Kenapa,
mengenangmu sakit hatiku. Kamu pergi sesukamu, tanpa berfikir
perasaanku yang disini. Awalnya gurauan, tahunya bara ditangan. Hingga
akhirnya memutus nadi cintamu padaku. Tak jauh beda dengan yang lain,
hanya datang ketika butuh, lalu pergi setelah dianggap tak berguna.