Powered By Blogger

Kamis, 13 Januari 2011

Bulan terang
tersenyum melukai aku
bintang - bintang
menyorot mencabik aku

...tentang dia yang hitam
tak ku lihat
tentang dia yang putih
tak ku dengar

malam - malam
menangisi rindu yg kelam
senja tadi

hingga kini
sendiri aku terjaga
teman setia
racun nikotin jadi candu
luapan asap
terbang menulis imajinasi

ku tunggu esok
gugah hati aku
dengan cintamu

Minggu, 09 Januari 2011

Tentang hati

Dengan mata melihat, dengan mulut berbicara, dengan telinga mendengar.

Terdengar melalui desahan panjang, lewat kata-kata yg terucap di antaranya. Nyanyian hati mengalun merdu, yg terucap dari bahasa rohani. Melodinya hembusan angin yg membuat dawai-dawai bergetar didalam jiwa.

Apakah bisa memahami burung-burung yg berkicau saat mreka memanggil bunga-bunga? Apakah bisa mendengar bisikan sungai saat ia mericik mengalir? Apakah bisa mengetahui apa yg dikatakan hujan saat ia jatuh di atas daun-daun?

Tapi hati dapat merasakan dan menangkap suara-suara yg bermain didalam perasaan...

Sabtu, 01 Januari 2011

Luapan asap rokok

fajar berpengantin
tanpa bintang
tanpa bulan
...
rintik hujan mungil
senang mencandai
bukan merayu

gemuruh ditabuh
merangkul kilat
senang menggoda
bukan menakuti

...mungkin
cara alam mengekspresikan diri

tapi pasti
kehendak-Nya

siapa yg bisa memungkiri
terlukis indah
bagai kaligrafi
atau yg lain mungkin...

Berat
t' bisa melangkah
kemana
t' menentu

...duduk diam
ku disakiti
berdiri
lagi khianati

terpaku tersenyum
menunggu hujan reda
peristirahatan sementara
tempat milik orang lain

naluri tak menjawab
bunga sepatu tak bersuara
lampu lalu lintas tak mengisyaratkan
lampu jalanan
tega mengeroyok

...
Makin larut
malam
tanpa kamu

kamu lihatlah aku
kamu dengarlah jeritku

...

Aliran Kopi

Aliran kopi
mengental hangat
mesusuri goa hidup
tanpa sadar menggerogoti
Bersanding asap lembut


...bagai awan ku telan
tak kuat ku muntahkan
bagai anggur merah mengikuti
kental..


Sadar termenganga
bagai liang menunggu nisannya
hidup terbaring
menunggu dimandikan


Loncat kepinggiran
tak sampai
jatuh
terlanjur basah mau di apa
jalani saja apa adanya...

lelap

Tak lagi ada
aroma tembakau
walau sehisapan

asap membumbung
...membawa ku terbang
mengorek imajinasi
mengukir inspirasi
menggambarnya dalam puisi

lelah sehari
menapaki jalan tak pasti
mengejar mimpi
hanya ilusi

lelap ku kini
akhir penggalan kisah

 

Salekhah

Setiap keindahan perhiasan dunia
hanya istri salekhah perhiasan terindah...

Hanya istri yg beriman bisa di jadikan teman, dalam tiap kesusahan selalu jadi hiburan...
Hanya istri salekhah yg punya cinta sejati, dari hidup sampai mati, bahkan sampai hidup lagi...
...
Setiap keindahan perhiasan dunia,
hanya istri salekhah perhiasan terindah...

"Rhoma Irama"

 

 

jiwa renta memikul beban stengah mati
darah dingin mengalir ke hati
memecah kebisuan
mengangkat jeruji mengurung tulang-tulang

...sadar kita sama
sadar kita ada
sadar semua bisa

tak banyak kata
tak banyak tanya

waktu tak cacat
tanpa lelah berganti posisi
siang malam
kadang hujan
lalu muncul pelangi

bukan mimpi...

Teman

Putih Kekuningan
bercahaya
tak silaukan mata
sedikit terang
dari pd tak ada
...lumayanlah...

Pendek tak panjang
merah terbakar
hitam putih mati
sisa tak berarti

tak banyak
lebih dari satu
hilang ku telan
ku buang sisanya
habis...

Bening
lebih dari kaca
bukan hujan
bukan embun
pelepas dahaga
habis
tuang lagi...

Sebatang rokok
asap asap mengepul
terbang tinggi
hilang..

...Seorang kekasih
datang dan pergi
dengan tenang meninggalkan
tanpa jejak
hasuw...

 

Luapan asap rokok
tak terlalu dingin
malam teman
sepi langganan
biasa
...pemandangan langit2

gambarmu
menyakiti
bertubi - tubi
tanpa ampun

senyummu
menghina
cacian
bentakan membom bardir

sentuhanmu
senapan berpeluru seribu
memberondong hati

saat kata
mengalir air mata
Tutup jendela
mimpi menunggu
engkau dalam bayang dekapku
lelaplah
cintaku menjagamu
...
usah cemas
aku kan pergi
sementara

jangan engkau tanya
waktu kan menjawabnya

senja
diatas rumput hijau
tanpa bunga

tunggu aku...

Masih luapan asap rokok
hari gelap
malam
lepas gandengmu
pulanglah
...
lihat jalanmu
pelan ku menuntun

beri kabar
walau lewat angin malam
buat kecemasan pulang
mengambil jejak
sisa jalan yg engkau lalui
...
Kini,
Jauh dirimu lara jiwaku
lewat mimpi ku menyentuhmu
sepi perih menahan rindu
ku mengadu pd foto dibingkai kayu

Esok,
Temukan aku menunggumu
menyanyi alunan syahdu
menyambutmu melepas rindu
kecup bibirku salam hangat datangnya cintamu

Ntah

Tetesi hati
gelisah
duduk saja
ingat tentangmu, dulu

...beda
berubah
atau...
ntahlah

Kamu
pernah ingat
sekilas angin
setitik debu
?
...
Badai disore hari
ilusi
mungkin
atau...
ntah lah

 
Sekilas lewat
menoleh kebali pergi

banyak cerita
tanya jawabnya
...sesuatu tentang dia

jalan mengambang
di guyur hujan
berhenti
menepi sepi

...

Jasad pisah
bukan tidak
tidak sama
tidak elok
berbeda bukan
...
dari jauh
aroma nafas tercium
hangat
mendera muka

dari jauh
syahdu tutur kata
senyum tawa
tenang
hatikan damai

biar tidak
tidak berhadapan
tetap sama
sama dekat berhadapan

damai damai
tentram jiwa jiwa

sejuk
harum
hangat taburan cinta

lepas masalah
tak bermimpi
sewajarnya
tak lagi
atau tanpa air mata

Tidurlah dg tenang
tanpa beban pikiran
atau sesuatu jdi penghalang

jemput mimpi mu
...gapai bintang2mu
menarilah di atas deritaku

biar ku disini
terjaga sampai pagi
tanpa sesuatu menemani

esok mungkin kabar kan mati
terkubur tertata rapi
tanpa air matamu mengaliri

Asap rokok tak henti
bersautan tanpa kompromi
ku nikmati saja jalanya
walau tak berbuah manis terasa

...
pikiran tak tenang
esok dan masa depan
diam diam
mencari berlari
tak sampai jua

salah siapa
tak ada yg salah

kaca dinding meratapi
hati kembali tersakiti
tak sekedar duri
atau belati menancap, tak mengerti

apa salahku
aku yg salah

maafkanlah..
.
Besar
kecil
sama saja

bukan membedakan
...bukan juga menyamakan

menetes
mengalir
menggenang

luapan perasaankah?
Atau sekedar simbolis

lihat saja
...

Senin, 20 Desember 2010

Angin malam dalam jalan
menusuk dada
menggetarkan kulit
rasa dingin hujan menyapa

...Angin malam bersanding
mengikuti
tanpa ampun

Angin malam teman
untuk terkasih
hantar pulang pergi
secuil pengorbanan
karna sayang

Angin malam di bawa hujan
menggelitik kaki
terseret cerita

Angin malam berlalu
sisa embun
atau hujan sekalipun
mentari bangun