursi memandang panorama
semilir angin meniup lirih
kerlip lampu pengiring dalam kesendirian
Ada perubahan dalam diri
ketika sebuah mimpi mengarungi jagat batin
desir hati kian bergejolak
seakan menggores sebuah lukisan
Ada bahasa dari kalbu
detaknya jadi panutan sebagaimana ia berdegup
dan ke mana ia hendak meletup
Pada tiap jiwa
prasasti dalam hati yang menjadi nyata
mempesona dalam ingatan sebuah mimpi
Terlihat suminar kemolekan
dari pandangan yang dipinjamkan
serta merta mengoceh gila
dan dengan merasakan
serta mulai berbicara
untuk melihat-Mu...
Menjadi Diri
Ketika mereka bersama menciptakan banyak cerita.
Ketika diantaranya sendiri, maka...
...tersenyum dengan kenangan
...menikmati kesendirian
...tak cukup hanya menangisinya
Setidaknya ada sesuatu yang berarti.
Dari sesisanya air mata, dipelupuk cahaya yang menjadi abdi.
Sepi Kelam
laksana bintang berkilat cahaya
diatas langit hitam kelam
sinar berkilau cahya matamu
menembus aku ke jiwa dalam
gerimis mempercepat kelam
yang bangkit dari pundakku
desir hari berlari
menyinggung muram
membeku peluh hati
ibarat kolam ditengah belukar
berteriak tenang
membiarkan nyiur kedalam airku
hilang mimpi dalam kubur
senja kekecewaan dan putus asa
membuatku turut tersedu
meriak muka air kolam jiwa
dalam dada memerlu lagu
sepi menyanyi
menarik menari
Sabtu, 03 September 2011
Maafkan
aku. Tak ada yang terbaik bagimu. Bagai cahaya dari surga, mimpi dalam
hati. Ketakpastian urung atas pilihan. Sesuatu yang kau pertanyakan,
"Entah" ku temukan jawaban.
Maaf jika kurang berkenan. Selalu ku usahakan, mengejar badai didalam tangisan. Untuk pengabadian selamanya.
Kamis, 01 September 2011
Jika senyum membelah kasih
antara pendam tangis
dekap tanganku diatas dada
kuperas lemas tak berdaya
ada hati tertoreh luka
kala sedang bersemi cinta
terkoyak lebar menganga
Langganan:
Postingan (Atom)