Rabu, 11 Juli 2012
Selasa, 03 Juli 2012
Keluh kesahmu tak henti jadi teman
tak bosan-bosan kesetiaan badai menampar
karang karam menahan
Patah tenggelam sekalipun masih ada senyum
ku tahan melawan
ku urai dalam dada
lihat mataku
di sela jalan jelas awan berarak
... Apa di dalam hatimu
mendung yang selalu datang
pilihanmu buta mentari tak membagi
Ku dapatkan pesona mega
hitam nyatakan yang terjadi
tak perlu itu di harapkan
iblis pun enggan
Simak indahmu luruh memperingati
semua yang indah mentah di lidahnya
jemu matanya di baris kata-katamu
di dakwa bengis berai ulang kembali
Ku reguk habis malam sampai surya di kepala
dalam tenggelam terkenang-kenang
ombak bergelombang memanggil-manggil
pandanganku hanyut di telan waktu
Rindumu sama tak peduli
tak berguna puisimu
cinta di buang
mawar dari taman seribu bungamu layu
amblas setitik embun menelan matahari
Batas ambisiku sekedarnya
suci embun jatuh memuara
membayang cahaya matahari
bunga ku sulam di jantung
mencari terang pada ruang ku ingin datang
cinta Tuhan Mulia tumbuhkan warna jiwa
tak bosan-bosan kesetiaan badai menampar
karang karam menahan
Patah tenggelam sekalipun masih ada senyum
ku tahan melawan
ku urai dalam dada
lihat mataku
di sela jalan jelas awan berarak
... Apa di dalam hatimu
mendung yang selalu datang
pilihanmu buta mentari tak membagi
Ku dapatkan pesona mega
hitam nyatakan yang terjadi
tak perlu itu di harapkan
iblis pun enggan
Simak indahmu luruh memperingati
semua yang indah mentah di lidahnya
jemu matanya di baris kata-katamu
di dakwa bengis berai ulang kembali
Ku reguk habis malam sampai surya di kepala
dalam tenggelam terkenang-kenang
ombak bergelombang memanggil-manggil
pandanganku hanyut di telan waktu
Rindumu sama tak peduli
tak berguna puisimu
cinta di buang
mawar dari taman seribu bungamu layu
amblas setitik embun menelan matahari
Batas ambisiku sekedarnya
suci embun jatuh memuara
membayang cahaya matahari
bunga ku sulam di jantung
mencari terang pada ruang ku ingin datang
cinta Tuhan Mulia tumbuhkan warna jiwa
Senin, 25 Juni 2012
Ku mengerti kamu cantik
ku tak tahu harap untuk ku miliki
ini sujudku di hadapmu
di goda rindu tatap wajahmu
berilah senyummu
berilah agar tenang diri ini
ini sujudku tak tenang gelisah
lihatlah dadaku
demikian luka bersama dengan kesah dan gundah
lihatlah mataku
tak habis waktu dengan ratap mengharap tatap
air mata sampaikanlah memuara di samuderamu
ini sujudku dengan rindu yang porak poranda
hati mawar dari taman seribu bunga
demikian remuk redam rindu padamu
inilah sujudku memohon cintamu
ku tak tahu harap untuk ku miliki
ini sujudku di hadapmu
di goda rindu tatap wajahmu
berilah senyummu
berilah agar tenang diri ini
ini sujudku tak tenang gelisah
lihatlah dadaku
demikian luka bersama dengan kesah dan gundah
lihatlah mataku
tak habis waktu dengan ratap mengharap tatap
air mata sampaikanlah memuara di samuderamu
ini sujudku dengan rindu yang porak poranda
hati mawar dari taman seribu bunga
demikian remuk redam rindu padamu
inilah sujudku memohon cintamu
Jumat, 15 Juni 2012
Melihat senyummu menyiksa
lelah menyempitkan ruang berkata
lihat apa yang tersisa
hilang teman tak bersisa
upah jerit memaksa
terlintas inginkan hampa
lepas deras alirkan luka derita
kelam puisiku penuh kecewa
tangisi senyummu mataku berkaca
ocehan dan sanjungan lumatkan cerita
sepi gundah lantangkan cinta
hujam hatiku saat terjaga
lelah menyempitkan ruang berkata
lihat apa yang tersisa
hilang teman tak bersisa
upah jerit memaksa
terlintas inginkan hampa
lepas deras alirkan luka derita
kelam puisiku penuh kecewa
tangisi senyummu mataku berkaca
ocehan dan sanjungan lumatkan cerita
sepi gundah lantangkan cinta
hujam hatiku saat terjaga
Selasa, 12 Juni 2012
Salam Puisiku
menunggu esok hari
suramnya wajah hati
tanpa bulan atau suria
seumpama engkau yang tiada
sampai fajar bercahaya berubah senja
ku do'akan kepada Yang Maha Kuasa
esok hari tiada lagi suramnya hati
dari cinta yang terluka namun rindu
walau tercampak biar ku abadi
sambutlah salamku biar kau jauh
terimalah puisiku andaiku tiada
suramnya wajah hati
tanpa bulan atau suria
seumpama engkau yang tiada
sampai fajar bercahaya berubah senja
ku do'akan kepada Yang Maha Kuasa
esok hari tiada lagi suramnya hati
dari cinta yang terluka namun rindu
walau tercampak biar ku abadi
sambutlah salamku biar kau jauh
terimalah puisiku andaiku tiada
Minggu, 10 Juni 2012
Mungkin semuanya telah kembali ke asal mula duka
mengalir kedalam arus mimpi rindu
seperti di hempas gelombang samudera
begitulah hidup harus di jalani
dengan tanya tak terjawab
tak berjawab dalam benak segala tanya
lelah melangkah ke ujung cakrawala
melangkah ke ujung sepi sendiri
merindu rindu...
getar gemetar dalam diri sendiri
... demikian ritmis perputaran
hujan berhembus angin
diam fatamorgana diujung harap
demikian sunyi menyudut takut
hingga jam berganti detik berhenti
sunyi kan merungkupku dalam mimpiku sendiri
mengalir kedalam arus mimpi rindu
seperti di hempas gelombang samudera
begitulah hidup harus di jalani
dengan tanya tak terjawab
tak berjawab dalam benak segala tanya
lelah melangkah ke ujung cakrawala
melangkah ke ujung sepi sendiri
merindu rindu...
getar gemetar dalam diri sendiri
... demikian ritmis perputaran
hujan berhembus angin
diam fatamorgana diujung harap
demikian sunyi menyudut takut
hingga jam berganti detik berhenti
sunyi kan merungkupku dalam mimpiku sendiri
Rabu, 06 Juni 2012
Aku pun mabuk rindu, selarik rindu melesat dari jemariku ketika ku
tuliskan di sedinding cahaya cahaya mencahaya berpendar mencahaya
cahaya. Aku pun mabuk rindu, seteguk demi seteguk ku tenggak perlahan
cahaya. Aku mabuk cahaya igauku cahaya mimpiku cahaya cintaku cahaya.
Aku bergelayut di tali semoga tak goyah melemah tangan kukuh memegang
cinta. Aku bergelayut di tali semoga tak terpelanting terbanting
dilubang nganga. Aku bergelayut di tali memanjat tebing tinggi menuju
rindu kasih mencahaya. Belailah aku dengan rindu cahaya-cahaya mencahaya
menyilaukan menutup mataku.
Sabtu, 26 Mei 2012
Mimpi-mimpi buruk tak henti
air mata menetes di rerumputan
bagai hujan deras menjatuhi tubuhku
air mata yang tarianku tak juga usai
di tari-tai pemujian
... di rindu-rindu kekasih
yang di rindu di rindu waktu demi waktu
di cari di alir-alir darah detak nadi denyut jantung
tak ku jumpa engkau
yang di rindu
gemetar bibir melafadzkan nama
dimana engkau
Selasa, 22 Mei 2012
Wajah-wajah tak berupa menjadi lukisan abstrak
di pasir-pasir pantai hanyut oleh arus gelombang...
Keperihan yang meraja
memagut aksara demikian liar dan nanar
menyimpan rindu berdebu di buku-buku
... yang tak di tuliskan penanggalan
di mana bermula riwayat...
Di padang-padang pemburuan
di rumah-rumah sakit jiwa
di jalan-jalan berlubang
di lubang-lubang pemakaman masal
jiwa yang berteriak-teriak tak henti
di lecut-lecut api yang mencambuk-cambuk...
Harapan timbul tenggelam dalam
jauh-jauh cahaya terpandang
lebur rindu lenyap di tatap mata...
Senin, 21 Mei 2012
Lelah menantang badai
angin menampar pipi
tapi mimpi tak cukup memberi
tapi janji tak cukup menepati
... di mana ujung segala cerita
riwayat para petualang
gemetar rindu menerangi peristiwa
tumpah ruah segala gundah
engkau yang selalu terjaga
ada yang tersendu saat waktu telah menutup
serupa ingatan musim berguguran
beringsut mendekat perlahan
duh... rindu tak sampai lintasan
Sabtu, 19 Mei 2012
Ada lagi jeram yang harus di arungi
ada lagi gelombang yang harus di hadapi
perahu kecil di tengah badai
terombang ambing jeram curam gelombang bandang
akankah jarak akan membawa kepadamu?
...
Pelupuk mata di cium angin
ketika manusia bermimpi kenangan juga kesunyian
menjadi lorong-lorong cahaya di ujung harap
tak tergapai tak usai tangis
kehendak siapa
atau takdir Tuhan
Selasa, 15 Mei 2012
Kekasih dunia memabukanku dengan gemerlap
tapi rasa sakit juga bersarang di sini
gumam do'a diam-diam terlontar
tak tahu dari urat di leherku
semakin lamat di kejahuhan
begitu sayup suara di gigil angin malam
namamu di terbangkang dari pucuk menara
Kian samar demikian sayup cinta memanggil
gemetarkan penuh rindu dalam sunyi sendiri
demikian indah cahaya menyergap kelam
di atas angan menerpa-nerpa
... lelah waktu merutuki nasib sendiri
sesal tak cukup menutup
kesal tak cukup merungkup
segala sunyi adalah mimpi
tajam menikam tak henti
Kamis, 10 Mei 2012
entah mungkin ketiadaan atau segala asal mula persoalan
sebagai ingatan yang kosong
tumpah sebagai tangis pada kesunyian
seperti keheningan hira
ketika Nabi Muhammad menekuri kesejatian hidup
...
ketika kekasih menghembus cintanya kedada
menembus tabir-tabir rahasia wajahnya
tabir cahaya berlapis cahaya
menari dalam lagu rindu yang menghentak-hentak
hingga terbang tak terhingga
jarak dan waktu sebagai liku-liku pendakian
sebagai hakikat makrifat
dengan sayap yang robek dan patah di tengah badai menghempas-hempas ke tebing derita bahagia
sebagai kesunyian yang diterima
Minggu, 06 Mei 2012
adalah Nuh yang menangis dihujan deras mendo'a
meminta ampunan bagi anaknya yang durhaka
adalah Yunus yang lari dari kaumnya
mendo'a didalam perut ikan nun
adalah Ibrahim mendo'a meminta ampunan
... untuk bapak pembuat berhala
adalah aku berdo'a sebagai orang-orang yang telah menzalimi diri sendiri
dari kekalahan diri sendiri
dari goda
dari angan
mimpi yang dikejar sebagai bayang
tiada habis diujung cakrawala
Sabtu, 05 Mei 2012
Ada apa gerangan
dengan waktu yang menyakitkan
di jalan-jalan berdebu
langitmu seperti lebam membiru
seperti ada gerhana bulan
cahayamu tak nampak di mataku
Aku takut bernyanyi
sumbang tak berani menggauli asmara
seperti enggan jika dianggap selingan
... terlenakan hati redupkan purnama nantinya
Terbayang jauh-jauh darimu
untuk apa kesedihan tiada arti
semakin dalam impian dibuai cinta yang lapar
untuk apa di dengar jika tak bermakna
lelah mencumbu menahan luka batin hatimu
dengan waktu yang menyakitkan
di jalan-jalan berdebu
langitmu seperti lebam membiru
seperti ada gerhana bulan
cahayamu tak nampak di mataku
Aku takut bernyanyi
sumbang tak berani menggauli asmara
seperti enggan jika dianggap selingan
... terlenakan hati redupkan purnama nantinya
Terbayang jauh-jauh darimu
untuk apa kesedihan tiada arti
semakin dalam impian dibuai cinta yang lapar
untuk apa di dengar jika tak bermakna
lelah mencumbu menahan luka batin hatimu
Kamis, 03 Mei 2012
Aku menyapamu dalam mimpi yang mengembun
ketika subuh merekah sepi dan nyeri
panas yang bergejolak dibenak juga didada
hingga tiada lagi rahasia
diriku tegak telanjang di hadapmu
...
adakah waktu
adakah ruang
adakah diriku menjengukmu dalam deru
hanya rindu yang sanggup
menahanku padamu
kebisingan ini mungkin melindas segala
tapi tidak padamu
detak jantungku tangis tertahan
tumpahlah tumpahlah...
jarak direntang pembatas adalah khianat
aku menggigil mendapati diri begitu kerdil
hai yang menjadi impian
ku ingin menatapmu selalu
dan selalu...
Rabu, 02 Mei 2012
Dimanakah cahaya matamu
masihkah ada harap dapati manis senyummu
ada khianat membodohi diri sendiri
hendak menipu tatapmu yang menusuk relung hati
...
bawalah aku terbang ke langit
hingga kurasa daging menjerit
bawalah aku ke lorong waktu tak terhingga
hingga tersayat daging melepuh diatas bara
ketika do'a menjelang pagi melucutku
berulang kali ku rasa salah membenci diri sendiri
tahukah kebenaran berada?
hanya senyap...
Sampai kini keinginan tak ada habisnya
kepuasan tak ada ujungnya
pesta telah usai merayakan kekalahan sendiri
helai demi helai terbukalah rahasia
... nafas cahaya yang kau hembuskan ke dada
rentang ruang waktu jua telah lupa
ada rindu menyelinap
bermain dipucuk api
nafas cahaya tinggal jerit sendiri
rasa takut ini datang
siapa lagi yang bisa membangkitkan keberanian
ketika rasa putus asa datang
siapa lagi yang akan menumbuhkan harapan
Engkaulah tempat bergantung
tunjukanlah jalan
berilah kekuatan
berilah ketabahan
Selasa, 01 Mei 2012
Langit hitam menatapmu
jarak juga waktu membentang berliku
jalan ku tak temukan senyummu
coklat tanah hitam langit merindu tatapmu
... pecundang ini lari
sembunyi dalam dengkur mimpi berlari
engkau yang sedang ku tuju
dalam goda dan rayu
gaduh dalam dada dan kepalaku
menyerukan namamu
Langganan:
Postingan (Atom)