Dia menatap langitnya
jerit suara luka duka
menderu di atap rumah-rumah
hingar bingar menggenangi jiwanya
dia mencari cahaya melihat dari kegelapan
hilang pandang terang
menenggelamkan mata mereka
keras menghimpit
dibawah langit tanpa cahaya
di atas air dan tanah milik mereka juga
dia bersetubuh dengan waktu
berdesak nafas-nafas bisu
bergeliat di jalan yang licin
angin mengalir ke tubuh-tubuh
menjejalkan mimpi-mimpi
di tanahnya dia tiba-tiba terbangun
hujan datang seketika
menemani senja bermega
dipelataran berdebu
dia coba mengerti meski tak terasa
masih saja terasa sedih
do'a yang rimbun menyejukan
dia diam tak bisa bicara
bintang-bintang menyimpan kenangan
menghangatkan seperti api