Powered By Blogger

Minggu, 14 September 2014

I.
Secangkir kopi ini tak kan pernah membuatku merasa sendirian. Karena aku terus mempercayainya ada yang membuat kita berharga melebihi kebahagiaan.
II.
Cinta yang menentramkan adalah do'a. Tak lain, kita saling mendo'akan dalam duka atau bahagia. Do'a ini sebaik-baiknya aku mencintamu.

Rabu, 10 September 2014

Malam bertirai rembulan. Dari ketika berwarna merah muda hingga menjadi legam membiru. Entah bagamana ia dilihat atau terlihat, masih kurawat luka ini untukmu. Ku coba meminjam cintaNya untuk mencintaimu. Cintaku belajar memahami meski rindu tak mau mengerti.
Tak ada hitam kala mataku terpejam
karena dibalik kelopak mataku ada wajahmu
yang menjelma dalam pandanganku
ku melukis diatas air
untuk mengenang garismu
ku lempar ciuman pada paras rembulan
meski kau tak ada dilembar takdir

Jumat, 05 September 2014

Kemana lagi ku cari cahaya?
Tak cukup bagiku melihat lukisan wajahmu.
Kalau tak menjadi atap bagi tidurmu yang tersenyum,
kemana lagi pulangku malam ini, Kekasih...

"Hidup itu mengolah keluhan menjadi senandung, Senandung penyemangat untuk bertahan dan terus maju. Titi Kolo Mongso."
Jujur pada diri sendiri, bahwa memang diri ini lemah, Kekasih, namun kaulah rindu dari jejak yang ku sentuh...

Rabu, 03 September 2014

Malam menjadi sabit
daun salam gugur darimu
membuat kesedihan tak teduh

Malam yang indah. Bukan karena bintang dan sabit yang cemerlang dilangit, tetapi kenangan yang larut dalam kopi pahit.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Namamu tertera pada sebuah nama
yang sesekali ingin bertandang kepadamu
dan meneriakan kata sepi diambang musim
hangatkan hati yang tetap tinggal

namamu akan terhapus oleh sajak-sajak
dengan alis yang kian malam
dicangkir kopi
sebelum akhirnya ditumpas bantal dan guling

Selasa, 26 Agustus 2014

Biarlah rindu menyala diujung daun
yang merunduk luruh
walau terkadang kejujuran dan kemunafikan
ditingkangi irama angin yang bergelombang
aku ngilu dilembah suaramu
kuteriakan dipadang savana namamu
agar lebih luas dari pada kesepianku

Minggu, 03 Agustus 2014

PUISI Iwan Fals

Guru adalah "MATA AIR" tapi murid adalah sungai-sungai kehidupan
Yang mengalir ke muara lalu ke lautan lepas
Lalu terbang ke awan menjadi butiran air hujan
Yang bisa menyuburkan hidup atau bahkan menimbulkan malapetaka
Banjir yang menghancurkan bahkan mematikan
Lalu menjadi "AIR MATA" 


AMBISI - Iwan Fals

Walau menderita
Perjuangan mempertahankan hidup ini penting sekali
Ambisi itu perlu
Asal diri bisa mengontrolnya
Ambisi itu sebagai alat bantu untuk meraih cita-cita di dunia
Ambisi adalah bumbu penyedap
Yang kalau kebanyakan bisa menjadi racun yang mematikan


Rabu, 23 Juli 2014


Aku tahu ketika kau disampingku
aku yang meminta untuk kau menemaniku
sebagai pelepas perasaan yang kadang was-was
juga ketika disetiap langkah rindu bertalu
agar ku tak merasa seorang diri
dari halaman buku-buku
seperti serupa jika akhirnya harus pergi
malam terang kadang tak peduli
siang hujan justru bayangmu yang ku cari
mengukir pelangi dikaca-kaca
dari bait lagu-lagu
percaya dalam hati harus tetap dijalani
aku disampingmu masih seperti dulu
sadari, aku juga sadar diri

Selasa, 22 Juli 2014


Masihkah aku merasa
takut menatap keindahan
ada jarak pandang yang menjauh
ada jejak-jejak yang tertinggal
awalnya aku percaya
bayang-bayang palsu
bakar ilalang sampai ke sum-sum
berulang-ulang katakan sabar
aku jadi merasa
angin datang dari mana
masihkah aku berpikir
bukan hanya menjaga hidup
saat merasa tak lagi ada harapan
tak terpikir tinggalkanmu
kenyataannya memang belum berakhir
tetaplah bersamaku

Senin, 07 Juli 2014


akulah mata air dari airmatamu kelak
bila kau rindu muasal sepi
seperti pelangi yang menunggu hujan reda
dan embun fajar yang pergi
seiring terbitnya matahari

Jumat, 04 Juli 2014


Jika jarak menjauhkan
dan waktu memisahkan
semoga do'a mendekatkan
dan cinta menyatukan..

Minggu, 22 Juni 2014

ada rindu diujung malam
terbias oleh kata-kata
membaur dalam rasa
kusimpan bak pusaka
kesepian menggandeng kenangan
malamku kelam tanpa ku sedu

Selasa, 17 Juni 2014

Dalam tembang dan gitar, dan anak-anak bermimpi dan Tuhan perkuatlah kesabaran ini atas segala rindu yang belum terbayarkan. Meski tak kau tulis aksara, masih bisa ku rasakan lenyapmu..

Kamis, 12 Juni 2014

Dan engkau adalah hikayat cintaku tentang teratai. Senyummu tangismu tawamu manyunmu hanyalah jalanku menuju ke Tuhan. Sedekat sebatang rokok dan pematik api, tinggal nyalakan dan menunggu mati. Kekasih...
#talijiwo

Rabu, 11 Juni 2014

bulan berdengung didalam bayangan
menghadirkan rupa yang tajam



-hati-hati dengan keindahan

Senin, 09 Juni 2014

Kenanganku membuatmu tetap dekat
dalam hening
bayangkan kau disini
mendengar senyapmu
melihat senyummu
air mata sunyimu
semua ku dekap dengan erat kenanganku

Minggu, 08 Juni 2014

Wajahmu yang membekas ketika hari datangkan pagi tak cukup menggantikan lamunan menjadi ilusi. Rindunya yang datang mendahului cinta digelorakan menjadi laut tak berpantai. Tak cukup mengenalmu, mengenangmu membuat bersedih akan tetapi wajahmu selalu gelap.