02:14
Wib. Ketika ku coba memejamkan mata, terlintas di benak pikran pada
sisa kopi yang ku nikmati. Ada rasa getar tertinggal, tak semanis yang
ku harapkan. Terlalu banyak yang ku khayalkan, namun hanya secuil
pengorbanan.
02:25 Wib. Mengeras isi kepala, terpontang-panting rasa
pahitnya. Terlanjur ku telan, sedetik terlambat pikir ku mencegahnya.
Tanpa banyak berbuat, begitu mudahnya ku gantungkan harapan.
02:32 Wib. Menunggu malam mengalungkan bunga di kepala sang fajar.
05:27 Wib. Tiada kehangatan, tapi senyum riuh tawa terasa di
sekeliling. Waktu bulir embun hilang dari daun bunga sepatu. Aku jadi
termenung.
05:46 Wib. Biar ku paparkan apa yang terjadi, semoga ini
bisa untuk intropeksi diri. Sampai ku bisa mengendalikan keadaan, tanpa
harus menunggu hingga air mata mengering.
05:51 Wib. Kan ku sedu kembali, agar ku merasakan kehangatannya. Langit makin hitam, hanya bisa berharap pada hujan.
05:54 Wib. Perutku lapar...