Rabu, 07 September 2011
Bangunan Mimpi
Rumah atap yang sunyi
menghirup udara malam sebuah kursi memandang panorama
semilir angin meniup lirih
kerlip lampu pengiring dalam kesendirian
Ada perubahan dalam diri
ketika sebuah mimpi mengarungi jagat batin
desir hati kian bergejolak
seakan menggores sebuah lukisan
Ada bahasa dari kalbu
detaknya jadi panutan sebagaimana ia berdegup
dan ke mana ia hendak meletup
Pada tiap jiwa
prasasti dalam hati yang menjadi nyata
mempesona dalam ingatan sebuah mimpi
Terlihat suminar kemolekan
dari pandangan yang dipinjamkan
serta merta mengoceh gila
dan dengan merasakan
serta mulai berbicara
untuk melihat-Mu...