Powered By Blogger

Sabtu, 04 Februari 2012

Jalan ini tak selalu sesuai dengan keinginan
dari mata ini bermuara merebah didalam hati

Ketika masa tak selalu berulang-ulang
mungkin hanya ingatan persiapan dari rencana yang gagal

Entah mengapa siang malam yang selalu berubah-ubah
silaunya matahari memaksa untuk mengakhiri sebuah pesta diakhir purnama
 

Selasa, 31 Januari 2012

foto'


Rimba dalam sekawan bagai orang gila di tepi sungai. Menunggu rakit penyebrangan di atas batu hitam. Tak luput dari dosa.
andai ada waktu sekejap memandang
sebelum ku tenggelamkan rsa sebenarnya
atau mungkin salah jika ku bermimpi
membujuk mu tinggal dari hati terdalam

tiada mudah ku lupa puing-puing kenangan
tiada mudah ku ayunkan kaki lepaskan lamunan

mungkin suatu saat nanti hampa hati begitu terasa
diam terpaku, ketiadaan indah senyuman ku temukan diwajahmu

andai masih ada rindu ini mengisi jiwa
dengannya ku hadirkan tanya
sampai kapan lelah ku menunggu...
andai kau slalu hadir dan temani aku
 
ketika semua bayang telah menjauh dari tubuh segala anggan enggan menyapa
terbaring aku...
dikeheningan tanpa ketiadaan air mata

Persetan opini yang munafik...
 

Minggu, 29 Januari 2012

Nyanyian di Kereta

Nyanyian disepanjang rel kereta
Terdengar dari bangku-bangku tempat bersandar
Dari decitan hingga teriakan yang berlari diatas gerbong
Rokok, kopi hingga yang khas disuguhkan
Sampai ku terlempar tak sadar, mimpi... — di Stasiun Kereta Api Bojonegoro.
 

Senin, 23 Januari 2012

hanya ingin ku memeluk cinta mu
biar tak bisa ku melihat raga mu
...tak berdaya aku mengingat mu
dengan do'a yang kau tujukan kepada Tuhan mu

menggigil luruh ku
menyematkan kebekuan

Jumat, 20 Januari 2012

Temani aku hanya untuk malam ini
Sebotol minuman jadi teman setia
Sehempasan asap tembakau terbangkan beban 
Bumi yang padat lepas sebagai pijakan
Segumpal emosi mentikam-tikam
Hancur, biar buyar enggan untuk digenggam



Sabtu, 14 Januari 2012

Alas

Peluk hangat tubuh mu
berbalur kasih sayang mu
didalam lelap mu
ku terjaga di tiap bait do'a untuk mu

Ku pungut jejak-jejak tertinggal
dari awal hingga akhirnya kini aku kau tinggalkan
ciutkan nyali ku dihadapan cahaya
menjaga mimpi hingga embun pagi bersahaja
 
 

Jumat, 13 Januari 2012

Semoga kau sehat bahagia...
Inginku kau ada disaat aku merindukanmu...
Fahami yg tersirat selain yang tersurat...
Sendiri ini membuatku terbiasa...

Jangan tanyakan rasa, fahami keadaannya...
Ku jual mimpi, air mata ku dapati...
Ketika diam menjadi pilihan...
Tak dapatlah hati sesuatu yang berarti...

Menunggu di pembatas kota...
Dapatlah kabar dari si pengantar surat kabar...
Bukan antara kita, entah...

Rabu, 11 Januari 2012

tak ada apa apa...
di dahan-dahan pohon yang mati kering
diatas tanah
dibawah atap-atap langit

cerita berkelit
tak tau apa diatas langit
segalanya terasa sempit
realita semu, melarikan sedihnya amarah
yang menyuburkan ilalang

diatas tebing ilalang tak ramah
saksi penyesalan dan perulangan kisah-kisah
yang tak seindah pelangi diatas bukit

Minggu, 08 Januari 2012

Yang terekam didalam ingatan
hanya persoalan yang tak harus dipersoalkan

Yang menjadi saksi
dari beberapa yang hidup sampai yang mati

Yang bukan hak milik
jadi permintaan untuk saling membagi

Yang menjadikan risau
bukan itu, aku pun tak tahu

Minggu, 01 Januari 2012

hingga akhirnya aku tunduk padamu..
hingga akhirnya dengan mudah kuber manja ria denganmu, hanya denganmu..
hingga akhirnya merasa satu bangunan yang saling menguatkan...

...

ketika aku-pun enggan membawa beban ini kesiapapun. ketika aku belum mau terbuka dengan seorang yang kuhormati. aku tak mau menjadi orang yang penuntut. lebih banyak yang harus ku pikirkan dari pada aku dipikirkan.

katakan purnama andai engkau adalah risalah hati, kegundahan semalam bukan tanpa arti. dalam harapku, dalam cemasku, semoga Engkau masih mengasihiku dengan segala keterbatasanku sebagai hambaMu. kuatkan aku dengan lemahku, kembangkan senyumku dalam kesedihanku, tenangkan aku dalam kegundahanku, Ya Rabb...
 

Kamis, 29 Desember 2011

Masih banyak ruang untuk jalan pulang
jika hampa menjelang senja
hingga purnama menjadi penguasa
dibawah langit tanah yang subur...

Jumat, 23 Desember 2011

Rindu Dari Rantau


ada rindu dari rantau
ketika kapal berlayar
membawaku membelah kilauan ombak lautan
sejenak melepas canda tawa ditanah kelahiran...
ada rindu dari rantau
ketika kapal bersandar didermaga
memutar haluan untuk satu tujuan...
ada rindu dari rantau
ketika keringat perih meleleh
hingga malam pejamkan mata
terucapkan dari do'a yang jatuh bederai...
rindu ku dari rantau
mengenangkan nasip di lepas angin pantai
hanya beban penyesalan tiada arti...
 

Selasa, 20 Desember 2011

Tak selalu sama rasa, akan tetapi masih dalam satu hati. Dari tiap-tiap langkah opsesi dan ambisi, berbeda arah tapi masih dalam satu tujuan. Walau bukan dalam satu jiwa.

Rabu, 07 Desember 2011

Bunga api turun dari langit
melompat lompat dari awan ke awan lain
bergerak merambat

Butir-butir air dan es bertabrakan
melompat dari awan menuju titik tertinggi di bumi
seperti pohon atau gedung yang tinggi
hingga terdengar suara gelegar menyambar

Senin, 05 Desember 2011

02:14 Wib. Ketika ku coba memejamkan mata, terlintas di benak pikran pada sisa kopi yang ku nikmati. Ada rasa getar tertinggal, tak semanis yang ku harapkan. Terlalu banyak yang ku khayalkan, namun hanya secuil pengorbanan.
02:25 Wib. Mengeras isi kepala, terpontang-panting rasa pahitnya. Terlanjur ku telan, sedetik terlambat pikir ku mencegahnya. Tanpa banyak berbuat, begitu mudahnya ku gantungkan harapan.
02:32 Wib. Menunggu malam mengalungkan bunga di kepala sang fajar.
05:27 Wib. Tiada kehangatan, tapi senyum riuh tawa terasa di sekeliling. Waktu bulir embun hilang dari daun bunga sepatu. Aku jadi termenung.
05:46 Wib. Biar ku paparkan apa yang terjadi, semoga ini bisa untuk intropeksi diri. Sampai ku bisa mengendalikan keadaan, tanpa harus menunggu hingga air mata mengering.
05:51 Wib. Kan ku sedu kembali, agar ku merasakan kehangatannya. Langit makin hitam, hanya bisa berharap pada hujan.
05:54 Wib. Perutku lapar...

Minggu, 04 Desember 2011

Ada masanya ku tak ingin disentuh
berpalingkan muka
tanpa harus ada sebab dan alasan

Aku tak akan pergi

hanya sedikit memutar kata
nantinya dengar pada barisannya
akan ada suatu kesenangan tersendiri

Untukmu
untuk kita bersama

Sabtu, 03 Desember 2011

Ciptakanlah puisi
dengan kata - kata yang berirama
dengan mata yang melihat tajam
untuk bintang tertutup kabut
pada masa menjelang purnama

Ciptakanlah puisi
dari imajinasi perasaan penuh daya
dari larik dan bait bahasa emosional
hingga terkumpul kembali kedamaian