Kau jauh-jauhkan keresahan
datang hujan berudara dingin
menderas bergelombang seperti ombak
kau tutup-tutupi luka
agar tak mengalir kepadamu
namun ia mengalir seperti sungai
ia berdenyut menjelma sesukanya
bercanda tertawa siang malam
betapa sebuah pertemuan
berhari-hari diminta
ku datang menghadap bersama mendung
dengan cemas yang membakarku
tak berbatas selalu saja rinduku
garis tanganmu di pojok batinku
tak berkedip menatapku
dimana kamu yang ku dambakan
ku lingkarkan sajak ketika jiwamu kusut
memeluk guling rahasia tak kan berakhir