Tatkala nuraniku menderu saat ketika risau mendera ku terima kenyataan aku percaya ketika jatuh perlahan
pertemukanlah do'a-do'a saat berjarak semoga ini keniscayaan yang berharap setelahnya, meski tipis
Senin, 17 November 2014
Dengarkan petikanku ketika jendela dibasuh hujan dari hati yang terenggut rindu dan hujan menyatu semakin syahdu suaranya
aku makin bahagia aku tak terpisah darimu beginilah aku dengan hati penuh luka dengan detak jantung punuh darah dan nanah mawar makin semerbak wanginya
dengarkan petikanku dengan senyum dari dagu yang tertopang telapak tangan si putri malu yang mengatup menghantar sisa sisa cahaya
Kamis, 13 November 2014
Aku kata yang berantakan sering salah dalam memulai suatu hal tetap setiaku menyusun kata biar ada gerak atau hentakan ditepian agar kita tak saling mendiamkan
Rabu, 12 November 2014
Ku lihat diriku, mengenang rasa kau lembutkan aku dari kuncup kampung halaman yang mncari jalan panjang disudut beranda yang lain lampu lampu sepanjang sungai lengkung lurus dan kosong
Selasa, 04 November 2014
Pada satu titik aku tak ingin mencintaimu karena aku sudah mencintaimu kalau pun ada yang aku inginkan aku ingin menjumpai tangisku pada wajahmu seyogyanya ada dalam dirimu kenyataanya ada dialam
Sabtu, 25 Oktober 2014
Ketika ku terjaga aku melihatmu ketika ku tertidur maka kau bersamaku indahmu larut dalam pikiranku membuat hatiku kepayang merindu
didepan matamu ada huruf-huruf yang membisu jadi terbakar oleh sulut tatapanmu
kau perkara dari cahaya kau gaduh disetiap irama kita jumpa mengulas banyak cerita dan aku memelukmu dengan do'a
Minggu, 19 Oktober 2014
Kedekatan yang melekatkan sampai padaku menjadi luka
aku tetap dijalanku seperti gelembung yang mudah pecah ku biarkan tetap begini aku hanya menjadi diri sendiri
rindu dan kenangan masih baik-baik saja segala gerakku tetap mencintaimu
Sabtu, 18 Oktober 2014
aku datang begitu saja begitu gelap dijembatan kayu menyelamatkan apa saja yang ada dijiwaku
Aku melangkah pergi dan dia menatapku lalu dia hilang bersama angin
# semoga Tuhan tak menjauhkan kita dari-Nya.
Senin, 13 Oktober 2014
Adakah lekuk rahasiamu sedang purnama bulat sempurna adakah cahaya lirikmu pada embun yang polos kilaunya adakah desah renungmu sedang burung-burung berkicau dengan bisingnya aku tertimang-timang alam lelap...
Minggu, 12 Oktober 2014
Syair itu lembut. Rasa perasaan merasakan. Seperti Nadzom dengan rama
dan irama. Seperti seribu ayat Alfiyah yang tersusun. Penbaca syair
adalah Deklamator. Seperti shalawatan atau burdahan. Dengab syair kita
ungkapkan cinta. Dengan syair kita harapkan syafa'at. Syair yang kita
baca dengan rasa, juga dipahami dengan akal. Syair, semoga bisa dirasa
dan dirumangsa.
Jumat, 10 Oktober 2014
Ada air mata yang tumpah dipusaran setelah dipersaksikan malam bulan dan bintang bercumbu
Kau yang lahir dari keleluhuran sampaikan pada esok syair telah dikaitkan seumpama istana dari kertas ditengah musih hujan
Rabu, 08 Oktober 2014
Ku dipanggil kau dengan banyak nama luas mu seperti malam padamlah lilin tenggelamlah rembulan lihat aku raih tanganku lekas kau peluk aku
Katakanlah seperti para pemimpi yang suarakan nurani katakanlah seperti putih pagi yang damai mutma'inah
aku dengar sepagi ini aku dengar...
katakanlah seperti suara yang lahir dari jantung para penyair yang berhalusinasi diambang jendela dipucuk cemara pada musim yang rusuh katakanlah seperti perjalanan sebuah do'a aku dengar diwarung kopi aku dengar
Selasa, 07 Oktober 2014
Dari matamu langit turunkan asmara. Kau curi rindu, aku menjadi kehilangan. Angin membawa sehelai rambutmu ke sabana.
Minggu, 05 Oktober 2014
Biarkan aku memikirkanmu merindukanmu mencarimu dan menempuh jalan
antara khayalan dan kenyataan. Biarkan aku menelusuri kata-kata yang
bisa menampung rasa sayangku kepadamu.
Kamis, 25 September 2014
jauh dari hujan yang diharapkan ku sampaikan lewat angin gunung
ku angankan angin saat sepoi mengusap tangismu dan kibar rambutmu bangkit diatas bukit
pohon pohon pulang keperbukitan menjadi atap bagi tidurmu yang tersenyum
Rabu, 17 September 2014
Setidaknya Tuhan tak mempermasalahkan do'aku yang berulang-ulang. Jika
pun aku gugur dalam memperjuangkanmu, makamkanlah aku dengan layak dalam
kenanganmu.
Selasa, 16 September 2014
Semoga secangkir kopi ini, bisa menjadi do'a yang menghangatkan. Jika tak ada aromamu, kulirik bilik hati yang berhias permata.
Jarak tak terkata, selamanya dua jiwa tak terurai dalam satu sulam
cinta. Jika tanganku tak sampai kepadamu, aku bersujud mencium bumi.
Minggu, 14 September 2014
Harapan selalu datang mendahului pagi dikamarku, dan lelaplah. Kepingan
do'aku sebelum tidur tak pernah terlambat mengantarkannya menuju
kamarmu. Semoga tiap bait do'a tertanam tepat dihadapan Tuhan.
I.
Secangkir kopi ini tak kan pernah membuatku merasa sendirian. Karena
aku terus mempercayainya ada yang membuat kita berharga melebihi
kebahagiaan.
II. Cinta yang menentramkan adalah do'a. Tak
lain, kita saling mendo'akan dalam duka atau bahagia. Do'a ini
sebaik-baiknya aku mencintamu.